Header Ads

CUCI OTAK NII MERUSAK CITRA ISLAM

Ahir- ahir ini ramai dibicarakan soal cuci otak nii dan baiat mohon penjelasan itu semu ustz (nasrul..)

Istilah cuci otak (brain wahing) yang  sekarang marak dibincangkan bukanlah  istilah baru, karena sebelumnya istilah ini  dipakai oleh aktivis Islam untuk menyebut  kalangan intelektual Islam yang dididik  dengan tsaqafah barat yang kemudian  kembali ke negerinya dengan membawa  faham sekuler, liberal, islam inklusif, islam  moderat, dll.

Istilah ini sekarang mencuat  kembali dengan ramainya isu penculikan  yang dilakukan oleh gerakan yang  menamai dirinya NII (Negara Islam  Indonesia), dimana kelompok ini  mendoktrin pengikutnya bahwa saat ini  masih periode Makkah, belum berdiri  Negara Islam maka mereka belum  diwajibkan shalat lima waktu karena  perintah shalat lima waktu turun ketika  negara Islam sudah berdiri.

Mereka juga  meyakini bahwa selain kelompok mereka  adalah kafir, maka harta orang kafir halal  untuk diambil dengan cara apapun, karena  mereka menganggap semua harta itu  adalah fa'i (harta rampasan perang).  Mereka juga membai'at amir mereka  sebagaimana bai'atnya kaum muslimin  terhadap seorang khalifah.

Yang menjadi persoalan saat ini adalah  istilah cuci otak ini sudah menjadi alat politik  musuh-musuh Islam untuk memukul  gerakan-gerakan yang menyuarakan syariat  Islam, yang kemudian mengkriminalisasi  gerakan-gerakan Islam. Sehingga dengan  marakanya pemberitaan di media,  masyarakat menjadi ketakutan ketika ada  orang yang datang kepada mereka dengan  maksud berdakwah.

Mereka telah curiga  jangan-jangan ini adalah gerakan cuci otak  itu. Mengenai kesesatan NII, MUI juga telah  memfatwakannya. Kita sepakat bahwa NII  adalah sesat, tetapi menyamakan seluruh  gerakan Islam dengan NII juga merupakan  kesesatan. Karena faktanya saat ini negeri  yang mayoritas penduduknya muslim initelah  mengalami kerusakan pemikiran yang sangat  fatal, perasaan mereka pun tidak Islami.  Sehingga dibutuhkan para da'i yang  meluruskan pemikiran yang rusak itu dan  membangun perasaan yang Islami.

Contoh  pemikiran rusak dan tidak Islami antara lain:  pemisahan agama dari kehidupan  (sekularisme), ide kebebasan dan demokrasi,  ekonomi kapitalis yang ditopang dengan riba,  umat Islam tidak merasa berdosa ketika  hukum Allah tidak diterapkan atas mereka, umat  Islam tidak merasa berdosa ketika marak di  tengah-tengah mereka perjudian, perzinahan,  narkoba, pornoksi dan pornografi, dll.

Yang  semua itu harus diubah dengan dakwah  pemikiran sehingga Allah tidak akan  menimpakan fasad di muka bumi ini. Mengenai bai'at memang itu kewajiban  kaum muslimin, sebagaimana sabda Rasulullah  saw."Barangsiapa mati sedangkan di pundaknya  belum ada baiat (kepada seorang khalifah) maka  mereka mati dalam keadaan jahiliyah".

Tentu  yang dimaksud disini adalah baiat kepada  seorang khalifah atau Amirul Mukminin yang  akan menerapkan hukum-hukum Allah dan  menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia  dengan dakwah dan jihad sehingga menjadi  nyata bahwa Islam adalah rahmatan lil ''alamin.


Apabila diibaratkan air maka Islam adalah  ibarat air yang mengalir dengan jernih, oleh  karena itu dibutuhkan wadah yang bersih untuk  menampung air jernih itu, apabila wadahnya  kotor maka air yang jernih tadi akan menjadi  keruh dan orang-orang yang melihatnya pasti  tidak mau meminumnya atau mengambilnya  untuk mencuci pakaian bahkan bisa jadi manusia  akan membuangnya.

 Wadah itu adalah  pemikiran kita, apabila pemikiran kita bersih  maka Islam menjadi bersih, apabila pemikiran  kita kotor/rusak maka rusaklah pemikiran kita.  Oleh karena itu dibutuhkan orang-orang yang  ikhlas dan berjuang dengan sungguh-sungguh  untuk mebersihkan pemikiran umat yang rusak  itu. Wallahu a'lam. 
Diberdayakan oleh Blogger.