Header Ads

SALAM SATU JARI

Tidak dipungkiri memang, bahwa banyak  juga  anak-anak punk  yang  kemudian  mengganti   i deol ogi nya  dengan  pemikiran-pemikiran Islam.  Saya juga  tidak  tahu apa penyebabnya. Apakah kebanyakan  anak-anak punk memang kaum yang selalu  mencari  kebenaran? 

Saya  rasa  demikian.  Sebab, setelah lama berkutat di dalam scene  punk, saya tahu bahwa komunitas punk adalah  komunitas  yang  luar  biasa.  Tongkrongan  mereka sering dipenuhi dengan diskusi-diskusi  segar menyangkut segala macam persoalan.  

Bukan hanya itu, mereka juga selalu berusaha  untuk mengimplementasikan hasil diskusinya  tersebut untuk menjadi aksi langsung, sehingga  obrolan mereka tidak hanya sebatas talk only  seperti  yang  dilakukan  oleh  para  pejabat  pemerintahan yang  gemar obral janji  tapi  jarang  sekali terbukti.  Meskipun ada juga  sebagian anak-anak punk yang hanya lebih  mementingkan  fashion  dan  malas  untuk  membaca,  tapi  di  sini  saya  tidak  ingin  membahas yang itu.

Begitulah. Menurut saya,  fenomena tentang banyaknya anak punk yang  kemudian berpindah haluan ke Islam,  saya  tidaklah terkejut. Itu sebabnya, Wake Up! edisi kedua  ini mengambil tema Don't Forget Your Roots,  and Don't Sell Out!.

Sebenarnya sih edisi kali ini  Wake Up! tidak hanya ingin membahas tentang  punk yang “hijrah” ke Islam  saja, tapi lebih  kepada makna “kembali ke Islam”. Semoga saja  dengan  begini  seseorang  yang  ingin  memawancarai saya  itu  bisa mendapatkan  jawaban.   Tulisan di atas sengaja Alga copas  dari jurnal  elektronik resminya salah seorang  kawan yang sudah insyaf. Beliau kerap dipanggil  Cirex  alias Tukang Tidur. 

Si Tukang Tidur ini  bukan  cuma  tidur  doang,  tapi  sudah  ngerangkep  jadi  editornya  sebuah  Zine  bernama “Wake Up!” yang aromanya ngajak  orang yang udah insyaf supaya makin insyaf.    Memang,  pada  akhirnya….  Iman  ngga sebatas cas-cis-cus, ingin pula diwujudkan  dalam aksi termasuk mengganti symbol-simbol  berhala yang dulu digemari kepada mainstream  baru  dengan  aqidah  sebagai  landasannya.  
“SALAM SATU JARI”

 adalah salah satu bentuk  kreasi teman-teman punk yang udah insyaf.  Udah jadi rahasia umum kalo salam metal tiga  jari  sebenarnya adalah lambang  sakral untuk  kaum pagan, kaum satanic (itu loh… pagan yang  lambangnya kambing berhala).    Weits,… siapa sangka, dari sekedar  lambang  ternyata  terpengaruh  dengan  hadlarah musyrik, perilaku syirik alamat neraka  cuy! Syerem! Salam metal kepala kerbau juga  identik  dengan hegemoni Zionis dan segala  perilaku jahil turunannya. (Sex bebas, alcoholic,  hedonistik, dll).

Maka, teman-teman punk yang  udah tobat  ngga mau nrimo lagi  lambang-lambang  gituan. “La ilahaillallah,  Muhammad  rasululullah”, itulah sekarang jalan hidup! Ngga  pake kompromi. Ahad !  Cukup  Allah saja  sebagai illah/rabb/tuhan! “SATU!”,  “AHAD!”,  “ALLAH”,    “TIADA ILLAH  SELAIN ALLAH”

 Jadi deh salam satu jari  sebagai salam yang  berarti  segala  puja-puji,  sanjungan,  penghambaan,  pemberi an  cukupl ah  diperuntukkan untuk Allah SWT saja. Ya ALLAH,  istiqomahkan kami di jalan-Mu yang lurus. Jalan  yang Engkau Ridhoi. Aamiin. ALLAHU AKBAR!  [alga 
Diberdayakan oleh Blogger.