Header Ads

Road To Seleb

Ingin berpenghasilan Rp 1 Milyar setahun? Jadilah  artis. Demikian menurut kalkulasi Majalah Warta  IEkonomi. Bayangkan saja, sekali main film, Deddy  Mizwar dibayar Rp 200 jutaan. Sekali mentas, Ungu  minta honor Rp 400 jutaan. Main satu episode  sinetron, Shireen Sunkar dibayar Rp 25 jutaan.  Sementara Ayu Ting-Ting yang cuman bermodalkan  megang 'alamat palsu', sekali pentas dibayar sampai  30 jutaan! Maka, Arumi Bachsin tak sungkan menjilat  ludah. Saat masih buron dari rumah ortu-nya, pemain  sinetron ini bilang kapok jadi artis.

Tapi lidahnya  melintir sesaat kemudian. Ternyata dia masih mau jadi  selebritas. "Iyalah (masih mau jadi artis). Soalnya di  sini bisa kaya pengalaman dan materi. Kita bisa  mengeksplorasi diri kita," kata Arumi pada wartawan  di Jakarta Selatan, Senin (1/8/2011).  Selain duit, profesi artis juga memberikan  ketenaran dan keistimewaan. Dan keduanya lagi-lagi  berujung duit. Maka, seperti dibeberkan Warta  Ekonomi tadi, artis menjadi salah satu profesi  milyarder. Hasil jajak pendapat sebuah lembaga survei  pada November 2010 menunjukkan, menjadi artis  termasuk salah satu cita-cita kaum muda muslim. Hal  ini dinyatakan 4% dari sekitar 1500 responden.


 Jalan menuju artis pun semakin beragam.  Bahkan jadi bisnis tersendiri. Shanker SR, yang konon  berjuluk ''The King of Moviemaker'', dalam buku dan  situsnya menjanjikan ''Cara Tergampang dan Tercepat  Jadi Artis''. Pria keturunan India ini mendaftar  ''prestasi''-nya, kebanyakan berupa film horor-seksi  dan film pop. Media massa pun jadi jembatan menuju dunia  seleb. Nyaris semua televisi, memiliki program ''idal-idol'' atau ''pal-pil-pul'', yang dapat mengorbitkan  peserta kontes menjadi seleb. Jalur murah meriah juga ada, misalnya situs  Youtube.

Justin Bieber, idola ABG kiwari, mengawali  kejayaan dunianya dengan mengunggah aksinya yang  nyentrik di Youtube. Jejaknya diikuti misalnya oleh  Bona Paputungan, Sinta-Jojo, dan Norman Kamaru  caiya-caiya. Di luar segelintir kekecualian, dunia artis kita  adalah dunia gosip, narkoba, pergaulan bebas, dan  kawin-cerai. Ente bakalan capek kalau mau mendaftar  kasus-kasusnya. Karena itu, forum Bahtsul Masail yang digelar  Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) se  Jawa-Madura di Pondok Pesantren Darussalam Jajar  Trenggalek, Maret lalu, perlu mendiskusikan status  profesi artis.  Para santri senior di Komisi A menghukuminya  haram. Ini jika profesi artis memudahkan seseorang  melakukan kemungkaran, termasuk mendorong untuk  bersifat takabur.

  “Termasuk juga memerankan adegan  maksiat, membuka aurat dan terlibat dalam  pergaulan bebas,“ tutur perumus Komisi A, Said  Ridwan. Dalam forum diskusi ini santri mengambil  contoh kasus program tayangan pencarian bakat.  Tarian yang mengundang syahwat, kemudian  penampilan yang mengubah kelamin seperti  dilakukan salah satu peserta haram untuk ditonton  dan dilakukan.  “Untuk peserta itu sama halnya mengubah  kodrat sebagai laki-laki menjadi perempuan. Begitu  juga berpasangan lain jenis bukan muhrimnya haram  hukumnya,“ terang Said. Kendati demikian, profesi artis tidak  sepenuhnya dilarang jika difungsikan sebagai mata  pencaharian dan berdakwah.

“Honor artis ini juga  halal selama peran yang dilakukan tidak melanggar  syariat, “paparnya.  Drise, terbukanya jalan pintas meraih  popularitas memancing remaja untuk berlomba-lomba jadi idola. Mulai dari ikut audisi hingga bikin  video klip youtube penuh sensasi. Kehidupan mewah  bergelimang harta dan ketenaran menjadi satu-satunya tujuan remaja yang berambisi jadi idola.  Padahal, dibalik gemerlapnya kehidupan  selebriti, persaingan ketat untuk mempertahankan  popularitas bisa bikin keteteran. Ongkos hidupnya  gede  banget. Kalo gak kuat mental dan akidah, bisa  kebawa arus untuk menghalalkan segala cara agar  tetep eksis dan dapet order. Kerjaan apa aja  dijabanin.


Walaupun harus melabrak aturan agama  dalam berbusana, bergaul bebas dengan lawan jenis,  atau mengekspresikan rasa cinta berbalut nafsu  syahwat. Nggak heran kalo kehidupan di planet  selebritis terkenal rawan kemaksiatan lantaran  lingkungannya diatur oleh sekuler kapitalis yang steril  dari aturan agama.  So, buat kamu terutama remaja muslim yang  masih kebelet untuk jadi seleb, mending jangan  diterusin. Bukannya melarang, cuman coba mengajak  untuk berpikir ulang. Waktu muda kita akan lebih  berharga dan mulia di hadapan Allah jika diisi dengan  mengaji daripada ikuti audisi selebriti. [ 
Diberdayakan oleh Blogger.