Header Ads

BOM SYAHID

Assalamu'alaykum….maaf ustadz  saya mau tanya. Apa sih hukum  bom bunuh diri di Palestina seperti  yang sering diberitakan tv? Apa  sama hukumnya dengan bom  bunuh diri yang pernah terjadi di  negeri kita? [Ridwan Bogor]

Akhi…….Barakallahu fikum. Bom syahid atau Istisyhadiyah yang  oleh orang-orang kafir disebut bom  bunuh diri telah menjadi pembahasan  para ulama' kontemporer, pro kontra  tentang kebolehannya pun menjadi  perdebatan yang sangat sengit.  

Istisyhadiyah secara bahasa : adalah  isim masdar dari istasyhada yang artinya thalab syahadah (meminta  syahid), sedangkan secara  istilah istishadiyah bermakna :  perginya seorang mujahid. Sesungguhnya jumhur ulama'  telah sepakat atas  dibolehkannya aksi  istisyhadiyah ini dengan syarat-syarat sebagai berikut:
1. Ikhlas karena Allah semata.
2. Adanya kekalahan pada pihak  musuh.
3. Memberikan ketakutan  kepada musuh.
4. Menambah kekuatan pada  hati kaum muslimin.

Al-Mawardi menukil  pendapat Ibnu Taimiyyah di  dalam kitab al-Inshaf, “Syaikh  Taqiyudin An-Nabhani  menyebutkan bahwa  disunnahkan menerobos ke  barisan musuh demi  tercapainya manfaat bagi kaum  muslimin. Namun jika tidak tindakan ini dilarang dan  termasuk melemparkan diri  kepada kehancuran.” Al-Qosim bin  Mukhoimarah, al-Qosim bin  Muhammad, dan  Abdulmalik dari ulama  Ahlussunnah berpendapat,  

“Tidak mengapa seseorang  itu menyerang musuh yang  banyak sendirian jika ia  memiliki kekuatan, karena  Allah ta`ala, dan dilandasi  niat yang murni. Apabila ia  tidak memiliki kekuatan  maka itu termasuk  kebinasaan sia-sia. Jika ia  mencari syahid dan niatnya  murni, maka ia boleh  berangkat dan menjadikan  musuh sebagai sasaran.  Sebagaimana firman Allah  swt. Artinya: “Dan diantara  manusia ada yang menjual  nyawanya demi mengharapkan keridhaan  Allah.”(QS. Al-Baqarah: 207).


Dan masih banyak lagi  pendapat ulama' yang  membolehkan aksi istisyhadiyah  yang semuanya merujuk pada al-qur'an dan assunnah serta ijma'  shahabat. Tapi perlu diingat bahwa  aksi istisyhadiyah tersebut boleh  dilakukan hanya dalam situasi  perang atau umat Islam mengalami  ketertindasan dan penjajahan  secara fisik sebagaimana yang  terjadi di Palestina, Iraq, Afganistan  dll. Wallahu a'lam.[] 
Diberdayakan oleh Blogger.