Header Ads

BELAJAR BISNIS DARI PENGALAMAN ABDURAHMAN BIN AUF

muslimpreneur yang baik hati  dan tidak sombong (hehehe  kayak iklan) … sungguh  dalam rentang 14 abad, Islam  menaungi 2/3 belahan dunia,  merahmati alam raya, peradaban  Islam telah banyak melahirkan  pribadi-pribadi yang mengguncang  dunia.

Salah satunya adalah  sahabat Abdurrahman bin Auf,  melalui keteladanannya sebagai  muslim sejati, termasuk dalam  berbisnis yang dilakukannya pada  abad 1 Hijriah. Beliau termasuk  generasi sahabat yang masuk Islam  sangat awal, menjadi orang  kedelapan yang bersyahadah 2 hari  setelah Abu Bakar. Beliau termasuk  salah satu dari sepuluh sahabat  yang dijamin masuk surga.  Sungguh banyak teladan yang  dapat direngkuh dari sepak terjang  bisnis beliau.

Salah satunya adalah  pada aspek prinsip manajemen  bisnis yang dipegang kuat dan  diterapkan secara konsisten dan  penuh komitmen. Beberapa prinsip  beliau yang telah dikenal luas  adalah bahwa beliau hanya  berbisnis barang yang halal dan  menjauhkan diri dari barang yang  haram bahkan yang syubhat  sekalipun; keuntungan bisnis yang  didapat dinikmati dengan  menunaikan hak keluarga dan hak  Allah, untuk perjuangan di jalan  Allah; dan menjadikan harta  perniagaan sebagai sesuatu yang  dikendalikannya, bukan yang  mengendalikannya. Prinsip-prinsip manajemen bisnis  itu pun dibuktikannya.
Diantaranya  adalah :

(1) Berbisnis barang yang halal  dan menjauhkan diri dari barang  yang haram bahkan yang syubhat  sekalipun. Keseluruhan harta Abdurahman  bin Auf adalah harta yang halal,  sehingga sahabat lainnya, Utsman  bin Affan ra. yang juga pengusaha  sukses dan sudah sangat kaya pun  bersedia menerima wasiat  Abdurahman ketika membagikan  400 Dinar bagi setiap veteran  perang Badar. Ustman bin Affan  berkata,
“Harta Abdurahman bin Auf  halal lagi bersih, dan memakan  harta itu membawa selamat dan  berkah”.  

(2) Keuntungan bisnis yang  didapat dinikmati dengan  menunaikan hak keluarga dan hak  Allah, perjuangan di jalan Allah. Ketika Rasullullah SAW  membutuhkan dana untuk perang  Tabuk yang mahal dan sulit karena  medannya jauh, ditambah situasi  Madinah yang sedang musim  panas, Abdurrahman bin Auf  memeloporinya dengan  menyumbang dua ratus uqiyah  emas (1 uqiyah setara dengan 50  dinar) sampai-sampai Umar bin  Khattab berbisik kepada  Rasulullah SAW,
“Sepertinya  Abdurrahman berdosa kepada  keluarganya karena tidak  meninggali uang belanja  sedikitpun untuk keluarganya”.  Mendengar ini, Rasulullah SAW  bertanya pada Abdurrahman bin  Auf,
 “Apakah kamu meninggalkan  uang belanja untuk istrimu ?”,
 “  Ya!” Jawab Abdurrahman,  
“Mereka saya tinggali lebih  banyak dan lebih baik dari yang  saya sumbangkan”.
 “Berapa ?”  Tanya Rasulullah.
 “Sebanyak rizki,  kebaikan, dan pahala yang  dijanjikan Allah.
” Jawabnya.  Subhanallahu.

 (3) Menjadikan harta  perniagaan sebagai sesuatu yang  dikendalikannya, bukan yang  mengendalikannya. Abdurrahman bin Auf pernah  menyumbangkan seluruh barang  yang dibawa oleh kafilah  perdagangannya kepada  penduduk Madinah padahal  seluruh kafilah ini membawa  barang dagangan yang diangkut  oleh 700 unta yang memenuhi  jalan-jalan kota Madinah. Selain  itu juga tercatat Abdurrahman bin  Auf telah menyumbangkan antara  lain 40.000 Dirham, 40.000 Dinar,  200 uqiyah emas, 500 kuda, dan  1.500 unta.  
Banyak dan sering sekali, beliau  menggunakan hartanya untuk  diinfaqkan. Sampai- sampai ada  penduduk Madinah yang berkata,  “Seluruh penduduk Madinah  berserikat dengan Abdurrahman  bin Auf pada hartanya. Sepertiga  dipinjamkannya pada mereka,  sepertiga untuk membayari  hutang-hutang mereka, dan  sepertiga sisanya dibagi-bagikan  kepada mereka”.

 Dengan begitu banyak harta  yang diinfaqkan di jalan Allah, u…  ketika meninggal pada usia 72 tahun  beliau masih juga meninggalkan  harta yang sangat banyak yaitu terdiri  dari 1.000 ekor unta, 100 ekor kuda,  3.000 ekor kambing dan masing-masing istri mendapatkan warisan  80.000 Dinar. Artinya, kekayaan yang  ditinggalkan Abdurrahman bin Auf  saat itu berjumlah 2.560.000 Dinar.  Subhanallahu… Allahu akbar!!! Sok  atuh silakan dikonversi ke rupiah. 

Daripada pusing, nih saya pinjamkan  hitungan mbah kalkulator. Ternyata  jumlah itu setara dengan 3.8 triliun  rupiah. Bayangkan sodara, nilai yang  begitu fantastis diraih di masa yang  sederhana, belum ada internet  dengan bisnis online-nya. Weleh-weleh, gak kebayang dah. Muslimpreneur yang rajin  menabung dan suka gosok gigi  (hehehe kayak terusan iklan yang  tadi), Islam sebagai agama yang  sempurna dan hadir dengan  sistemnya yang sempurna telah  melahirkan pebisnis-pebisnis yang  muantap layaknya Abdurahman bin  Auf.



Inilah salah satu sosok muslim  terbaik yang bisa kita rujuk. Agar kita  bisa mendekati, menyamai, dan  bahkan mengungguli beliau agar  bisnis kita berjalan mulus, dakwah  yang kuenceng, dan kedermawanan  yang juga muantap. So, gak usah  nunggu esok. Kita mulai dari  sekarang! Alhamdulillah…Luar Biasa…Allahu  Akbar!!! Muhammad Karebet Widjajakusuma The Metanoiac Trainer & Consultant catatan: 1 dinar = 4,25 gram emas. 1  dirham = 2,975 gram perak. 
Diberdayakan oleh Blogger.