Header Ads

The Youngest Doctor

Dari D’rise edisi kemarin sudah dibeberkan ke D’riser semua tentang kebejatan moral orang barat dan anak-anak hasil didikan budaya meraka yang liberal. Bener-bener super kacau. Kehidupan mereka yang permissive (apa aja boleh) melahirkan anak-anak yang “dewasa sebelum waktunya”. Akibatnya kualitas generasi muda barat jadi menurun, bahkan mulai menunjukkan tanda-tanda akan hilangnya generasi penerus di barat. Mungkin keprihatinan akan masalah inilah yang akhirnya dituangkan ke dalam sebuah film komedi satir Idiocracy, sebuah gambaran dunia masa depan yang kacau karena dijalankan oleh orang-orang yang anti-intelektualitas alias malas berpikir.

 Berbeda dengan peradaban barat, peradaban Islam terbukti menghasilkan generasi unggulan. Banyak sekali orang-orang yang dididik secara Islami berhasil menelorkan prestasi di usia belia. Salah satu diantaranya yang paling terkenal adalah Muhammad Husein Tabataba’i, yang bahkan sampai disemati gelar “mukjizat abad 20”. Julukan itu bukan tanpa alasan, sebab, bocah ini dinyatakan sebagai doktor termuda di dunia, yang meraih gelar Doktoral pada usia 7 tahun, atas prestasinya yaitu hafal sekaligus faham Al-Quran.

Doktor cilik itu lahir di kota Qom, Iran, pada 16 Februari 1991. Walaupun disebut mukjizat, tapi kemampuan Husein bukan semata-mata “dari sononya”, melainkan hasil didikan kedua orangtua nya yang juga hafiz Qur’an. Setiap hari kedua orangtua Husein selalu menghiasi rumah mereka dengan lantunan Al-Qur’an, bahkan sejak dalam kandungan, sang Ibu selalu membaca Qur’an minimal 1 juz tiap harinya. Husein kecil pun selalu diajak ibunya menghadiri kelas-kelas Al-Qur’an. Rupanya, walaupun hanya terlihat duduk dan memperhatikan, Husein menyerap pelajaran-pelajaran yang disampaikan.

Pada usia 2 tahun 4 bulan Husein hafal juz 30 secara otodidak. Bakat Husein membuat ayahnya jadi makin semangat untuk mengajari anaknya hafalan Qur’an. Ayahanda Husain mengajarkan hafalan dengan permainan-permainan yang disukai anak-anak, bukan dengan paksaan apalagi pukulan. Sang ayah berhasil menanamkan di hati anaknya untuk menghafal Qur’an karena kecintaan pada Qur’an, bukan sekedar keharusan sebagai seorang muslim.

Akhirnya di usia 5 tahun Husein berhasil menghafal Qur’an seluruhnya, berikut artinya, urutan-urutan juz, surat, ayat, bahkan halamannya sekalian. Akhirnya bulan Februari 1998 Husein menerima gelar oktor Honoris Causa dari Hijaz College Islamic University, Inggris, dalam bidang "Science of The Retention of The Holy Quran" , setelah sebelumnya melalui ujian sepanjang 210 menit dengan hasil ujian 93.

Ujian yang dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan itu meliputi hafalan Al-Quran dan menerjemahkan ke dalam bahasa ibu, menerangkan topik ayat Al-Quran, menafsirkan dan menerangkan ayat Al-Qur’an, bercakap-cakap dengan menggunakan ayat-ayat Al-Quran, dan menerangkan makna Al-Quran dengan metode isyarat tangan. Subhanallah, konon pengujinya sendiri sampai pusing, sementara Husein masih sempat-sempatnya bermain saat waktu rehat. Namanya juga waktu itu masih anak-anak.

Driser, yakin deh bakal lahir Husein-Husein yang lain kalo saja negeri kita mau pake syariah Islam buat ngatur rakyatnya. Lantaran, cuman syariah Islam yang peduli dengan pendidikan formal dan non formal bagi generasi muda. Makanya, gak ada ruginya kita kampanyekan penerapan syariah dalam bingkai khilafah di negeri kita. Otreh?![ihsan]

BOX:
Sejak awal peradaban Islam yang dibangun oleh Nabi Muhammad Saw, Islam berhasil mencetak generasi-generasi bintang yang karya-karyanya diakui oleh para ilmuwan barat di masa sekarang. Hebatnya prestasi-prestasi itu diraih di usia belia. Misalnya imam Syafi’i, imam Thabari, dan Ibnu Khaldun yang hafal Qur’an di usia 7 tahun, begitu juga Imam Nawawi, Hanbali, juga Ibnu Qudamah yang hafal Qur’an saat masih kecil.
Yang luar biasa adalah, hafal Qur’an hanya merupakan awal, sebelum mencetak prestasi-prestasi lain di berbagai disiplin ilmu. Terbukti, rata-rata para ilmuwan muslim dalam bidang sains juga hafal Qur’an di usia muda. Konon, ibnu Sina sendiri hafal Qur’an di usia 5 tahun. Mengutip dari situs cahayasiroh.com, urutan perjalanan usia di masa kejayaan Islam adalah:
•    8 – 10 tahun  : Hapal al-Qur’an 30 juz
•    Belasan tahun: Hapal kitab hadits, belajar fikih, bahasa dan ilmu-ilmu lainnya
•    20an tahun    : Menjadi orang besar di masyarakatnya dengan prestasi gemilang

Tidak hanya di bidang iptek, generasi muda Islam juga unggul di bidang lainnya termasuk pemerintahan dan militer. Misalnya saja Sultan Muhammad Al-Fatih yang menjadi Khalifah di usia 22 tahun. Padahal, Khilafah Utsmaniyah waktu itu merupakan sebuah negara terkuat di dunia dengan wilayah yang sangat luas. Bahkan beliau berhasil mewujudkan bisyarah Nabi dengan menaklukkan Konstantinopel, di usia yang ke 24. Islam emang keren![ihsan]
Diberdayakan oleh Blogger.