Header Ads

PERGAULAN DALAM ISLAM

Mbak, sebenarnya bagaimana sich pergaulan dalam islam kata sahabat saya antara pria dan wanita tidak boleh berbincang-bincang apakah benar? ( andn - bandung)

Dik Andn  yang  baik, Islam  merupakan way of live yang  sempurna. Islam mengatur segala  aspek kehidupan, termasuk  diantaranya adalah bagaimana cara  bergaul antara pria dan wanita. Allah  SWT memberikan seperangkat tata  aturan tidak lain adalah untuk  kebaikan kehidupan manusia. Di  dalam Islam, sistem pergaulan  dikenal dengan sebutan nidzam al  ijtima'i .

Di dalam Islam, hukum asal  pria dan wanita adalah terpisah.  Penggambarannya seperti yang kita  saksikan sewaktu shalat di masjid  antara pria dan wanita terpisah di  barisan yang berbeda. Dalam  kehidupan di luar shalat seharusnya  juga demikian, antara pria dan  wanita terpisah.

Akan tetapi  meskipun terpisah, bukan berarti  tidak boleh sama sekali berinteraksi,  karena tidak bisa dipungkiri di dunia  ini ada pria dan ada wanita yang  satu sama lain terkadang  membutuhkan interaksi. Lalu  bagaimana interaksinya?  

Dik Andn, dalam kehidupan  sehari-hari, ada pertemuan antara pria dan wanita. Pertemuan tersebut  ada yang tanpa disertai  interaksi  (ijtima') dan ada yang disertai  interaksi  (ikhtilat). Islam mengatur kedua hal  tersebut agar kehidupan berjalan  dengan benar, dengan batas yang jelas  agar tidak terjadi kerusakan akibat  pergaulan bebas.

 Di dalam Islam,  kondisi pertemuan tanpa interaksi  diperbolehkan jika hal tersebut  dilakukan di tempat umum dan tidak  berdua-duaan, misal di kendaraan  umum seperti angkutan kota, kita  boleh duduk berhadapan atau  bersebelahan dengan penumpang pria.  Sedangkan pertemuan yang disertai  interaksi (ikhtilat) pada dasarnya boleh  dilakukan jika yang dibicarakan bukan  hal yang diharamkan, serta dilakukan  tidak berdua-duaan. Islam melarang  berkhalwat (berduaan laki-laki dan  wanita ).

 “Janganlah sekali-kali seorang  pria & wanita berkhalwat, kecuali jika  wanita itu disertai mahram-nya” (HR.  Bukhari).

Islam mengatur, boleh antara pria  dan wanita berinteraksi jika ada  keperluan yang diperbolehkan.  Keperluannya adalah dalam muamalah  atau hubungan yang bersifat umum, seperti dalam perdagangan,  persanksian, kesehatan,dan   pendidikan.  Jadi boleh terjadi  percakapan antara pria dan  wanita dalam keempat bidang  tersebut.

Namun,  percakapannya sebatas  keperluan, bukan sesuatu yang  bersifat pribadi. Sebagai contoh,  misal saat pelajaran di kelas, kita  berdiskusi dengan teman pria   tentang  pelajaran dan bukan  percakapan mengenai masalah  pribadi seperti ngobrol tentang  hobby, becanda, curhat dll.  

Begitupula dalam perdagangan,  sewaktu kita membeli barang,   kita boleh tawar menawar  dengan penjual, sebatas  keperluan tawar menawar saja.  Dalam bidang persanksian dan  kesehatan juga boleh terjadi  interaksi sebatas keperluannya,  misal menjadi sanksi di  pengadilan atau berobat ke  dokter laki-laki. Sedangkan  hubungan yang bersifat khusus,  seperti  saling barkunjung antara  pria dan wanita sebatas main-main atau pergi bertamasya,  jalan-jalan bersama antara pria  dan wanita tidak diperbolehkan.

Di Andn, selama berinteraksi  antara pria dan wanita, Islam  memerintahkan wanita untuk  mengenakan pakaian secara  sempurna yaitu berkerudung  (QS. An-nur:31) dan berjilbab  (QS.Al-Ahzab:59).

 Kerudung  adalah baju atas wanita yang menutupi rambut, telinga, leher serta  diulurkan ke dada hingga minimal  menutup kerah tiga kancing baju kita.  Sedangkan jilbab adalah baju kurung  yang tidak berpotongan, dan longgar  yang dijulurkan dari pundak hingga  menyentuh tanah (Jilbab bentuknya  mirip seperti jas hujan/mantel).  

Dalam interaksi, Islam  memerintahkan baik kepada pria  maupun wanita untuk menundukkan  pandangan (QS. An-Nur:30-31), yaitu  tidak memandang aurat. Aurat  wanita seluruh tubuh kecuali wajah  dan kedua telapak tangan, sedangkan  aurat pria adalah pusar hingga lutut.  Selain mengenai interaksi, di  dalam Islam juga diatur mengenai  bepergian. Jika kita akan ke luar  rumah, misal pergi sekolah, bermain  dll maka Allah SWT menyuruh kita  untuk ijin kepada wali (ayah, ibu,  kakek, dll).


Jika bepergiannya jauh,  tidak diperbolehkan bagi seorang  wanita berpergian sendirian selama  lebih dari sehari semalam tanpa  disertai mahram. Rasulullah SAW  bersabda “Tidak diperbolehkan bagi  seorang wanita yang melakukan  perjalanan selama sehari semalam  kecuali jika disertai dengan mahram”.  Demikian Dik Andn gambaran  interaksi di dalam pergaulan Islam,  semoga bermanfaat.[] 
Diberdayakan oleh Blogger.