Header Ads

AL QANDAS AL KAMIIL KEGEGALAN YANG SEMPURNA

Buku yang satu ini bener-bener keren!  Unik, asik, dan yang pasti  menggelitik. Lucu banget sampe  ngakak nggak habis-habis, dari opening  sampe ending. Tapi jangan salah lho, ini  bukan buku humor dan lelucon-lelucon  yang nggak jelas lagi miskin makna,  melainkan sebuah buku motivasi yang luar  biasa! cocok banget deh buat kalian yang  ingin bangkit dari keterpurukan.

Cieehh... Nggak seperti buku-buku  bergenre serupa yang cenderung lebih  serius dan kontemplatif, buku motivasi  karya Akin ini dibungkus dengan gaya  bertutur yang ngocol habis-habisan.  Membaca buku ini seperti membaca diary,  tapi dijamin nggak bikin garing bin boring.  Nggak tanggung-tanggung, Akin  mengundang “kawan-kawannya” untuk  turut meramaikan buku ini.

mulai dari  Chow Yun Fat, Bruce Wayne, Son Goku,  sampai katak budek yang ngak jelas siapa  ibu bapaknya, bahkan setan yang terkutuk  pun nggak ketinggalan, tumplek blek dan  mengocok perut pembaca dalam kisah-kisahnya yang kocak. Akin memang jagonya bikin  cerita-cerita yang super ngocol.  Sebelumnya Akin juga pernah menerbitkan  “Betty Ta Iye” pada tahun 2004 yang jadi  best seller. Dalam buku “Al Qandas Al  Kamil” ini, yang katanya punya judul asli  “Kegagalan yang Sempurna”, Akin mengajak  pembaca untuk bisa menikmati kegagalan,  dan memanfaatkan kegagalan itu sebagai  batu loncatan menuju keberhasilan!

Wauw.  Perjalanan dimulai di sebuah  pameran. Rupanya dalam pameran itu,  syaitan dan kawan-kawan juga ikut buka  stand untuk menggoda umat manusia.  Dalam stand yang disulap mentereng ini  syaitan memamerkan perkakas-perkakasnya untuk menggoda manusia,  mulai dari yang ecek-ecek sampai yang  paling dahyat. Tapi ternyata, perangkat  paling hebat milik syaitan itu tak lain dan  tak bukan adalah keputusasaan! Nah loh. Cerita pun berlanjut memasuki  bab pertama yng diberi judul  anatomi kegagalan.

Di sini pembaca diajak  untuk memahami hakikat kegagalan.  Dipandu oleh kakek Chow Yun Fat, Akin  mengobrak-abrik segala pandangan kita  tentang kegagalan. Bila sebelumnya kita  memandang kgagalan sebagai sesuatu yang  negatif dan jelek, maka akin merubah  pandangan itu dengan mengatakan bahwa  kegagalan itu justru positif dan indah!  Kegagalan itu bukan aib yang harus disesali,  melainkan investasi terpenting untuk  meraih kesuksesan. Supaya bukunya lebih  mirip buku motivasi, Akin pun mengundang  Pak Ustadz yang mengajak pembaca untuk  sedikit berkontemplasi.

Tapi, merubah pandangan  terhadap kegagalan menjadi positif saja  belum cukup kawan-kawan sekalian.  langkah selanjutnya adalah mengkonversi  kegagalan itu menjadi energi. Dalam bab  kedua, Akin menunjukkan bahwa kegagalan  bisa menjadi modal untuk bangkit dan  menuju keberhasilan. Di sinilah akin  mengerahkan kawan-kawannya mulai dari  Keledai, Son Goku, Bruce Wayne, sampai  ngundang Syaikh Ibnu Hajar al-Asqalani  segala lho. Tak lupa pula Pak ustadz yang  nggak ketahuan siapa namanya. Bab ketiga dibuka berbarengan  dengan diadakannya kompetisi antar katak  untuk memperingati hari kemerdekaan  hutan yang ke 66.

Ceritanya, para katak  diharuskan untuk berlomba memanjat  menara yang sangat tinggi demi mendapat  hadiah yang sangat menggiurkan, yaitu  jaminan bebas dari perburuan seumur  hidup. Singkatnya, semua katak dalam  perlombaan itu gagal, kecuali satu katak  saja, yaitu katak yang tuli alias budek! Kok  bisa? Heheh baca sendiri aja ya. Akin malah  mengutip kata-kata mutiara: “menjadi gagal itu pilihan tapi menjadi tuli, adalah sebuah  keharusan” Sumpah, buku ini seru banget.  ingin sebenarnya saya ceritakan panjang  lebar, tapi sepanjang apapun cerita saya,  tetap nggak bisa ngalahin  sensasi kalo baca bukunya langsung dan  merasakan sendiri tulisan Akin.


Makanya  dapetin buku ini, recommended banget! Terakhir, saya akan kutipkan  bagaimana caranya untuk memasak  sebuah kegagalan yang sempurna a la  Akin. Pertama masukkan bahan utama  yaitu kegagalan. Lalu tambahkan  semangkuk rasa syukur, makin banyak,  makin maknyuss! Masukkan secara  perlahan rempah-rempah kesabaran.  Jangan lupa tambahkan bumbu bahagia.  Aduk sampai rata, dan nyalakan bahan  bakar semangat yang menggelora. Tinggal  tunggu mendidih deh. Lah, terus kapan matangnya?  Nah justru itu! Kalau kita mengikuti  langkah-langkahnya dengan benar, maka  kenikmatannya bahkan bisa dirasakan  selagi kita menunggu! Maknyussss!  [ihsan] 

Al Qandas Al Kamil
Kegagalan Yang Sempurna
Penulis : Akin
Penerbit : Anomali (Yogyakarta)
Tebal : 108 halaman
Diberdayakan oleh Blogger.