Header Ads

Ngikutin Trend

Assalamu’alaikum, Pak Ustadz,  bagaimana hukumnya mengikuti  trend fashion/berpakaian seperti  orang barat?

Wa'alaikumussalam Wr. Wb  `Saudaraku yang berbahagia.. Islam adalah agama yang  sempurna (kamil wa Syamil)  sehingga dengan kesempurnaannya  itu umat yang memeluknya tidak  perlu lagi mengambil bagian yang  bukan dari ajarannya.

Sebagaimana  didefinisikan oleh Syaikh Taqiyuddin  An-Nabhany dalam kitabnya  Nidzhamul Islam, Islam adalah  agama yang diturankan Allah kepada  nabi Muhammad SAW. untuk  mengatur hubungan manusia  dengan tuhannya (mencakup  masalah akidah dan ibadah),  mengatur hubungan manusia  dengan dirinya sendiri(mencakup  masalah akhlak, math'umat dan  malbutsat)  serta mengatur  hubungan manusia dengan manusia  yang lain(mencakup masalah uqubat  dan muamalat).

Tentang pakaian  (malbutsat) adalah  bagaian dari  ajaran Islam, maka tidak  diperbolehkan bagi pemelukya  mengambil tata cara berpakaian  yang tidak sesuai dengan ajaran  Islam, sehingga dengan tegas  Rasulullah SAW. mengatakan  “Barang siapa menyerupai suatu  kaum maka ia termasuk  golongannnya”. Rasulullah SAW. melarang  umatnya tasyabbuh biqaumin  (menyerupai suatu kaum). Yang  dimaksud dengan menyerupai disini  adalah mengamalkan suatu amalan  yang menjadi ajaran agama lain  padahal Islam telah  mengajarkannya.

Sedangkan yang  dimaksud dengan suatu kaum  adalah umat selain umat Islam yang  mereka secara jelas memiliki  kekhasan dalam menampakkan  ajaran mereka. Contoh kaum nasrani  biasa menggunakan kalung atau  lambang-lambang salib, para rahib-rahib yang  memiliki pakaian khas  serta wanita-wanita kafir yang suka  menampakkan aurat.  Lantas bagaimana  Islam  mengatur tentang pakaian?  Pertama, harus menutup aurat.  

Aurat laki-laki adalah dari pusar  hingga lutut, sedangkan aurat  wanita adalah seluruh tubuh kecuali  wajah dan telapak tangan. Kedua,  tidak menampakkan bentuk atau  lekuk tubuh. Sehingga rasulullah  SAW. melarang wanita berpakaian  tetapi telanjang, seperti yang banyak  kita jumpai wanita-wanita disekitar  kita, mereka menutup auarat tetapi  bentuk tubuhnya kelihatan. Ketiga,  sesuai dengan perintah Allah SWT  sebagaimana terdapat dalam QS.  An-Nur: 31 dan Al-Ahzab: 59, yakni  menutup aurat harus dengan jilbab  (baju panjang menyerupai daster) dan  khimar (kerudung) yang menjulur  menutupi dada.

Memang hukum asal benda adalah  mubah, tetapi apabila benda atau hasil  sains dan teknologi itu lahir karena  akidah tertentu maka itu masuk wilayah  hadharah (peradaban). Kita tahu bahwa  akidah barat adalah sekularisme  (pemisahan agama dari kehidupan) dan  asas dari ideologi mereka adalah  manfaat, selama semua hasil produksi  tadi menghsilkan manfaat duniawi maka  sah menurut mereka. Tidak ada halal  dan haram dalam akidah sekularisme.  Sebagaimana mereka membuat design  pakaian, tata cara berpakaian dan  tujuan berpakaian semata–mata  dilandasi oleh asas manfaat bukan  ketundukan kepada ajaran Allah.

Oleh  karena itu pakaian-pakaian yang tidak  sesuai dengan ketentuan syariat Islam  seperti baju wanita yang ketat dan  menampakkan aurat adalah haram,  sedangkan pakaian-pakaian yang secara  umum (`urf  `am) bukan lahir dari akidah  tertentu dan tidak bertentangan dengan  prinsip-prinsip syariat Islam maka  diperbolehkan seperti memakai jas,  dasi, topi dll.  


Sauadaraku ada kaidah ushul  tentang hukum benda,”Al-Ashlu fil  Asyya'i al ibahah illa ma dalla addaliliu  at atahrim”  yang artinya, pada  dasarnya hukum setiap benda adalah  mubah kecuali ada dalil yang  mengharamkannnya. Sudah menjadi  keharusan bagi kita untuk mengambil  ajaran Islam secara totalitas sebagai  bukti keimanan kita kepada Allah SWT.  Wallahu a'lam . Barakallahu li  walakum.[] 
Diberdayakan oleh Blogger.