Header Ads

PUDARNYA PESONA SANG BINTANG

Aku ingin bersinar
Laksana bintang di langit kelam
Hiasi malam, dikagumi orang-orang
..……………****…………………

Nyaris ngga kehitung banyaknya bintang yang berseliweran di layer kaca. Mulai dari bintang lama yang makin bersinar ‘Agnes Monica’ ampe bintang sinetron yang lagi naek daun sekelas Nikita Willy. Belum bintang lokal yang juga ngga mau kalah tebar pesona. Yahhh, namanya juga bintang. Ya indah, bersinar, penuh pesona dan bergantung di atasssss sanaaa. Sedangkan kita-kita, nun jauuhhhhhh di bumi ini. Mampu berdiri aja udah syukur.

            Memang, kalau dilihat-lihat sih, angkat dua jempol untuk semangat dan eksplorasi mereka terhadap bakat serta kerja keras hingga akhirnya jadi ’Sang Bintang’. Agnes sendiri udah susah payah merintis karir sejak jaman eS De doeloe. (Jaman-jamannya Alga masih imut, si Agnes udah nyanyi ‘gantungkan cita-citamu setinggi langit’). Nahh,, Sekarang bintang-bintang itu sedang bergelantung di atas sana, mengudara dan jadi panutan banyak remaja. Mulai dari fashion, life stlye, ampe way of life-nya juga kecantol ama bintang yang mereka kagumi. Acara ‘mencari idola alias calon bintang’ bertaburan bak jamur di musim hujan. Coba bandingin ama peserta yang nimbrung di olympiade matematika ato karya ilmiah? Wuihh,,,… jauh bangett kan. Gleg~

Pudarnya Pesona Sang Bintang
            Apa sih yang bikin kita mengidolakan sang bintang?  Alasannya bisa macem-macem. Bisa karena wajahnya, suara, akting, body-nya yang ngalah-ngalahin gitar spanyol ato lainnya. Nahh, semua kriteria itu seringkali terpengaruh sama lingkungan. Media massa dan kaum intelektual, berperan banget untuk nge-judge kriteria yang pantas jadi idola. Ngga usah  jauh-jauh deh. Cantik itu apa sih? Dulu era tahun 80-an, ngetrend banget ama tubuh ‘tiang listrik’. Cewe itu dikatakan cantik kalo tubuhnya ceking bin kurusss. Maka di era itu, artis bernama Twiggy jadi idola sejagat raya. Sekarang gimana? Nahhh… kata di iklan di tivi…. Ternyata cantik itu identik ama kulit putih, body montok ama muka blasteran. Pantes aja kalo Luna Maya jadi idola. Udah cantik, tinggi, blasteran, multitelen, bisa nyanyi, bawa acara dan sebagainya. Ngga peduli deh mau aslinya gimana, yang pasti sesuai ama kriteria tersebut.

            Namun itu semua ngga ada artinya kalau kita lihat hakikat yang sebenarnya. Kecantikan ngga akan bisa melabeli kemuliaan seseorang. Cantik, uang banyak, tubuh bagus bukan tolak ukur yang bikin kehidupan harmonis. Terbukti, ketika sang bintang ketimpa badai dalam kehidupan. Ngga sedikit yang kandas di tengah jalan bahkan berakhir tragis. Alga jadi keinget apa manusia legendaris yang bikin mahluk sedunia tergila-gila ama syair lagunya. Bikin anak muda selingkuh dari metal tiga jari untuk kemudian nimbrung ama genre yang dibawanya: Alternative music Rock. Siapakah dia sodara-sodara?? Yup, benar banget: Kurt Cobain. Sang pelantun lagu bla bla, pemilik istri cantik bla bla, bintang terang di tahun bla bla. Tapi semua nikmat dan pencapain itu ngga bikin Cobain bahagia. Malan nian Si Cobain akhirnya meninggal karena overdosis setelah sebelumnya sempat dirawat di rehabilitasi. Bukannya sungkem adem ngikutin perawatan, yang ada Cobain lari dari tempat rehab. Cobain menghembuskan nafasnya dalam keabadian. Syair indahnya tinggal nama. Ternyata kisah tak seindah syairnya. Bad Ending, sist!

            Sebenarnya itu bukan Cobain seorang kok. Masih ada jajaran bintang-bintang lainnya yang pesonanya tlah pudar. Rumah tangga berantakan, gonta ganti pasangan, suka mabuk-mabukan, temanan ama drugs, gaya hidup hedonis, de es be. (Beneran loh, ini bukan karena DRISE ngiri, tapi karena itu dilarang Allah SWT). Duuhh,,, mau yang begini kita jadikan contoh? Hemm, belum tentu loh baek di dunia apalagi untuk akherat.

Sang Bintang Sejati     
Kalo ngga ati-ati, para bintang tersebut bisa jadi thogut. Yup, semacam berhala sampingan, tandingan dalam penghambaan kita kepada Allah. (atuttt ah,,,). Ngga sadar, selangkah demi selangkah remaja muslim meninggalkan identitas keislamannya. Emang sih bukan diminta menanggalkan agama, tapi racun ini amat membiussss! Terkait siapa yang pantas dijadikan idola, Rasul SAW ngga akan pernah kalah pamor dibanding ama tokoh mana pun di muka bumi ini. Michael Hart dalam bukunya 100 tokoh paling berpengaruh, menyatakan Rasul Muhammad SAW sebagai tokoh paling yahud sepanjang sejarah manusia. Salah satu T-O-Pnya Rasul yakni beliau mampu menakulukkan jazirah arab yang jahil menjadi peradaban gemilang tanpa didahului oleh pertumpahan darah. Kira-kira artis jagoan kita sanggup  ngga ya? Apakah tokoh jagoan dunia Obama, sanggup catet rekor genean?

Cuma itu?? Eii,sini saya bisikin:”Rasul tu ya,,... suami baek hati, khalifah yang adil, pemaaf, kaga serakah apalagi doyan korupsi”. Kalau mengharapkan tokoh yang lain-lain, niscaya akan kecewa. Ada orang santun, tapi gampang sakit ati. Ada orang pinter, tapi angkuhnya bukan maen. Ada ahli ibadah, tapi giliran dikasi kekuasaan matanya langsung ijo (ngiler ama dolar seehhh). Boleh kita mencontoh baek-baeknya, tapi teteeuuuppp kalo mau cari kebaikan, semua udah komplit di diri sang Rasul SAW.

”Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian” (TQS. Al-Ahzab: 21)

Gimana kalau kebentur ama hal-hal wanita? Rasul kan bukan wanita, boww,,,, Nah, itulah dia indahnya dakwah dan kehidupan Rasulullah. Rasul itu bukan spesifik penguasa/khalifah, bukan cuma panglima perang apalagi kyai panggilan musim ramadhan. Beliau adalah penyeru dan pembawa kabar gembira. Maka Rasul selalu beri kabar maupun risalah kepada berbagai kalangan. Termasuk istri-istri, anak-anak, sanak tetangga dan tiada sungkan menjawab pertanyaan dari siapa pun jua. Tidak terkecuali kalangan sahabiyah (sahabat perempuan). Jika sahabiyah sungkan dengan rasul (maklumlah, rasul kan amat mulia. Jadi kadang keder duluan, hehe). Nahh, dalam kondisi seperti itu, para wanita boleh datang kepada istri-istri beliau. Aisyah ra, sebagai istri paling muda, terimut, sekaligus pemikir handal sering jadi rujukan bertanya para muslimah.


Dari peradaban islam lahir idola dan bintang yang bertabur catatan emas sejarah. (Ingat loh, bukan modal tampang, body ama semangat doang. Tapi sukses mulia yang barokah, Insyaallah). Lahir tokoh luar biasa semisal: Khadijah yang memberikan keteduhan dihati Rasulullah. Ketabahan Sumayyah. Kecerdasan ‘Aisyah yang telah meriwayatkan 2220 hadits. Fatimah sang ibu handal yang mendidik dua pemuda Syurga yakni Hasan dan Husein. Ada Su’da binti Kariz, bibinya Ustman bin Affan yang telah membuat Islam mudah merasuk ke hati Ustman bin Affan. Ummu Sulaim membuat beberapa orang Yahudi terkapar waktu penaklukan benteng Khaibar. Kedermawanan Zubaida permaisuri Harun Al Rasyid yang mendorong pembangunan jalan air di Kota Mekkah serta membangun kembali kota Alexandria. Ck ck ck.... tak habisnya mulut ini berdecak kagum. Subhanallah! Tak pudar pesona mereka dimakan usia.

Diberdayakan oleh Blogger.