Header Ads

BODY DYSMORPHIC DISORDER (BDD)

Adalah sebuah istilah yang tiba-tiba tercipta begitu ajah  di kalangan para ilmuwan en dokter, ketika melihat fakta  kebanyakan pasien perempuan mereka begitu serius ambisius buat  mengubah fisiknya sesuai dengan yang diharapkan. BDD  merupakan rumusan yang menggambarkan suatu kondisi, dimana  seseorang memberikan perhatian yang nggak wajar en berlebihan  terhadap suatu kekurangan dalam penampilan fisik siapa pun.

Baik  dirinya, en orang lain. Sebagai contoh real, dalam sebuah penelitian yang  dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Cincinnati,  terdapat 33.000 perempuan AS yang terang-terangan menyatakan  kepada para peneliti bahwa mereka lebih menyukai berat badannya  berkurang 10-15 pon, daripada berhasil meraih tujuan-tujuan  lainnya. Data itu menunjukkan bahwa 75% dari kelompok usia 18-35 tahun menganggap diri mereka terlalu gemuk, padahal hanya  25% diantara mereka yang secara medis dipandang kelebihan berat  badan.

Sementara itu, 45% perempuan yang berat badannya  kurang, beranggapan bahwa mereka terlalu gemuk. Sama seperti salah satu website yang bernama “Rexia  World” yang memiliki slogan yang menurut Hikari nyeleneh  banget; “Thinner, Bonier, and Closer to Perfection” (semakin  kurus, semakin kelihatan tulangnya, dan semakin dekat dengan  kesempurnaan).

Website tersebut mendeklarasikan 'Thin  Command-ment' yang menyatakan; “Kalau kalian tidak kurus,  maka kalian tidak menarik. Menjadi kurus lebih penting daripada  menjadi sehat. Kalian harus membeli busana, memotong rambut,  meminum obat pencahar (cuci perut), menahan lapar...dan  melakukan segala hal yang dapat membuat kalian tampak lebih  kurus. Kalian tidak boleh makan makanan berlemak tanpa  menyalahkan salah satu pihak setelah itu. Kalian harus  menghitung kalori serta membatasi asupan makanan ke dalam  tubuh.

Angka yang ditunjukkan oleh timbangan merupakan  perkara yang paling penting. Penurunan berat badan adalah hal  yang baik, sedangkan kenaikan berat badan merupakan bencana.  Menjadi kurus dan tidak makan adalah tanda-tanda datangnya  kekuatan dan kesuksesan yang hakiki.” Obsesi yang semakin meradang di dalam benak kaum  wanita dunia tentang standar berat badan ideal telah mengakibatkan  timbulnya sejumlah penyakit aneh en sangat serius.

Anorexia  Nervosa, penyakit akibat gangguan pola makan yang dapat  menimbulkan gejala-gejala hipotermia, tekanan darah rendah,  detak jantung yang nggak teratur, kemandulan, hingga dapat  menghantarkan kepada kematian. Anorexia digambarkan sebagai “rasa takut yang teramat  berlebihan terhadap kenaikan berat badan or kegemukan,  sekalipun sesungguhnya berat badannya masih kurang.” Penyakit  ini membuat penderitanya melakukan olahraga secara berlebihan,  mengkonsumsi obat pencahar agar tidak terjadi penyerapan zat  makanan oleh tubuh, serta menahan diri untuk tidak makan. Lembaga Nasional Kesehatan Jiwa di AS menyatakan  bahwa setiap hari, orang Amerika menghabiskan rata-rata dana  sebesar 109 juta dollar buat beli makanan diet or produk-produk diet.  

Lembaga itu juga mengungkapkan bahwa 1 dari 2o orang perempuan  di AS mengalami Anorexia, bulimia or gangguan pola makan; 1 dari 3  pelaku diet membiasakan diri dengan sikap en perilaku diet yang  sangat ketat, en 1 dari 4 pelaku diet ketat mengalami gangguan pola  makan. Berdasarkan data Asosiasi Anorexia dan Bulimia Amerika,  terdapat 1000 orang perempuan meninggal akibat Anorexia setiap  tahunnya di AS. Nggak sedikit perempuan-perempuan dunia yang  TERMAKAN opini media indutri kecantikan en hiburan. Mereka  tergoda untuk berusaha keras mendapatkan tubuh yang sempurna,  serta bersedia menempuh cara-cara yang ekstrem en berbahaya untuk  mencapai tujuan tersebut.

Sedot lemak (lipoplasty), operasi kelopak  mata, pembesaran payudara, perubahan bentuk hidung, en  pengencangan kulit wajah, adalah lima macam operasi yang paling  banyak digemari en sering dilakukan (ini berdasarkan data statistik  The American Society for Aesthetic Plastic Surgery). Dalam salah satu penelitian, ditemukan bahwa 1 dari 40  perempuan di AS telah melakukan operasi pembesaran payudara.  

Model yang sangat trend adalah penyuntikan “botox”, yaitu prosedur  untuk menghapus kerutan-kerutan di wajah dengan jalan  membekukan otot-otot wajah melalui penyuntikan botulin toxin. Bukan hanya kaum wanita Barat (amerika en eropa) ajah  yang menjadi korban. SELURUH KAUM WANITA di berbagai dunia  lain pun (australia, afrika en asia) turut terinspirasi untuk melakukan  berbagai macam operasi yang membuat dirinya semakin kelihatan  seperti “Barbie”.

Kalo D'RISEr tau Girls' Generation -lihat foto di  atas-, mereka adalah grup dancer (berjumlah 9 orang) sekaligus  penyayi Korea trerkenal, yang nggak sungkan-sungkan mengoperasi  dirinya demi meraih keindahan bentuk tubuh sesuai harapannya. Ya, 8  diantaranya “cantik manipulatif”. En hanya 1 orang (Yoona) yang  bertahan untuk tidak melakukan operasi apapun coz merasa khawatir  akan timbul berbagai efek pasca operasi yang nggak dibayangkannya.


Hfffffffhhhhhh!!! Udahlah, STOP! Beneran deh, kalo kita  ribet banget sama urusan-urusan kecantikannya versi Barat, kita bakal  capek banget-nget-nget-nget! So, udah yaaaah?! Daripada kamu jadi  penderita BDD, mendingan kamu jadi BDJ alias BANDAR D'RISE  JEMPOLAN! Wuuiiih! Tentunya itu jauuuh lebih bermanfaat buat  dunia en akhirat kamu! Sooka! (Hikari Inqilabi) 
Diberdayakan oleh Blogger.