Header Ads

The Most Sadistic Festival

Apa yang terlintas di benak D’RISEr kalo  mendengar kata festival? Yup, pastinya  yang seru-seru, yang heboh-heboh, yang  asik-asik en yang asoy geboy dong. Ya iyalah,  festival gitu loh. Tapi tahukah D'RISEr, ternyata,  ada satu festival yang nyeremin, ngeri, sadis plus  bikin merinding! Festival yang satu ini dikenal  dengan festival gadhimai.

Apakah gerangan  festival gadhimai itu? Makanya lanjutin baca  paragraf berikut. Wajar kalo nggak banyak yang tau soal  festival gadhimai ini. Soalnya, festival ini diadakan  hanya 5 tahun sekali. Terakhir kali festival  gadhimai ini diadakan pada tanggal 24 sampai 25  November tahun lalu. Festival ini adalah ritual  penganut agama Hindu yang diadakan di candi  Gadhimai Bariyapur, Distik Bara, sekitar 100 mil  (160 km) selatan ibukota Kathmandu di Nepal  bagian selatan, berdekatan dengan perbatasan  India. Festival ini adalah ritual persembahan  hewan terbesar di dunia yang bertujuan untuk  menyenangkan Gadhimai, yaitu dewi kekuasaan  dalam kepercayaan Hindu.


Gadhimai ini adalah  satu dari 330 juta dewa dewi dalam kepercayaan  Hindu. Mungkin kerena saking banyaknya itulah,  mereka nyembah Gadhimai cuma  5 tahun sekali.  Gudubrag banget. Festival ini diikuti oleh sekitar 5 juta orang,  yang mayoritasnya adalah orang India  dari  negara bagian Uttar Pradesh dan Bihar.  Diperkirakan sebanyak 300.000 sampai 500.000  hewan yang meliputi kerbau, sapi, babi, kambing,  termasuk ayam dan merpati, dipersembahkan  dalam festival ini. Mereka percaya hewan yang  mereka persembahkan akan mengakhiri  kejahatan dan membawa kesejahteraan. Sebenarnya, daripada disebut festival,  “hajatan” ini lebih cocok disebut pembantaian.
   
Cara para partisipan festival dalam  memperlakukan hewan persembahan mereka  benar-benar sangat tidak berperikemanusiaan.  Jangankan berperikemanusiaan,  berperikehewanan juga nggak. Hewan-hewan  persembahan tersebut diperlakukan dengan  sembrono dan serampangan bahkan sejak  hewan tersebut dibawa ke tempat persembahan.

 Hewan-hewan ini juga nggak diberi makan  maupun minum sebelum dieksekusi. Bahkan  nggak sedikit hewan-hewan tersebut yang mati  karena stress, dehidrasi dan kelelahan sebelum  acara persembahan itu sendiri dimulai. Dan  bangkainya dibiarkan tergeletak begitu saja  bersama hewan-hewan yang masih hidup.  Selama proses eksekusi, hewan-hewan itu  nggak ditambatkan sama sekali, bahkan panitia  penyelenggara festival pun nggak mau repot-  repot memberi instruksi  untuk menajamkan  pisau dan pedang yang dipakai para penjagal  untuk mengeksekusi hewan-hewan tersebut.  Nggak ada coup de grâce untuk sekedar  meringankan penderitaan hewan persembahan.  

Sadisnya, hewan-hewan tersebut nggak  disembelih sama sekali, melainkan dipenggal  saat mereka berdiri! Ada yang sekali tebas  langsung buntung, ada juga yang kudu dibacok  berkali-kali sampai akihirnya mati. Bahkan ada  kambing yang dipenggal saat sedang merumput!  Naudzubillah... Lebih kejam lagi, pembantaian itu  dilakukan di depan hewan-hewan lainnya.  Bahkan nggak jarang sang induk dijagal di depan  anak-anaknya. Saat dipenggal, seringkali hewan  tersebut nggak dipegangi sama sekali. Banyak  hewan yang mencoba kabur.

Anak-anak kerbau  mencari-cari induknya dalam kubangan darah,  kemudian diburu oleh para penjagal.  Sunguh  kejaaam... Mungkin ada benarnya juga, kalo  predator paling buas itu nggak lain adalah  manusia. Tapi itu kalau manusia tidak diatur  dengan aturan Islam yang rahmatan lil 'alamin.  Dengan Islam manusia nggak akan jadi predator,  tapi protektor! Pokonya mah Islam is the best  lah! [Ihsan]
Banyak orang-orang mulai dari  orang awam sampai aktivis ga  jelas dan selebritis ga cerdas  yang dengan serampangan menyama-nyamakan “gadhimai carnage” dengan  Hari raya Iedul Adha, misalnya Brigitte  Bardot yang memprotes penyembelihan  hewan qurban pada hari Iedul Adha.  Kalo belum tahu, Brigitte Bardot itu  bukan anaknya kambing bandot, tapi  mantan artis film panas yang sekarang  udah jadi nenek-nenek pejuang hak-hak  hewan.

Brigitte Bardot pernah beberapa  kali dituntut atas komentarnya yang  dinilai rasis, terutama kepada umat  Muslim Perancis.  Dilihat dari sudut pandang  manapun, festival gadhimai dengan  qurban Iedul Adha jelas beda banget.  Nggak seperti festival gadhimai,  pelaksanaan Iedul Adha jauh lebih  beradab. Islam mengajarkan adab-adab  dalam menyembelih hewan, sebab  dalam Islam, menyiksa hewan adalah  perbuatan dosa.

Bukhari  meriwayatkan dari Ibnu Umar dari  Nabi Saw. bersabda, "Seorang wanita  masuk neraka karena seekor kucing  yang dia kurung sampai mati. Dia  masuk neraka karenanya. Dia tidak  memberinya makan, dan minum  sewaktu mengurungnya. Dia tidak  pula membiarkannya dia makan  serangga bumi." Adab-adab menyembelih  hewan dalam Islam diantaranya  adalah:  

1. Menajamkan pisau yang dipakai  untuk menyembelih. Dari Syadad  bin Aus, beliau berkata, “Ada dua  hal yang kuhafal dari sabda  Rasulullah yaitu Sesungguhnya  Allah itu mewajibkan untuk  berbuat baik terhadap segala  sesuatu. Jika kalian membunuh  maka bunuhlah dengan cara yang  baik. Demikian pula, jika kalian  menyembelih maka sembelihlah  dengan cara yang baik. Hendaknya  kalian tajamkan pisau dan kalian  buat hewan sembelihan tersebut  merasa senang” (HR Muslim no  5167).

2. Dilarang menganiaya hewan  dengan mengasah pisau didepan  hewan sembelihan atau  menyembelih di depan hewan  lainnya. Dari Abdullah bin Abbas  r.a, ia berkata, Rasulullah Saw.  pernah melintas pada seseorang  yang sedang meletakkan kakinya di  atas badan hewan yang mau  disembelih sementara ia sedang  mengasah pisaunya dan hewan itu  sendiri melihat apa yang dilakukan  laki-laki itu. Lalu beliau bersabda,  "Mengapa engkau tidak asah  pisaumu sebelumnya. Apakah  kamu hendak mematikannya dua  kali?" (Shahih, HR al-Baihaqi  [IX/280]).

3. Penyembelih dianjurkan untuk  menghadap kiblat dan  menghadapakan hewan  sembelihan ke arah kiblat.

4. Hewan dibaringkan pada lambung  kirinya dan penyembelih  meletakkan kaki kanannya di leher  hewan tersebut untuk  memperlancar proses keluarnya  nyawa dan memudahkan proses  penyembelihan.


5. Mengucapkan bismilah dan  bertakbir. “Dan janganlah kamu  memakan binatang-binatang yang  tidak disebut nama Allah ketika  menyembelihnya” [TQS Al-An'am:121] Tuh! Jelas beda banget  kan??[Ihsan] 
Diberdayakan oleh Blogger.