Header Ads

LUTHFI KURNIA "ANAK-ANAK TONGKRONGER'S JUGA BERHAK MASUK SURGA

Mulai dari ikut nongkrong, ngobrol ngalor ngidul,sampe  merubah para tongkrongers menjadi remaja produktif. Itulah  kerjaan seorang Luthfi Kurnia. Peraih penghargaan Juara 1  Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Tingkat kota Bogor dan  Provinsi Jawa Barat tahun 2005 yang kini aktif memberdayakan  pemuda dan aktivis kegiatan sosial. Dan Alhamdulillaah yaaa...  (Syahrini mode: ON!) Hafidz341 dari Driser berkesempatan  ngobrol lebih jauh untuk ngulik seputar dunia 'remaja  pinggiran'dengan kang Luthfi. Just cekidot pren!


Bisa diceritakan asal muasal komunitas 'Kalam' yang  digagas Uut dengan berbagai kegiatan positifnya?
KALAM (Komunitas Pedoeli Kampoeng Halaman) yang resmi di  launching 10 Agustus 2002 terbentuk karena keprihatinan  terhadap orang-orang muda yang marjinal di wilayah Kelurahan  Tegal Gundil, Bogor Utara. Mereka marjinal dalam pendidikan,  ekonomi, akses, sosial dan budaya. Orang muda yang selalu  dieluk-elukkan sebagai generasi penerus bangsa justru terpuruk  dalam mabuk miras, narkoba, sex bebas, tawuran maupun  tindak kejahatan lainnya. Belum lagi tingkat pendidikannya yang  hanya sampai SD, SMP bahkan ada yang tidak sekolah sama  sekali.

 Bersama dengan para tongkronger's (anak-anak nongkrong),  kami membuat berbagai program kegiatan. Mulai dari Koran  Kampung dengan nama Berita Tegal Gundil (BeTe) untuk bapak-bapak, Radio Komunitas untuk anak muda, Sanggar Baroedak  untuk anak-anak kecil, Perpustakaan Komunitas, kemudian  merambah ke dunia bisnis dengan mendirikan kafe lalu desain  grafis dan membuat film. Sebagai trigger kami membuat  kegiatan-kegiatan temporal seperti even musik,  menggambar, seni tari dan lain sebagainya. Hal ini  dimaksudkan untuk menampung ide-ide serta hobby  mereka.

2. Gimana Uut ngeliat keberadaan remaja-remaji yang  doyan nongkrong di pinggir jalan, pos ronda, atau  simpang jalan sehingga dipandang sebelah mata oleh  lingkungan?
Usia-usia remaja adalah usia seseorang mencari jati diri,  butuh ekspresi, butuh ruang, mereka senang melakukan  dan mencoba sesuatu. Tak peduli itu baik atau buruk  dimata orang lain, bahkan tak peduli juga itu halal atau  haram menurut agama.  Dari kacamata masyarakat umum, wajar jika anak-anak  nongkrong tersebut di cap negatif, karena memang  aktifitas mereka lebih banyak “negatifnya” dan  mengganggu kenyamanan. Namun ditilik dari kacamata  seorang muslim kita pun termasuk tidak adil karena  membiarkan mereka terjerumus ke hal-hal yang negatif,  tanpa pernah kita berusaha untuk mendekati mereka  sebelumnya.

3. Apa sih bidang yang digeluti Uut dengan banyak  terjun ke dunia pemuda? Tujuannya?
Saya lebih senang dibilang Social Entrepreneur atau  ignation (penyala semangat anak muda). Tujuannya, saya  ingin menjadi bagian kecil dari orang-orang yang  melakukan perubahan agar bumi dan seisinya menjadi  lebih baik. Saya ingin Allah tidak merasa sia-sia  menciptakan seorang Luthfi di bumi ini.

4. Gimana respon masyarakat dengan 'proyek' yang  Uut garap untuk pemberdayaan pemuda?
Ada yang mendukung dengan turun tangan membantu  apa yang saya lakukan bersama dengan teman-teman  muda, khususnya di Tegal Gundil. Ada yang turut  berdonasi dengan menjadi pelanggan koran, atau  memberi sumbangan buku untuk perpustakaan. Ada juga respon negatif seperti, menganggap kegiatan  kita hanya buang-buang waktu saja atau ada yang  menganggap kegiatan kita sebagai proyek yang  mendapatkan dana dari pemerintah ataupun dari pihak  asing, bahkan ada yang menganggap sebagai gerakan  bawah tanah seperti PKI.

5. Ngeliat masalah remaja yang kian parah dalam  banyak hal mulai dari narkoba, tawuran, seks bebas,  hingga tindakan kriminal. Menurut Uut, apa sih masalah  utamanya?
 Remaja itu sedang mencari diri, perlu ruang untuk mengekspresikan energi mereka yang besar. Jika ini tidak  diarahkan ke hal-hal yang positif, maka energi tersebut akan  lari ke aktifitas yang negatif.   Tapi tentunya ini tidak terlepas dari upaya global untuk  menghancuran moral generasi muda Indonesia yang mayoritas  muslim. Mudahnya mendapatkan narkoba dan miras, warung  remang-remang dan diskotik dibiarkan terbuka begitu saja.  Undang-undang atau Perda dibuat tapi tidak ada upaya untuk  menegakkan, hukum hanya berlaku bagi mereka yang miskin  walaupun  hanya mencuri sendal jepit, sedangkan mereka para  koruptor, pengusaha kelas kakap bisa dengan santainya  membeli hukum hanya dengan beberapa lembar uang saja.  Memang negeri yang aneh...

 6. Gimana mengembalikan peran pemuda sebagai 'agent of  change' untuk kebaikan negara, umat, dan dirinya sendiri?
Hal pertama yang harus dilakukan, rubahlah dirimu menjadi  lebih baik. Galilah potensi yang ada didalam dirimu, dan  yakinlah bahwa Allah memberikan keistimewaan pada setiap  makhluk-Nya. Rubahlah dirimu dengan terus mengasah  kecerdasan otak, dengan belajar mengelola menggunakan hati  dan selalu bergerak.
7. Sekarang, apa yang sedang Uut garap yang berhubungan  dengan pemuda dan kebangkitan umat?
Selain mendampingi teman-teman muda pengurus KALAM  generasi ke-5, saya juga sedang mengelola, mendampingi,  memotivasi dengan menjadi fasilitator  bagi pelajar-pelajar  SMP, SMA/SMK se-Kota Bogor yang tergabung dalam Gerakan  Seribu Cinta Untuk Senyum Sesama (GEBU CINTA). GEBU CINTA  merupakan gerakan moral yang mencoba mengembalikan  manusia pada sifat terbaiknya, peduli dan berbagi pada setiap  insan. Para pelajar ini setiap minggunya berkeliling ke setiap kelas di  sekolahnya masing-masing untuk mengumpulkan infaq sebesar  seribu rupiah (Rp 1.000,-). Dana yang terkumpul ini nantinya  untuk membantu teman-teman mereka yang kesulitan  membiayai SPP, DSP, atau biaya sekolah lainnya.

Saya pernah  menghitung, jika setiap pelajar di Kota Bogor mengumpulkan  uang seribu rupiah setiap minggunya maka akan terkumpul  sebesar 9 Milyar rupiah selama satu tahun. Seharusnya dengan  dana sebesar ini tidak ada lagi pelajar Bogor yang putus  sekolah. 8. Terakhir, apa pesan Uut buat para pemuda? Terutama  para pembaca Drise. Pertama, jangan pernah takut untuk bermimpi besar (visi)  karena mimpi besar dan mimpi kecil sama-sama mengeluarkan  energi.


Jadi lebih baik bermimpi besar saja sekalian. Kedua, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini kecuali makan  kepala sendiri. Khusus untuk para pembaca drise atau mereka para aktivis  masjid dan penyeru dakwah Islam. Pendekatan yang kalian  lakukan terhadap para remaja masjid adalah baik, tapi akan  jauh lebih baik jika kamu juga turun mendekati dan  mendampingi anak-anak tongkronger's. Ingatlah, mereka yang  nongkrong juga umat islam, mereka juga berhak untuk masuk  surga. Jadi jangan lupakan mereka....! [341] 
Diberdayakan oleh Blogger.