Header Ads

THE MOST BLOODY LADY

DRISEr pastinya udah pada tau Vlad  Tepes dong (kalo belum tahu, baca  DD'RISE edisi Minus Tiga!). Kekejaman  sang pemancang yang luar binasa ini dikatakan  telah menginspirasi novelis Abraham “Bram”  Stoker untuk menulis novelnya yang terkenal,  “Dracula”.
   
Kalau kawan-kawan D'RISE'r cari info  yang lebih lanjut tentang Dracula, kawan-kawan  akan menemukan nama Elizabeth Bathory alias  "the Blood Countess" atau "the Bloody Lady of  Čachtice". Julukan ini bukan sekedar isapan  jempol, sebab Elizabeth Bathory dianggakp  sebagai pembunuh berantai wanita dengan  jumlah korban terbanyak sepanjang sejarah!  Kekejamannya nggak kalah dari Vlad the  Impaler. Jadi bisa dibilang dia ini versi cewek  dari Vlad the Impaler.

Hiiy...  Elizabeth Bathory (Erzsebet Bathory  dalam bahasa Hungaria), brojol ke dunia pada  tanggal 7 Agustus 1560 di keluarga bangsawan  terkaya di Hungaria saat itu. Keluarga besarnya  juga terdiri dari orang-orang terpandang,  sepupunya, Stefan Bathory kemudian menjadi  raja Polandia. Keluarga besar Bathory juga  dikenal karena perlawanannya terhadap  Kekhalifahan Turki Utsmani. Bahkan mbah  moyangnya Elizabeth, yang namanya juga  Stephan Bathory, memerangi Turki Usmani  bersama dengan Vlad Tepes. Umur 11 tahun, Elizabeth  ditunangkan dengan Count Ferenc Nadasdy,  yang umurnya 10 tahun lebih tua. Tapi pada  umur 14 tahun, Elizabeth ketahuan hamil oleh  lelaki lain. Elizabeth kemudian diasingkan  sampai anaknya lahir.

Kemudian tahun 1575, di  umur 15 tahun, Elizabeth dikawinkan dengan  Ferenc Nadasdy, dan diboyong ke kastil  Cachtice (dibaca: kah-tisey), di desa Cachtice,  Carphatia. Tahun 1578, Ferenc diangkat  menjadi pemimpin tentara Hungaria dan  berperang melawan Turki Utsmani sampai  dijuluki “the Black Hero of Hungary”. Di depan suaminya, Eliza tampil  sebagai istri yang baik. Tapi, di belakang,  beeukhh, istri kurang ajar cuy. Selama ditinggal  suaminya yang sibuk berperang, Elizabeth sibuk  selingkuh dengan beberapa orang pria. Malah,  Eliza sempat kabur bersama seorang  selingkuhannya, tapi kemudian balik lagi pada  suaminya. Di luar dugaan, ternyata si Ferenc  memaafkannya. Bukannya kapok dan taubatan  nasuha, Eliza mengulangi perbuatannya itu,  malah lebih parah lagi. Eliza menjadi seorang  biseksual, dan melakukan hubungan lesbian  dengan bibinya sendiri, Klara Bathory.

Eliza juga hobi menyiksa gadis-gadis  pelayannya. Dibantu oleh 3 orang anak  buahnya, Elizabeth sering menghajar  pelayannya dengan cambuk dan gada. Bahkan  Eliza menyeret mereka telanjang keluar kastil  saat musim salju, kemudian  disiram air dingin dan dibiarkan  membeku sampai mati. Tahun  1604, Ferenc Bathory-Nadasdy  tewas karena infeksi. Setelah  ditinggal mati suaminya,  kekejaman Eliza semakin  menjadi-jadi. Eliza juga  mempunyai pacar lesbian  bernama Anna Darvula. Si Anna  ini dikatakan paling sadis dalam  komplotannya Elizabeth.  Selain menghajar  pelayannya (seringkali) sampai  mati, Eliza juga memutilasi  tangan atau bagian-bagian  wajah.

Eliza juga sering  membakar bagian tubuh tertentu  dari korbannya. Sering juga Eliza  membiarkan korbannya mati  kelaparan. Seorang pelayan  Elizabeth memberi kesaksian  bahwa  Elizabeth pernah  menyiksa beberapa orang gadis yang terbaring  telanjang di kamar tidurnya sendiri, sampai  darah para korbannya menggenangi kamarnya  itu bisa diseduk dengan ember!  Selain seorang sadist, Elizabeth  konon juga seorang narcisist (narsis gituh). Dia  sering mengagumi kecantikannya sendiri.  Secara, kenyataannya Eliza memang bohay  banget. Konon, Eliza adalah perempuan  tercantik di Hungaria saat itu. Tapi setelah  menginjak usia 40 tahun, kecantikan Eliza mulai  memudar, kulitnya yang putih mulus pun mulai  berkerut. Eliza jadi makin tempramental dan  mudah marah. Konon mitosnya, seorang pelayan  tanpa sengaja menarik rambut Eliza terlalu  keras ketika sedang menyisiri rambutnya. Eliza  marah, lalu menggampar pelayannya itu sampai  darah muncrat dari hidungnya.

Gila,  gamparannya maut banget. Cipratan darah itu  mengenai tangan Eliza, yang setelah diseka,  ternyata menurut penglihatan Eliza, kulit yang  terkena darah itu terlihat lebih muda.  Kemudian Eliza memerintahkan pelayannya  untuk menelanjangi gadis itu, menyeretnya ke  bak mandi dan memotong urat nadinya sampai  darah gadis malang itu memenuhi bak mandi,  kemudian Eliza berendam dalam bak penuh  darah yang diyakininya sebagai rahasia awet  muda itu. Yuck...!

Awalnya korban Elizabeth adalah  gadis-gadis jelata yang diiming-imingi pekerjaan  sebagai pelayan. Kemudian Elizabeth juga  menyiksa putri-putri bangsawan yang lebih  rendah yang dititipkan padanya untuk belajar.  Sebelumnya, laporan-laporan mengenai gadis-gadis rakyat jelata yang hilang nggak terlalu  dihiraukan oleh penguasa Hungaria. Setelah  banyak putri-putri bangsawan yang  menghilang, barulah dibentuk penyelidikan.  Kecurigaan pun mengarah kepada  Elizabeth. Akhirnya tahun 1611 Kastil Cachtice  digerebek, Eliza dan 4 anak buahnya ditangkap.  

Di dalam kastil ditemukan banyak mayat,  potongan tubuh, dan orang-orang yang sekarat,  sementara di penjara bawah tanah beberapa  orang menunggu giliran disiksa. Di sekitar kastil  ditemukan kuburan mayat-mayat korban  Elizabeth. Dalam diari yang ditulis sendiri oleh  Elizabeth terungkap korban kekejamannya  mencapai 650 orang, bahkan mungkin lebih.  Anak buah Elizabeth dihukum mati, Elizabeth  sendiri nggak dieksekusi karena memandang  nama besar keluarga Bathory. Akhirnya  Elizabeth dikurung dalam kamarnya sendiri di  kastil Cahtice.

Semua sisi kamarnya ditembok  dari luar, dan hanya menyisakan satu lubang  saja untuk memasukkan makanan. Elizabeth  tetap di dalam kamarnya sampai akirnya dia  mati tahun 1614.  D'RISEr! Jangan pernah terinspirasi  untuk ngikutin aksi bejat the bloody lady ini  yah. Ih..pokoknya mah amit-amit jabang  bilatung deh. Kalo ada makhluk model ini di  dalam daulah khilafah, hidupnya nggak akan  lama. Apalagi sampe makan korban ratusan.  Khalifah nggak akan tinggal diam.


Langsung  gelar penyelidikan, begitu terbukti bersalah  segera dieksekusi mati. Nggak peduli dia anak  bangsawan, bang mi'un, atau bang ayo bang.  Biar jadi pelajaran buat yang laen. Karena  dalam Islam, membunuh orang lain dengan  sengaja bakal kena hukuman bunuh yang  setimpal. Catet tuh! [Ihsan 
Diberdayakan oleh Blogger.