Header Ads

SERANGAN VIRUS AL KURIYA [CUCI OTAK ALA KOREA]

Melihat fenomena yang sedang  menjangkiti anak-anak remaja  (khususnya remaja putri), tampaknya  kita menemukan satu spesies virus baru. Virus ini  lumayan berbahaya, bisa bikin orang jadi gila,  lumpuh, gangguan otak, histeris, dan berbagai  gangguan kejiwaan lain.

Namanya virus Al-Kuriya  (latin: KOREA). Loh? Kok namanya Arabic sih?  Biarin dong, suka2 gue. :P Yang bikin ngeri, virus ini menyerang  seseorang secara gak sadar dan penderitanya  malah senang sekali (keliatannya) diserang virus  itu. Mereka jadi menggemari para artis-artis  Korea, boyband/girlband Korea, drama Korea,  atau segala macem tetek bengek dan lain-lain  yang sejenisnya gitu lah. Gilanya ada yang parah  banget sampai-sampai dia bilang: "TERSERAH  GUE DONG MAU LEBIH KENAL SAMA TUHAN GUE  ATAU IDOLA GUE!" Nah lho. Gile gak tuh?!

Sadar gak sadar, sebenarnya mereka lagi  'dibersihkan pemikiran'nya dengan perantara para  (dalam versiku, sutrah mau setuju atau nggak)  BANCI SOK IMUT itu. Anak-anak perempuan  dihipnotis dengan ketampanan semu hasil tambal  plastik dari wajah-wajah banci Korea, suara-suara  serak para penyanyinya, dan drama gaje bin  memuakkan yang berisi adegan-adegan penuh  nafsu. Parahnya, gak ada yang nyadar kalo mereka  lagi dicuci otak. Hah? Cuci otak?

Ya iyalah, emang  NII doang yang bisa cuci otak? Orang kafir lebih  canggih lagi! Massifnya tayangan-tayangan dan  penyebaran info mengenai Korea ini sebenarnya  merupakan salah satu strategi kaum kafir Barat  untuk merusak generasi muda khususnya genmud  Islam. Barat takut akan kebangkitan Islam yang  pasti memiliki campur tangan kuat dari para  generasi muda. Bagaimana cara mencegahnya?  Apa yang harus mereka lakukan? Kecenderungan  anak-anak muda yang sering mencari tokoh yang  patut dijadikan teladan dimanfaatkan dengan baik  oleh kaum kera ini. Maka dibuatlah, sebuah  program peracunan menggunakan virus otak,  salah satunya virus Al Kuriya ini.

Media massa  terus menginfokan dengan gencar akan para artis  Korea, menayangkan drama dan musik Korea, and  whatever such a d*mn thing that make my head  blast! -,-" Dirangkailah suatu cerita drama sok  romantis yang lebay pisan, sampai-sampai orang  mau bunuh diri gak jadi gara-gara dicium lawan  jenisnya (BRB, mau muntah dulu). Diputar juga  lagu-lagu dengan bahasa gaje dan (lagi-lagi) sok  romantis. Tariannya lebih gila lagi. Yang laki-laki  jadi kayak banci, yang perempuan bener-bener  erotis dan... (ke toilet dulu bentar, perutku tiba-tiba mual). Pokoknya, orang waras bakal bilang  GAK PANTES BANGET LO JADI ORANG!!!  (nepsong)  

Akibatnya bisa dilihat, remaja putri  utamanya, jadi tersihir dengan pesona semu artis-artis Korea dan berlomba-lomba 'memujanya'.  Memuja? Eh, gue tuh cuma suka aja, bukannya  muja! Sembarangan lo ngomong! Ah, yang bener? Coba liat status fb para maniak Korea.  Hampir semuanya membahas para banci karatan  (emang panci bisa karatan?) dan tetek bengeknya  itu, entah aktivitas, tur, konser, atau bahkan gosip  sampahnya. Pasti itu yang diomongin. Terus liat  nama akunnya. 99,9 % pasti ada unsur Koreanya,  entah itu sejenis Shawol, Drifias, Bumz, Key, atau  sejenisnya yang gaje pisan (buat adikku, nama-namanya pinjam buat tulisan ini ya. :P).  

Berikutnya (masih di fb), liat foto profil, koleksi  foto, fanpage yang digemari, dan infonya. Pasti  berhubungan dengan Korea. Bahkan sampe  ngamuk-ngamuk di status kalau ada yang anti  dengan artis IDOLA mereka. Paling parah yang  kayak ditulis di awal dengan huruf kapital (gue  ampe ribut sama itu makhluq kurang asem. :P).  Nah, itu baru di fb. Yang punya twitter silakan cek  sendiri. Dan di dunia nyata, lebih gila lagi.  Dijamin. Terus pernah gak kalian kepikiran sedetik  aja sama Tuhan kalian. Yang Menciptakan kalian  dan juga para banci berkarat itu? Allahu a'lam,  tapi keliatannya gak. Kalian terlalu sibuk  membicarakan dan memikirkan berhala-berhala  abad 21 itu.

Yang paling parah, yang ditulis pake  huruf kapital di awal tadi. Seolah-olah dia itu  Atheis. Giliran diingetin, mencak-mencak kayak  badak pengen martabak (loh?). Intinya, kalian  menganggap bahwa Tuhan kalian, Allah, itu gak  ada dan gak penting dibandingkan dengan idola  kalian dari Korea itu yang kalian agung-agungkan  dan idolakan melebihi segalanya. Nah, bukannya itu menyembah namanya? Keberhasilan strategi kaum kuffar ini untuk  menjauhkan remaja dari Tuhannya cukup sukses.  Dan sebagai generasi pembebas, kita tentu harus  prihatin terhadap situasi ini.

Rasulullah bersabda:  "'Kamu akan mengikuti sunnah orang-orang  sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta  demi sehasta, sampai masuk lubang biawak pun  kamu mengikutinya.' Para shahabat bertanya,   'Apakah mereka itu orang-orang Yahudi dan  Nasrani?' Beliau menjawab, 'Siapa lagi kalau  bukan mereka?'" (HR Bukhari). Eits, mereka bukan Yahudi atau Nasrani!  Terus apa? Pagan? Penyembah matahari? Sama  aja. :P Biasakan mencabut ilalang sampai akarnya,  jadi liat siapa yang ada di balik semua ini.  Merekalah kaum kafir Barat yang begitu benci  pada Islam. ALLAH Swt. berfirman, "Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha  kepada kalian sampai kalian mengikuti millah  mereka." (TQS Al Baqarah: 120).

Kita sebagai muslim punya aturan sendiri.  Yang berhak dipuja pun hanyalah Allah SWT.  Bahkan Rasulullah saw. pun melarang umatnya  memuji beliau secara berlebihan. Rasulullah saw.  bersabda, "Janganlah kamu berlebih-lebihan  memujiku, sebagaimana orang-orang Nasrani  telah berlebih-lebihan memuji (Isa) putra  Maryam. Aku hanyalah seorang hamba maka  katakanlah, 'Abdullâh wa rasûluhu' (hamba Allah  dan rasulNya)." (HR Bukhari-Muslim).

Kalau Rasulullah yang kita bisa minta  syafaatnya (syarat dan ketentuan berlaku) di hari  kiamat saja melarang umatnya memujinya secara  berlebihan, lantas bagaimana dengan para banci  toples (lha? makin ngawur) itu? Boro-boro bisa  nyelametin, yang ada minta tolong semua gara-gara berendam di pemandian abadi bernama  neraka. Jadi, harus apa kita sebagai muslim agar  nggak terjebak pencucian otak kotor (cuci kok  kotor?) kaum kera itu? Pertama, jauhi perbuatan tidak bermanfaat  seperti itu. Rasulullah SAW bersabda,  "Sesungguhnya 1/2 dari kebaikan Islam seseorang  adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat  padanya." (HR. Malik, Ahmad, Thabrani).

Kedua, mengaji. Islam mengajarkan kita  untuk berpikir dan merenung akan kekuasaanNya,  bahwa Dia-lah Yang Mengendalikan segala  sesuatu. Islam pun memiliki aturan-aturan sendiri  yang mengikat tingkah laku dan pemikiran  penganutnya. Mengagumi sih tak masalah, tapi  siapa yang dikagumi dan pengagumannya seperti  apa, itu yang harus dicek ulang.


So, there's no way to change but back to  Islam. Rubahlah pola pikir, bahwa yang paling  pantas dikagumi dan diagungkan itu Allah. Buang  jauh-jauh fanatik buta pada hal-hal duniawi yang  fana seperti para artis Korea itu. Kita semua  berasal dari Allah, dan padaNya lah kita kembali. Come on, guys! It's time to change n get  back to da right way! [] #The End# 
Diberdayakan oleh Blogger.