Header Ads

BENCANA TERBESAR : RUNTUHNYA KHILAFAH

Daulah Islamiyah dibangun oleh  Rasulullah SAW di Madinah pada 622  DM. Sepeninggal Beliau,  kepemimpinan umat diserahkan kepada para  Khalifah (pengganti). Dari sinilah istilah  khilafah muncul. Sejak didirikan oleh Nabi  SAW hingga masa Khulafaur Rasyidin, syari'at  Islam diterapkan dengan sempurna. Akan  tetapi setelah itu mulai terjadi penyimpangan  dalam penerapan syari'at.

 Ditambah lagi  dengan konspirasi orang-orang kafir yang tak  pernah berhenti berupaya menghancurkan  khilafah. Hingga akhirnya, khilafah  dilenyapkan melalui seorang antek Inggris,  Mustafa Kemal pada 3 Maret  1924 M,  bertepatan dengan 28 Rajab 1342 H. Setelah khilafah diruntuhkan,  hingga saat ini nggak ada institusi negara  yang menerapkan syari'at islam secara  kaaffah alias menyeluruh. Sebagai gantinya  yang diterapkan adalah hukum buatan  manusia yang amburadul.

Akibatnya  muncullah berbagai bencana yang menimpa  setiap sendi-sendi kehidupan kita hingga saat  ini. Dalam aspek sosial dan budaya,  haduh...!, sungguh hancur berantakan.  Kawan-kawan D'Riser juga bisa liat sendiri,  gimana bejat dan amoralnya struktur sosial  umat Islam saat ini. Seandainya kebobrokan  sosial ini disikapi dengan mengurut dada,  bisa-bisa akhirnya malah jadi tukang urut  beneran (hiperbolis).

Sebagai contoh, di  Indonesia, negeri yang umat Islamnya  terbanyak di dunia ini, ternyata mendapat  ranking 4 sebagai pengakses konten porno di  internet. Ditambah lagi perilaku seks bebas  yang makin merajalela. Bahkan bocah esde  aja sekarang mah udah ngarti yang namanya  orgy alias zinah berjamaah. Paraah… Di ranah hukum, bencana yang  terjadi juga sama parahnya. Setiap hari kita  disuguhi berita tentang maraknya  ketidakadilan yang terjadi di seluruh dunia.  Hukum menjadi ibarat kapak, tajam bila  dikenakan pada rakyat kecil, tapi tumpul  ketika berhadapan dengan orang-orang  yang punya kekuasaan.

Kita juga melihat  ketidakadilan terhadap saudara-saudara  kita yang dituduh sebagai teroris, padahal  belum terbukti kebenarannya. Bahkan  beberapa diantara para tertuduh itu  langsung dieksekusi tanpa melalui proses  pengadilan yang fair. Sementara kepada  para koruptor yang jauh lebih  membahayakan negara, baru deh  ngomong asas praduga tak bersalah,  blablabla… padahal bukti-bukti sudah  nyata di depan mata. Sungguh terlalu… Sementara bencana  perekonomian, dampaknya jauh lebih  parah. Dengan diterapkannya sistem  ekonomi kapitalisme, yang kaya menjadi  semakin kaya, sedangkan yang miskin  menjadi semakin memble.

Sumber daya  alam yang menguasai hajat hidup orang  banyak dikuasai oleh segelintir orang  melalui perusahaan-perusahaan  multinasional mereka. Sebuah studi dari  World Institute di United Nations  University melaporkan sebanyak 1% orang  terkaya dunia menguasai 40% aset global,  bahkan 10% orang terkaya dunia  menguasai 85% aset dunia.

Survei Bank  Dunia menyatakan pada 2008 sebanyak 1,4  miliar orang atau 15% dari populasi dunia  hidup miskin dengan penghasilan US$ 1,25  per hari. Bencana ekonomi ini bukan  hanya menimpa umat Islam, non muslim  juga terkena dampaknya. Di amerika  sendiri, jumlah orang kismin semakin  meningkat. Tahun 2007, jumlah orang  miskin di AS sebanyak 37,7 juta orang,  tahun 2008 meningkat jadi 39,8 juta orang  dan tahun 2009, 43,6 juta orang Amrik  hidup miskin!

Karena jurang pemisah  antara miskin dan kaya makin lebar,  bahkan ada kekhawatiran masyarakat  dengan ekonomi kelas menengah akan  segera punah… Yang lebih menyedihkan adalah  bencana penjajahan fisik terhadap umat  Islam di berbagai belahan dunia. Saat ini  umat Islam walaupun jumlahnya banyak  tapi lemah dan tak berarti seperti buih di  lautan.


Nyawa seorang muslim bagai kerikil  di tepi jalan yang tak berharga. Penghinaan  dan pembantaian terjadi dimana-mana,  tapi tak seorangpun penguasa negeri-negeri muslim yang bertindak, selain  mengecam saja. Padahal semua ini nggak  akan terjadi bila ada institusi negara yang  melindungi umat Islam. Karena itulah, runtuhnya khilafah  dan dicampakkannya hukum Allah disebut  Ummul Jara'im, alias biang dari segala  malapetaka, kejahatan, dosa, dan  kerusakan moral umat. Maka solusinya  tidak lain adalah menegakkan kembali  khilafah yang menerapkan hukum Allah  secara kaaffah. Ayo berjuang![Isaak] 
Diberdayakan oleh Blogger.