Header Ads

'JALAN' MUSLIMAH DI SEKOLAH

“Jika ada 1000 orang yang membela  kebenaran, aku salah seorang  diantaranya. Jika ada 100 orang yang  membela kebenaran, aku tetap  diantaranya. Jika ada 10 orang  pembela kebenaran, aku tetap ada di  barisan itu. Dan jika ada 1 orang  yang tetap membela kebenaran,  akulah orangnya.” [Umar bin  Khaththab]

Siapa yang komitmen menjadi  Muslimah shalehah angkat tangan  Skanannya katakan 'SAYA!”. Yups,  muslimah Shalehah adalah perhiasan  sejagat. ALLAH begitu memujinya en  penghuni langit pun takdzim karena  kesantunannya. Muslimah Shalehah bukan  ia yang makshum (tak pernah berbuat  salah).
Ia tetap manusia biasa yang juga  memiliki dosa akibat khilafnya. Namun  akibat dari kekuatan tsaqofah en benteng  iman yang mengkristal kuat, membuat  dirinya tak lama berdiam diri ketika  berbuat salah. Cepat-cepatlah ia  berwudhu' (bangkit). Shalat, bertaubat,  bermunajat kepada Rabb en memohon  ampunanNYA. “Muslimah Shalehah  adalah aku!” Hunjamkan dengan penuh  keyakinan di dalam benak lalu berjalanlah  dengan tetap teguh menggenggam bara  Islam; Istiqomah.

Sebab Kita Memperjuangkan  Sesuatu Yang Benar Idealisme seorang Muslimah Sejati  tak akan gentar pada racau orang-orang  fasik (bodoh). Yang menuding bahwa apa  yang kita pilih adalah sebuah kesalahan.  “Fanatik!” Itu kata mereka. Tetapi  tenanglah, laa taghdab wa lakal jannah.  Jangan marah terhadap apa yang  terlontar. Cukup dihadapi dengan damai  en tunjukkan dengan aksi terbaik. Masyarakat sekitar kita belum  mengenal Islam lebih dalam.

Standar  khayr (baik) en syarr (buruk), hassan  (terpuji) en qobih (tercela) masih berpacu  pada perasaan manusia, bukan hukum  Syara'. Hingga masih memiliki pandangan  keliru ketika menilai idealisme (prinsip)  seorang Muslimah yang sebenarnya ingin  memenuhi seruan ALLAH untuk  menyempurnakan keimanannya (salah  satunya menutup aurat dengan benar). En  terbukti, nyatanya setiap perjuangan  memang tak ada yang mudah. Tak ada  yang bebas dari halang, rintang en  cobaan. Mulai dari cemooh hingga tindakan  zhalim.

Kita bisa lihat bagaimana suasana  juang yang terjadi di Brussel en Paris baru-baru ini. Ratusan remaja Muslimah Eropa  turun ke jalan untuk memperjuangkan hak-hak kemuslimahannya dengan penuh susah  payah. Tidakkah hati ini turut pilu?  Tidakkah hati ini turut terbakar? Negeri ini  tidak segarang Belgia en Perancis, maka itu  artinya kita pun sesungguhnya mampu  memperjuangkan identitas kemuslimahan  kita dengan baik. Dimana pun kita berada. 'Tabrak' saja apa yang orang lain  katakan tentang kita (yang bagi mereka kita  ini sok 'alim en fanatik).

Abaikan saja itu. En  teruslah teguh pada keyakinan yang benar  itu. Ketahuilah, surga en neraka bukan  mereka yang memilikinya melainkan ALLAH  Swt. So, bagi D'RISEr yang sekali lagi masih  menemukan hambatan di sekolah, entah  itu karena pihak sekolah yang masih tidak  memperkenankan untuk kita berjilbab saat  jam olahraga misalnya, atau teman kita  yang kelihatannya semua semakin menjauh  karena menganggap kita tidak seasik dulu  (karena kini kita lebih menjaga sikap kepada  lawan jenis), perhatikanlah sedikit Tips  Bijak dari D'RISE ini:

1. Komunikasi. Kita harus bisa  mengupayakan sekuat tenaga untuk  pihak sekolah mengerti akan idealisme  kita dalam berbusana en berseragam.  Berikan penjelasan kepada mereka  dengan makruf tanpa sikap angkuh  yang menggurui. Kalau belum bisa  tembus izin bil lisan, kita mesti coba  pakai cara yang lebih strategis. Yakni  dengan proposal. Yakinlah, ALLAH  pasti menolong en senantiasa  memudahkan jalan juang orang-orang  yang senantiasa berpegang teguh  kepada hukum-hukumNYA. Be  positive! Sebab sekiller-killernya guru,  jika disentuh dengan dalil en  kebenaran pasti akan luluh juga  hatinya. Kalau gurunya Nashrani? Kita  bisa cari channel guru terdekat yang  sekiranya bisa mengerti en bisa  support kita. Misal, guru BK atau Wali  Kelas? Sukses!!!

2. Pandai Memilah en Memilih  Kawan. Bukan exlusive ya..?!  Melainkan ini sebuah kiat yang  dibutuhkan demi diri kita lebih terjaga.  Cari kawan yang shaleh. Yang mampu  mengingatkan kita di kala kita keliru  dalam berbuat, menguatkan kita  disaat kita sedih en senantiasa  memberi support en do'a terbaiknya  ketika kita menempuh perjuangan.  Bersamanya kamu akan melawan  kerusakan berpikir yang tengah  menjangkiti teman-teman kamu  kebanyakan di sekolah. Bersamanya  kamu berdakwah di sekolah. Merajut  ukhuwah karena ALLAH. Indah…

3. Konsisten Ngaji. Ingat, kekuatan  terbesar Kaum Muslim itu ada dua.  Pertama do'a en kedua tsaqofah. Raih  kekebalan iman dari apa yang kita  himpun dalam mengkaji 'ilmu Islam.  Rujukan amal yang ahsan terdapat  pada 'ilmu.


So, ngajilah dengan penuh  dedikasi en kedisiplinan. Mengkaji  Islam sampai kamu tidak bisa mengaji  lagi (mati). Hitotsuji no hikari o motomete bokura wa  michi o ikiru; kita hidup untuk mengetahui  masa depan (masa akhirat yang baik en luar  biasa), en itu bagaikan mencari seberkas  cahaya. So, tetaplah istiqomah. Karena  cahaya Islam tak pernah lari dari mereka  yang menjaganya. Innallaha ma'ana!  [Hikari] 
Diberdayakan oleh Blogger.