Header Ads

Kendaraan Padang Pasir yang Istimewa

Di negerinya Ali Baba, hewan unta emang udah  biasa terlihat di mana-mana. Tapi kehadirannya di  kebun binatang, pastinya sangat istimewa. Jarang-jarang gitu lho orang Indo liat unta. Dan ternyata, bukan  cuman bentuk fisiknya aja yang berbeda, kendaraan  padang pasir ini juga punya segudang keistimewaan  lainnya yang mesti kamu tahu.

Padang pasir sebagai tempat hidup unta adalah  daerah paling panas dengan suhu bisa mencapai 55o  Celsius atau lebih. Bukan hanya air yang langka, sedikit  sekali tumbuhan yang bisa bertahan hidup di tengah  hamparan pasir yang luas tak bertepi. Pastinya, makhluk  hidup yang melintasi padang pasir bakal kepanasan bin  super duper kehausan.

Belum lagi repotnya berjalan di  atas gurun karena sebagian besar terdiri dari permukaan  batu karang. Panas...panas...panas...! Namun siapa sangka, Allah telah menciptakan hewan  istimewa yang mampu tumbuh dan berkembang di  padang pasir. Berikut beberapa keistimewaan unta:

1. Punuk unta. Unta mampu meminum air sebanyak  sepertiga berat badannya dalam waktu sepuluh menit. Ini  berarti seratus tiga puluh liter dalam sekali minum yang  disimpannya dalam punuk. Sekitar empat puluh kilogram  lemak juga tersimpan di punuk. Sehingga unta bisa  bertahan hidup hingga delapan hari pada suhu 50° C  tanpa makan atau minum. Kalo manusia tanpa makan-minum, cuman tahan 36 jam aja!

2. Bulu tebal terdiri atas rambut yang tebal dan  kusut. Berfungsi untuk menyekat panas, memperlambat  penguapan air dengan meningkatkan suhu tubuhnya  sampai 41° C.Dengan bulu tebalnya, unta memungkinkan  hidup di suhu panas 50° C dan suhu dingin -50° C.

3. Mata unta. Angin gurun yang muncul tiba-tiba  biasanya menjadi pertanda kedatangan badai pasir yang  bisa membutakan mata. Kelopak mata unta dengan dua  lapisan bulu mata yang saling terkait melindungi matanya  dari debu dan butiran pasir. Hebatnya, kelopak mata ini  juga transparan alias tembus cahaya, sehingga unta tetap  dapat melihat meskipun dengan mata tertutup. Bulu  matanya yang panjang dan tebal khusus diciptakan untuk  mencegah masuknya debu ke dalam mata.  

4. Hidung unta. Terdapat pula disain khusus pada  hidung unta. Ketika badai pasir menerpa, ia menutup  hidungnya dengan penutup khusus.

5. Sistem pencernaan. Dengan sistem pencernaan  yang mengagumkan unta bisa makan apa saja yang  ditemui di gurun pasir walau duri sekalipun. Gigi dan  mulutnya telah dirancang untuk mengunyah duri tajam dengan  mudah. Dan perutnya bisa mencerna hampir semua makanan yang  tersedia di gurun. Tidak hanya pencernaan, dinding sel hewan ini  memiliki struktur khusus yang mampu mencegah kehilangan air  secara berlebihan. Di samping itu, komposisi darah mencegah  terjadinya pelambatan peredaran darah, bahkan ketika jumlah air di  dalam tubuh unta berkurang hingga batas minimum. Selain itu,  dalam darah unta terdapat lebih banyak enzim Albumin, yang  memperkuat ketahanan terhadap haus, dibandingkan dalam darah  makhluk hidup lain.

6. Kaki unta. Telapak kaki yang lebar menahannya dari  tenggelam ke dalam pasir. Persis kaya sepatu salju. Udah gitu,  kakinya memiliki dua jari yang dihubungkan dengan bantalan elastis.  Struktur ini memungkinkan unta mencengkeram tanah dengan erat  yang terdiri dari empat bola berlemak. Ini sangat cocok untuk  berbagai jenis kondisi tanah.

Kuku melindungi kaki dari kemungkinan  rusak akibat benturan. Kulit telapak kakinya yang tebal mencegah  kakinya terbakar pasir yang panas. Tidak hanya itu lututnya tertutup  kapalan, yang terbentuk dari kulit sekeras dan setebal tanduk. Ketika  hewan ini berbaring di pasir yang panas, struktur berkapalan ini  melindunginya dari luka akibat permukaan tanah yang sangat panas.  

D'RISEr, unta nggak pernah merencanakan hidupnya apalagi  mendesain tubuhnya. Semuanya mutlak dari sang perencana yaitu  Allah. Maka pantas jika Allah mengingatkan dalam Al-Quran tentang  hewan ini. "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta  bagaimana ia diciptakan." (QS. Al-Ghaasyiyah, 88:17).


Tidak sekedar mengagumi keunikannya, keistimewaan unta udah  seharusnya semakin  mengingatkan kita  pada keMahaBesaran  Allah swt yang selalu  memberikan yang  terbaik untuk  makhluk-nya. So, kalo  kita masih aja  menolak pake hukum-hukum Allah swt  untuk ngatur urusan  hidup kita, itu  namanya gak tau  malu. Kebangetan.  Mending jadi unta  sekalian![Ridwan] 
Diberdayakan oleh Blogger.