Header Ads

HUKUM CHATING??

Ustad, Bagaimana hukumnya berinteraksi di internet seperti chating dll, baik dengan teman atau orang lain bukan mahram makasih jawabanya ustdz...

Saudaraku yang shalih..

Interaksi via internet seperti chatting  ihkwan & akhwat yang bukan mahram  sama halnya dengan berbicara lewat  telepon, SMS, dan berkiriman surat.  Semuanya memiliki kesamaan. Yaitu sama-sama berbicara antara lawan jenis yang  bukan mahram. Kesamaan ini juga  mengandung adanya kesamaan hukum.  Karena itu ada dua hal yang perlu kita  bahas sebelum kita lebih jauh  membicarakan hukum chatting itu sendiri. 

Pertama, adalah hukum bicara dengan  lawan jenis yang bukan mahram. 
Kedua, adalah hukum khalwat. Berbicara antara laki-laki dan  perempuan yang bukan mahram pada  dasarnya tidak dilarang apabila  pembicaraan itu memenuhi syarat-syarat  yang sudah ditentukan oleh syara'.Seperti  pembicaraan yang mengandung kebaikan,  menjaga adab-adab kesopanan, tidak  menyebabkan fitnah dan tidak khalwat.

Dalam sejarah kita lihat bahwa istri-istri Rasulullah berbicara dengan para  sahabat, ketika menjawab pertanyaan yang  mereka ajukan tentang hukum syariah.  Dalam hal ini, Allah SWT berfirman yang  artinya: Karena itu janganlah kamu (isteri-isteri  Rasul) tunduk dalam berbicara sehingga  orang yang dalam hatinya ada penyakit  memiliki keinginan buruk.

Tetapi ucapkanlah  perkataan yang baik. (QS. al-Ahzab: 32) Imam Qurtubi menafsirkan kata  alkhudhu' (tunduk) dalam ayat di atas  dengan arti lainul qaul (melembutkan suara)  yang memberikan rasa ikatan dalam hati. Artinya pembicaraan yang dilarang  adalah pembicaraan yang menyebabkan  fitnah dengan melembutkan suara.

Termasuk  di sini adalah kata-kata yang diungkapkan  dalam bentuk tulisan. Karena dengan tulisan  seseorang juga bisa mengungkapkan kata-kata yang menyebabkan seseorang  merasakan hubungan khusus, kemudian  menimbulkan keinginan yang tidak baik. Termasuk juga dalam melembutkan suara  adalah kata-kata atau isyarat yang  mengandung kebaikan, namun bisa  menyebabkan fitnah. Yaitu dengan cara dan  bentuk yang menyebabkan timbulnya perasaan  khusus atau keinginan yang tidak baik pada diri  lawan bicara yang bukan mahram. Baik dengan  suara ataupun melalui tulisan.

Adapun khalwat, hukumnya dilarang dalam  agama Islam. Sebagai mana dalam sabda  Rasulullah Saw yang artinya: “Janganlah ada di  antara kalian yang berkhalwat dengan seorang  wanita kecuali dengan mahram.” (HR. Bukhari  dan Muslim) Khalwat adalah perbuatan menyepi yang  dilakukan oleh laki-laki dengan perempuan yang  bukan mahram dan tidak diketahui oleh orang  lain.

Perbuatan ini dilarang karena ia dapat  menyebabkan atau memberikan peluang kepada  pelakunya untuk terjatuh dalam perbuatan yang  dilarang. Khalwat bukan saja dengan duduk berduaan.  Tetapi ngobrol lewat telepon di luar kebutuhan  syar'i juga dihitung berkhalwat. Karena mereka  sepi dari kehadiran orang lain, meskipun fisik  mereka tidak berada dalam satu tempat.

Bahkan  lewat telepon mereka lebih bebas membicarakan  apa saja selama berjam-jam tanpa merasa  dihantui. Hukum chatting sama dengan menelpon  sebagai mana yang sudah saya terangkan di atas.  Artinya chatting di luar kebutuhan yang syar'i  termasuk khalwat.


Walaupun dengan niat  berdakwah.  Namun bila ada tuntutan syar'i yang  darurat, maka itu diperbolehkan sesuai  kebutuhan. Tentunya dengan syarat-syarat yang  sudah kita jelaskan di atas. Demikian yang dapat  saya sampaikan. Semoga dapat bermanfaat.  Wallahu a'lam.[] 
Diberdayakan oleh Blogger.