Header Ads

THE MOST TREACHERORUS NATION

Lagi-lagi Israel bikin ulah. Setelah  membombardir Gaza akhir tahun 2008  lalu, kali ini Israel menyerang  rombongan bantuan kemanusiaan untuk  Gaza. Tanggal 31 Mei lalu jam 4 pagi angkatan  laut Israel membajak dan menyerbu armada  kapal yang sedang menuju Jalur Gaza dalam  misi kemanusiaan.
Padahal, armada kapal itu  masih berada di perairan internasional, tapi  Israel dengan angkuhnya menyerang salah  satu kapal dalam rombongan tersebut (Mavi  Marmara) hingga belasan orang aktivis  meninggal dunia dan sekitar 50 orang luka-luka. Beberapa korban meninggal tersebut  ditembak dari jarak dekat sekitar 45 cm.

Salah  satu diantaranya adalah seorang warga negara  Amerika yang ditembak 4 kali di kepala. Israel  bahkan menembak orang yang melambaikan  bendera putih. Masih belum puas, 4 orang  yang terluka pun mereka lempar ke laut. Aksi main bajak-bajakan pasukan  Shayetet 13 ini pun menuai kecaman dari  berbagai elemen di seluruh penjuru dunia.  Jutaan orang di seluruh dunia turun ke jalan  dan mengutuk Israel. Aksi-aksi boikot Israel  pun dijalankan.


Hari Rabu, 2 Mei 2010 rapat  Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC)  meluluskan draft resolusi yang mengutuk aksi  maut Israel atas rombongan kemanusiaan  Gaza. Dari 47 negara anggota UNHRC, 32  negara mendukung draft resolusi yang digagas  oleh negara-negara muslim dan Arab  tersebut, sementara 3 negara yaitu Amerika  Serikat, Italia dan Belanda menolak, dan 9  negara Eropa sisanya termasuk Inggris  memilih abstain.

Akankah resolusi kali ini dipatuhi oleh  Israel? Sepertinya dunia dan seisinya pun bias menebak: tidak  akan. Wajar kalau  semua orang  bersikap skeptis.  Sebab, bukan sekali  dua kali saja Israel  melakukan  pelanggaran terhadap  hukum internasional dan resolusi PBB. Malah,  Israel tercatat sebagai negara yang paling  banyak melanggar (bahasa 'sopan'nya:  mengabaikan, padahal itu-itu juga) resolusi  PBB dari seluruh anggota PBB. Ini bukan asal  nuduh lho. Pernyataan ini berdasarkan  penilitian yang dilakukan pada tahun 2002  oleh Steven Zunes, seorang profesor ilmu  politik di Univ. San Fransisco. Hasil  penelitiannya itu dimuat di harian Haaretz  yang merupakan koran tertua di Israel.  

Zunes memutuskan untuk memulai  penelitian tersebut setelah mendengar alasan  pemerintahan George W. Bush yang  menyerang Irak karena Irak melanggar  resolusi PBB. Ternyata, Israel berada di daftar  teratas, menyusul Turki dan Maroko. Negara-negara yang banyak diopinikan sebagai "bad  guys" seperti Iran dan Korea Utara malah  berada di urutan paling bontot. Zunes juga  menemukan fakta bahwa kebanyakan negara  pelanggar resolusi itu adalah negara-negara  yang berhubungan baik dan menerima  bantuan kemiliteran dan dana dari A.S.  

Nah, berdasarkan penelitian Zunes itu,  dari 218 resolusi yang dikeluarkan DK-PBB  untuk Israel sampai tahun 2002, 90  diantaranya terus dilanggar secara terbuka  oleh Israel tanpa pernah dimintai  pertanggung-jawaban. Dan pelanggaran tersebut  terus berlanjut sampai sekarang. Padahal ini  belum termasuk resolusi yang nggak sempat  terbit karena keburu diveto oleh Amerika,  yang jumlahnya mencapai 29 resolusi.
Jadi,  kalau ada resolusi yang menyudutkan Israel,  Netanyahu tinggal minta Obama untuk  menggunakan hak vetonya. Gampang amat. Sejak jaman jebot pun, zionis Israel itu  memang dikenal sebagai kaum yang sering  mengingkari perjanjian. Dalam Al-Qur'an surat  Al-Maidah:12-13, disebutkan bahwa sebagian  besar yahudi adalah pengkhianat. Sejak  zaman Nabi Ya'kub sampai sekarang, sudah  nggak terhitung pengkhianatan yang  dilakukan oleh yahudi zionis terkutuk ini.  

Makanya wajar dong kalau Israel kita  nobatkan sebagai rajanya pengkhianat? Zionis Israel memang sudah membatu  hatinya dan budek telinganya. Jadi, mau  disebut apapun, Israel akan tetap teguh  dengan pengkhianatan dan arogansinya. Israel  akan terus membantai rakyat sipil dan  membajak setiap bantuan kemanusiaan. PBB  nggak mungkin mampu menghentikan  penjajahan Israel.
Wong PBB diatur sama  Amerika, dan Amerika juga jongosnya Israel!  Jadi sudahlah, jangan berharap pada PBB.  Lebih baik memperjuangkan tegaknya  persatuan umat Islam dalam naungan  Khilafah, lebih realistis![Ihsan

ISRAEL= PENGECUT


Pembajakan A.L. Israel atas kapal Mavi  Marmara bukan tanpa perlawanan. Para  aktivis berusaha mempertahankan nyawa dan  melawan balik serbuan Israel dengan senjata  seadanya, karena sejak awal mereka memang  tak berenjata. Salah satu yang melawan itu  adalah Ken O'Keefe, aktivis yang juga mantan  marinir A.S. Saat inilah O'Keefe dan rekan-rekannya melihat sifat asli Israel. Kasar namun  pengecut. Dalam perlawanannya itu para aktivis  berhasil melumpuhkan 3 orang marinir.  

Mereka juga berhasil menyita pistol dan  senapan serbu ketiganya. Walaupun mereka  tahu bahwa 3 orang yahudi itu membunuh teman dan keluarga mereka, tak ada seorang  pun yang mengambil kesempatan untuk  membalas dendam. Malah senjata-senjata itu  mereka buang ke laut. 

 Tiga orang Israel itu dibawa masuk ke  dalam kapal, tak berdaya dan dikepung oleh  ratusan aktivis. Wajah mereka memancarkan  ketakutan, seolah berpikir bahwa hari itu  adalah hari kematian mereka. Tapi bukan  amarah dan pembalasan dendam yang  mereka terima, tapi pengobatan atas luka-luka mereka, kemudian dilepaskan. Padahal  kalau mau para aktivis itu bisa saja menghajar  mereka sampai mati. Sebaliknya, Israel malah memperlakukan  para aktivis itu seperti anjing. 

Selama penyerangan, Israel tak mengizinkan korban  luka tembak untuk dirawat oleh para dokter  yang berada dalam kapal. Ketika seorang  dokter meminta izin merawat aktivis yang  sekarat degan bahasa Ibrani, tentara Israel itu  malah membentak dan menyuruhnya diam.  Akhirnya aktivis yang luka parah itu meninggal  karena tak sempat dirawat. Selama ditahan Israel, para aktivis  ditekan secara fisik dan mental. Beberapa  diantaranya dihajar berkali-kali. Termasuk,  

O'Keefe yang setibanya di Turki masih  berlumur darah. “All I saw in Israel was  cowards with guns.” ujar O'Keefe. So, nggak  ada alasan untuk takut sama israel! [] 
Diberdayakan oleh Blogger.