Header Ads

Ganja Itu Halal??

Ada-ada saja tingkah para pemuja kebebasan di  negeri kita ini. Setelah sebelumnya menuntut  Apemerintah untuk melegalkan perjudian, sekarang  muncul LSM yang menuntut untuk melegalkan ganja.  Bahkan mereka yang tergabung dalam LSM Lingkar Ganja  Nusantara (LGN) ini sempat mengadakan aksi pada tanggal 7  Mei 2011 yang lalu di Tugu Tani, Jakarta Pusat.

Kru D'Rise  pun sampai terkekeh-kekeh mendengarnya, sungguh  menggelikan! n_na LSM yang juga mempunyai sebuah page di facebook ini  menuntut untuk mengeluarkan ganja dari kategori narkoba,  dengan kata lain dilegalkan. Mereka beralasan bahwa  walaupun ganja mempunyai efek negatif, tapi manfaatnya  jauh lebih banyak, diantaranya untuk pengobatan dan  industri kertas dan tekstil.

Mereka juga mengklaim bahwa  pada saat giting (plesetan dari kata 'tinggi', istilah untuk  mabuk ganja), otak dipacu untuk menjadi lebih kreatif dan  sensitive bak prosesor hyper threding, bahkan bisa  menenangkan emosi. Karena itulah, menurut mereka, ganja  itu halal! Waduh-waduh…

Berabe juga kalo kita pake standar asas manfaat untuk  menghukumi sesuatu. Mentang-mentang ada manfaatnya,  lantas dengan gegabah mereka teriak: ini halal! Kan  keblinger banget. Bisa-bisa entar juga bisnis esek-esek  dihalalkan lantaran jadi lahan nafkah bagi sebagian orang.  

Perjudian dihalalkan lantaran menyumbang pemasukan bagi  pemerintah dari sektor pajak. Padahal segala sesuatu yang  haram dan perbuatan maksiat, di satu sisi boleh jadi ada  manfaatnya dalam sudut pandang manusia. Makanya itulah  yang jadi ujian bagi manusia, standar mana yang mau dipake  untuk mengukur perbuatan, asas manfaat atau syariat? Karena itu, dalam Islam patokan halal dan haram adalah  keterangan dari Allah dan Rasul-Nya. Cuma itu.


Nggak peduli  punya manfaat segede gaban sekalipun, kalau Allah dan  Rasulnya udah menetapkan itu haram, tetap saja haram.  Makanya biar nggak keblinger, nggak asal njeplak  menghalalkan sesuatu, ayo belajar Islam![isaak] 
Diberdayakan oleh Blogger.