Header Ads

SEMANGAT DAKWAH

Kenapa disaat kita semangat dakwah,  temen2 yang lain pada loyo. Kalo temen  punya ide kita ngerasa idenya terlalu  tinggi, apa yang mesti kita lakukan?

Saudaraku  pengemban dakwah, semoga  selalu dalam bimbingan Allah. Berbicara tentang dakwah tidak dapat  dipisahkan dari  keimanan.  Mengenai  keimanan, Rasulullah SAW pernah  menyatakan bahwa iman itu turun naik.  Berbeda dengan keimanan para nabi dan  rasul yang selalu naik, berbeda pula  dengan imannya para malaikat yang tidak  pernah naik atau  turun. Jadi bisa  dipastikan ketika semangat dakwah  kita  turun itu dikarenakan keimanan kita juga  sedang mengalami penurunan. Ini  sebenarnya sesuatu yang wajar terjadi.

 Tetapi hal ini tidak boleh dibiarkan, karena  dalam posisi iman yang lemah kita akan  mudah masuk perangkap syetan. Dan  hanya orang-orang yang ikhlas (mukhlish)  saja yang tidak dapat disesatkan oleh  syetan (QS. Al-Hijr 39-40). Nah dibawah ini  diantara ciri-ciri orang yang ikhlash dalam   menjalankan ketaatan kepada Allah dan  benar dalam keimanannya yang terkait  dengan aktifitas dakwah:

1.       Dia mengetahui bahwa dakwah adalah  perintah dari Allah bukan dari manusia, maka  apapun sikap manusia kepada dia , tidak bisa  menggoyahkan semagat dakwahnya, karena  dia tidak berharap kecuali ridha Allah SWT.

2.       Dia menyadari bahwa sunnatullah  dalam dakwah adalah, bahwa pengemban  dakwah pasti mengalami ujian dan cobaan.  Maka apapun yang terjadi, ia hadapi dengan  tawakkal dan kepasrahan secara totalitas,  seraya meyakini bahwa Allah akan memberi  jalan keluar bagi setiap kesulitan yang dia  hadapi.

3.        Dia berani menyampaikan kebenaran  meskipun pahit, tidak bersikap kompromi  terhadap kebatilan, karena dia yakin yaumul  hisab telah dekat, dia tidak butuh ridha  manusia, karena ridha manusia hanyalah   sesaat dan ridha Allah adalah abadi. 

4.        Dia tidak merasa keberatan (lapang  dada) ketika ada orang yang mengkritiknya  atau menasehatinya atas kesalahan dan  kekurangannya, karena dia yakin semuanya  itu akan lebih mendewasakannya dan  menambah pengetahuannya, terlebih lagi dapat  menyelamatkannya di dunia dan akhirat. Dia juga  tidak melihat siapa yang bicara tetapi melihat  apa yang dibicarakan, yang akhirnya dia tidak  pernah menolak kebenaran meskipun datangnya  dari anak kecil.

5.       Meyakini bahwa tidak ada jalan yang lebih  mulia untuk ditempuh kecuali jalan dakwah.  Dengan dakwah,  dirinya dimulyakan oleh Allah,  karena telah mengemban misi para rasul  meskipun dia bukan nabi atau rasul. Dengan  dakwah pula 'izzul Islam wal muslimin dapat  diwujudkan.


Ketika 5 hal diatas terhujam dengan kokoh dihati  dan pikiran para pengemban dakwah (hamil  adda'wah) maka insyaAllah kasus loyo dalam  dakwah, keluar dari jama'ah dakwah, mencela  dan menghujat sesama pengemban dakwah,  minder berdakwah, berprasangka buruk  (su'uddzan) kepada sesama muslim, tidak akan  pernah terjadi, karena yang melandasi dan  mondorong aktifitasnya adalah keimanan,  keikhlasan, 'izzul Islam wal muslimin demi  meraih ridha Allah SWT semata,  sang pengusa  hari kiamat, pemilik surga dan neraka, dzat yang  akan memulyakan kekasih-kekasihNya(Mukminun) dengan surgaNya, dan  yang menghinakan musuh-musuhNya yakni  orang-orang kafir dengan nerakaNya. Wallahu  a'lam 
Diberdayakan oleh Blogger.