Header Ads

DEDEH WAHIDAH RAHMAT ; REMAJA ISLAM ADALAH PEJUANG KEMULYAAN ISLAM

Isu terorisme kembali nongol di permukaan saat memasuki bulan  September kemaren. Gara-garanya pasti tragedi hancurnya simbol  kapitalisasi dunia, gedung World Trade Center (WTC) di New York 11  September 2001 silam. Sialnya, masih aja opini media mengkaitkan  terorisme dengan ajaran Islam.  Sampe-sampe  terjadi  insiden  pembakaran al-Qur'an di negeri Paman Sam oleh simpatisan oknum  pendeta Terry Jones sebagai bentuk kebencian mereka terhadap  Islam.  Biar semuanya jelas,  Hikari dari D'Rise berkesempatan  ngobrol via email dengan Ibu Dedeh dari DPP Muslimah HTI terkait  isu terorisme. Langsung aja deh simak.

Opini yang menyudutkan Islam sebagai agama teroris kok masih terus  bergulir ya Bu? Kira-kira, apa sih penyebab utamanya?

 Stempel  negatif  terhadap  Islam  sebagai  pemicu  aksi  terorisme,  nampaknya akan terus berlangsung karena isu ini sengaja dibuat untuk  memuluskan politik AS yang memusuhi Islam. Dan supaya politiknya  didukung berbagai pihak, maka harus diciptakan bahwa Islam adalah  musuh bersama. Maka dicarilah isu  yang bisa mendeskriditkan Islam  sehingga orang takut kepada Islam dan memusuhinya. Isu yang paling jitu  membangkitkan  permusuhan  adalah terorisme.  Siapapun,  bangsa  apapun, dan agama apapun yang dipeluknya pasti tidak akan setuju  dengan terorisme dan tidak mau menjadi objek terorisme. Sehingga  ketika Islam diidentikan dengan agama terorisme, pasti akan muncul  sikap kebencian, perlawanan, bahkan perang terhadap Islam.

Kalau isu ini  berhasil mempengaruhi manusia, siapa yang diuntungkan? So pasti  Amerika.  Emang bener ajaran Islam memicu aksi terorisme Bu?

Soalnya media  sering menghubungkan kasus terorisme dengan Islam. Biar jelas, kita cek dulu definisi terorisme. Dalam kamus bahasa Indonesia  disebutkan kalau terorisme itu  adalah penggunaan kekerasan untuk  menimbulkan ketakutan atau usaha untuk mencapai tujuan, terutama  tujuan politik. Nah.., kalau kita pahami antara definisi terorisme tersebut  dengan ajaran Islam, jelas berbeda sekali dan tidak ada persamaannya.  Memang benar dalam ajaran Islam ada beberapa hukum yang bisa saja  dipahami mengandung unsur kekerasan. 

Seperti hukum tentang perang  dan sanksi-sanksi bagi para pelanggar aturan Allah. Tapi, itu semua tidak  diterapkan secara sembarangan dan bukan untuk melahirkan ketakutan.  Aturan atau hukum Islam hanya diberlakukan bagi orang-orang yang  sudah memahami Islam. Karenanya harus dipastikan telah sampai seruan  Islam kepada orang tersebut dan dia dalam kondisi waras akalnya untuk  memahami seruan tadi. Jadi, sekali lagi saya tegaskan bahwa Islam bukan  agama teroris. Kalau tentang media.., semua opini yang diberitakan media  kan tergantung keinginan pemilik media itu sendiri atau siapa yang paling  berpengaruh dalam menentukan kebijakan. 

Kita tahu bahwa kebanyakan  media dikuasai oleh para pemilik modal yang pemikirannya mendukung  politik AS, atau bahkan tidak sedikit diantara mereka itu adalah kaki  tangan AS. Jadi.., tidak heran jika media banyak mengkaitkan kasus  terorisme dengan Islam. Sekalipun pada faktanya aksi terror tersebut  bukan hanya dilakukan oleh orang Islam. Bahkan kalau kita fair dengan  istilah terorisme, maka yang tepat digelari gembongnya teroris adalah AS.  AS lah yang telah menyebarkan ketakutan dan penderitaan di berbagai  belahan dunia seperti di Iraq dan Afghanistan.  Isu  bahwa Islam  adalah agama terorisme terus digulirkan  karena mereka phoby terhadap Islam. 

Mereka takut kalau Islam kembali  Berjaya yaitu ketika Islam diterapkan bukan hanya sebatas agama ritual,  tapi Islam dipahami sebagai aturan seluruh masalah kehidupan. Mereka  mengetahui bahwa kalau Islam dibiarkan tanpa ada upaya penghadangan  (salah satunya dengan stigmatisasi), maka Islam akan mudah diterima  manusia karena Islam sesuai dengan fitrah manusia dan memuaskan akal.  Maka, pada saat itulah Islam akan kembali memimpin dunia. Islam akan  membongkar dan menghancurkan semua yang bertentangan dengan  Islam, termasuk kapitalisme dan sekulerisme yang diagung-agungkan  mereka.  

Lantas, gimana caranya biar masyarakat nggak menelan mentah-mentah opini yang keliru?

Pertama: mengajak masyarakat untuk menjadikan Islam sebagai standar  berpikir, berbicara, dan berprilaku. Karenanya penting sekali kita memiliki  pemahaman Islam yang benar (Islam kaffah), bukan Islam setengah-setengah. Kedua: kita harus memiliki kemampuan berfikir politis. Untuk  bisa berfikir politis, kita harus punya kebiasaan ngikutin fakta yang  berkembang atau gaul dengan media; mengkaitkan fakta tersebut  dengan fakta-fakta lain yang berkaitan; terbiasa menganalisa apa yang  melatar belakangi fakta/opini itu muncul. Ketiga: kembali mengingatkan  bahwa musuh-musuh Islam senantiasa akan berupaya untuk menyesatkan dan memusuhi Islam (TQS. Al Baqarah:120) Kalo ngeliat gaya hidup remaja muslim sekarang, kayanya udah banyak  yang kebawa pemikiran en kebudayaan barat.

Mereka lebih  pede  ngasih label  dirinya anak gaul yang bebas ngapain aja dibanding  remaja muslim sejati. Gimana tuh Bu?

 Inilah  salah  satu  bukti  keberhasilan  para  musuh  Islam  dalam  menyesatkan dan menjauhkan umat Islam dari ajaran agamanya. Padahal  remaja sekarang adalah calon pemimpin umat di masa depan. Kalau hal  ini dibiarkan, bukan mustahil ajaran Islam hanya dipahami dan diamalkan  oleh orang tua saja. Sementara remajanya disibukan dengan kehidupan  yang serba bebas, pada saat inilah kondisi umat Islam semakin lemah.  Umat Islam berada di tepi jurang kehancuran. Remaja Islam bukanlah  remaja bebas. Remaja Islam  adalah para pemuda yang menyadari  kedudukannya sebagai hamba Allah yang memiliki tanggung jawab untuk  meneruskan estafet perjuangan Islam. Karenanya menjadi tugas kita  bersama  untuk  mengembalikan  remaja  Islam  kepada  identitas  sebenarnya.

Wajar gak sih Bu kalo remaja ada yang baik perangainya ada juga yang  hidup seenaknya?  

Fakta ada yang baik dan ada yang buruk memang sunatullah, karena Allah  sendiri yang menciptakan sifat  demikian (TQS.Asy Syam:8). Namun,  adanya dua sifat ini tidak memaksa manusia untuk memilikinya. Selain  menciptakan dua kecenderungan, Allahpun telah menganugrahkan  kepada manusia pentunjuk Islam dan akal untuk memahami petunjuk itu.  Kalau manusia betul-betul menggunakan kedua anugrah ini, maka dia  akan bisa menempuh kehidupan yang benar sesuai dengan tujuan  penciptaannya, yaitu sebagai hamba Allah yang baik.

Kita semua memang  berharap bahwa semua orang menjadi baik. Dan yang penting dilakukan  adalah bagaimana mengupayakan bahwa kita semua menjadi baik?

Yaitu  dengan menjaga akal kita supaya tidak dirusak dan dilemahkan (seperti  menjaganya dari minum-minuman keras, narkoba, dan pornografi) dan  senantiasa memahami petunjuk Allah, serta berusaha sekuat tenaga  untuk melaksanakan petunjuk Islam yang sudah kita pahami.

Menurut Ibu, adakah Pelajaran dari peristiwa Soempah Pemoeda yang  sering diperingati setiap 28 Oktober?

Peristiwa Soempah Pemoeda adalah salah satu peristiwa sejarah bangsa  Indonesia  yang  menunjukkan  heroisme  para  pemuda  dalam  mengembalikan kemerdekaan bangsanya. Dari sisi ini pantas sekali ditiru  oleh remaja sekarang. Para remaja harus menyadari bahwa betapa besar  peran dan tanggung jawab yang ada di pundaknya.

Kini, banyak pergerakan anak-anak muda yang menuntut perubahan  sebagai ekpresi kekecewaan mereka terhadap sistem Demokrasi dalam  bingkai Kapitalisme yang nggak bisa beresin persoalan umat. Menurut  Ibu?

Ok.. saya sangat setuju dengan pernyatan kalau sistem sekarang tidak  mampu beresin permasalahan kehidupan manusia. Sistem kapitalis,  sekuleris, komunis, dan is..is yang lainnya memang telah terbukti bobrok,  bukannya beresin masalah malah nambah masalah dan memperparah  masalah. Satu-satunya sistem yang akan mengeluarkan manusia dari  kegelapan, kedzoliman, dan penindasan adalah sistem Islam  yang  membawa rahmat bagi seluruh alam (TQS.24:55)

Terakhir, ada pesan yang pengen Ibu sampaikan untuk genersi muda  terutama temen-temen D'RISEr
 Bagi para (D'RISEr), anda adalah calon pemimpin masa depan. Kalianlah  yang akan menggambar masa depan. Setiap torehan yang kalian  goreskan akan berkontribusi terhadap gambar yang akan tampil di layar  masa depan. Karenanya bekalilah diri kalian dengan tinta pemahaman  Islam yang benar dan runcingkanlah pena dengan semangat perjuangan  dan pengorbanan. Remaja Islam Bukan remaja bebas, Remaja Islam  adalah Remaja Pejuang Kemuliaan Islam.

Selamat berjuang!!! Allahu  Akbar..!!! [hikari] 
Diberdayakan oleh Blogger.