Header Ads

Cara Komunikasi

Assalamu 'alaikum Mbak, gimana sih cara  berkomunikasi yang baik  dengan teman agar kita tidak  terkesan sebagai orang yang  cuek (Firda, Bandung)

 Wa'alaikumussalam Wr. Wb Dik Firda yang dirahmati Allah,  Berkomunikasi senantiasa  dibutuhkan semua orang. Kegiatan  manusia  90% dilakukan dengan  berkomunikasi, baik secara lisan (verbal),  maupun bahasa tubuh (nonverbal).  Sebenarnya tanpa kita sadari, setiap hari  bahkan setiap saat kita melakukan  komunikasi, seperti berbicara tatap  muka (face to face), berhubungan  melalui media (mengirim surat atau  menelepon), berkedip, menyilangkan  tangan, mengangguk, berdehem, dan  lain-lain.

Akan tetapi, sering  komunikasi kita terasa kurang efektif  atau kurang baik, dimana kita  merasakan maksud pesan yang kita  sampaikan tidak sama dengan  makna yang diterima orang lain.   

Dik Firda yang dirahmati Allah,  Proses komunikasi  dipengaruhi oleh faktor pribadi  (intrapersonal) dan orang lain  (interpersonal).Faktor intrapersonal  meliputi bagaimana kesungguhan  kita agar dapat menerima pesan   dengan benar agar nantinya  memberikan respon yang sesuai,  sedangkan faktor interpersonal  adalah faktor perilaku seseorang  dipengaruhi oleh konsep diri;  bagaimana kita memandang diri kita,  dan bagaimana orang lain  memandang kita. Konsep diri  seseorang akan mempengaruhi  komunikasinya dengan orang lain,  ketika seseorang memiliki konsep  diri bahwa dirinya kurang  menyenangkan dalam  berkomunikasi akan menjadikannya  kurang menunjukkan ekpresi tulus  dalam berkomunikasi.

Dik Firda yang dirahmati Allah, Ada dua kunci agar kita bisa  berkomunikasi secara baik, yaitu :   · Kita menjadi pendengar yang  aktif. Saat ada teman yang  berbicara menghadaplah ke  arahnya, pandanglah matanya  untuk menunjukkan kesungguhan  dan perhatian, sehingga teman  merasa dihargai. Dalam  memandang tentu harus sesuai  dengan syariat Islam. Selama  tidak melanggarnya, kontak mata  bisa untuk menjangkau hati lawan  bicara.

Cara memandang yang  tulus adalah dengan mengamati  bagaimana gesture, mimik muka,  pilihan kata yang digunakan  teman kita. Apakah teman  membelalakan mata,  mengerutkan alis, memiringkan  kepala, meninggikan nada suara,  melipat tangan di dada, konotasi  kasar atau halus, dan sebagainya.  Dengarkan dengan sungguh-sungguh, seakan-akan setiap  kalimat lawan bicara hal yang  penting. Selami bagaimana  perasaannya, kemudian jadilah  cermin dengan memberi respon  yang sesuai,misalnya “Jadi  maksud kamu …..”,  “Mmm….begitu?”, dan  sebagainya.

Begitulah Rasulullah  memperlakukan lawan bicara.  Beliau senantiasa bersungguh-sungguh dalam berkomunikasi  dengan memperlakukan lawan  bicara dengan sangat mulia,   mendengar seakan-akan setiap  kalimat lawan bicara adalah hal  yang sangat berharga.  · 

Kita memberikan respon yang  bijak. Respon yang tepat  menunjukkan bahwa kita telah  mendengarkan dengan baik.  Berbicaralan dengan bahasa yang  baik dan manis disertai adanya  perhatian, pengertian dan kasih  sayang. Dalam memberikan respon,  tunjukkan bahwa kita bisa mengerti  kondisi teman.

Misalnya, seorang  teman datang dan bercerita dengan  semangat bahwa dirinya berhasil  bangun malam untuk shalat  tahajud selama satu minggu. Jika  respon tanpa pengertian mungkin  seperti ini “ Terus, apa maksud  kamu bercerita?Nggak perlu cerita-cerita lah, nanti pahalanya  berkurang lho…”, coba bandingkan  dengan respon ini, “Saya ikut  senang kalau kamu berhasil”.  

Ciptakan suasana aman yang  menjadikan lawan bicara tidak  merasa terancam, terpojok, atau  tersudutkan. Ciptakan kondisi aman  dengan tidak memberi respons  yang bersifat menuduh, seperti  “Gara-gara kamu juga sih…”,  menghakimii “Kamu salah,  harusnya bukan begini…”,  mengevaluasi “Susah juga ya,  memberitahu kamu….”, dan  sebagainya.   


Dik Firda, dua hal tersebut  jika  kita bisa mengaplikasikannya dalam  berkomunikasi, insyaAllah teman akan  merasa nyaman berbincang dengan  kita, dan kitapun merasa senang.  Selamat mencoba.   [] 
Diberdayakan oleh Blogger.