Header Ads

Sulap Boleh apa engga?

salam..gimana y pandangan islam  trhdp sulap2 seperti yang ditayangkan  dalam program the master..uya emg  kuya n cinta juga kuya... [Fitri Mulyani  Arfamz dari Sambas, via fb group  d'rise

Adik fitri yang dirahmati Allah.  Sulap atau dalam bahasa Arab  disebut dengan istilah al-Syu'uudzah atau al-sya'bazdah  adalah kejadian yang diluar  kebiasaan (al-khawariq li al'aadah)  rata-rata manusia. Jika kita  meneliti fakta sulap maka paling  tidak bisa dikategorikan menjadi :

Pertama, sulap yang  murni sebatas permainan,  ketangkasan, keterampilan dan  kecepatan tangan yang bisa  dijelaskan secara ilmiah, maka  hukumnya boleh, karena termasuk  ke dalam kategori sain. Berkaitan  dengan sain hukum asalnya adalah  boleh, selama tidak ada unsur-unsur yang diharamkan. Rasulullah  bersabda “Antum a'lamu biumuuri  dunyaakum” (Kalian lebih  mengetahui urusan dunia kalian).
Ibnu Hayyan menyebutkan  melakukan sulap seperti ini untuk  tujuan menghibur dan menunjukan  kecepatan tangan, hukumnya  makruh.  Kedua, sulap yang ada  unsur ilusi dan memperdaya orang  lain. Ibnu Hayyan dalam Tafsir al-bahr al-muhit mengkategorikannya  sebagai bagian dari sihir, termasuk  perbuatan yang diharamkan.  

Karena ada unsur menipu dan  memperdaya orang lain. Apalagi  jika dimaksudkan untuk  menimpakan keburukan kepada  orang lain. Sihir seperti inilah yang  dulu pernah terjadi di masa Fir'aun.  Allah berfirman:  “Terbayang kepada Musa seakan-akan ia (tali-tali dan tongkat-tongkat mereka) merayap cepat,  lantaran sihir mereka.” (Thaha: 66)  

“Musa menjawab: 'Lemparkanlah  (lebih dahulu)!' Maka tatkala  mereka melemparkan, mereka  menyulap mata orang dan  menjadikan orang banyak itu takut,  serta mereka mendatangkan sihir  yang besar (menakjubkan).” (Al-A'raf: 116)

 Hal-hal yang dilakukan  para tukang sulap dalam sihir jenis  ini adalah sesuatu yang tidak  sebenarnya. Bahkan hanya  penipuan khayalan yang dilakukan  penyulap untuk mengundang  perhatian mata orang kepada apa  yang dilakukannya dengan  kecepatan tangannya. Allah  menyebut yang demikian dengan  istilah sihir. “… Serta mereka  mendatangkan sihir yang besar  (menakjubkan).”  
Ketiga, Sulap yang lahir  karena bantuan jin dengan  membaca mantra-mantra dan  menjalani ritual yang bententangan  dengan syariat. Sulap seperti inilah  yang disebut dengan sihir yang  sebenarnya. Bisanya pelaku sulap  bisa melakukan adegan-adegan  yang diluar jangkauan kemampuan  manusia biasa. Seperti memakan  benda-benda tajam, kekebalan,  terbang, berjalan di atas air, dll.  

Hukumnya haram bahkan termasuk  syirik yang mengakibatkan  kekufuran, karena Allah telah  melarang manusia meminta  bantuan kepada jin dalam firman-Nya: “Dan bahawasannya ada beberapa  orang lelaki di antara manusia  meminta perlindungan kepada  beberapa lelaki di antara jin, maka  jin-jin itu menambah bagi mereka  dosa dan kesalahan… (QS. Al-Jin : 6)

 Jumhur ulama telah  menyatakan bahwa  mempelajari,mengajarkan dan  mengamalkannya diharamkan.  Karena Al-Qur'an menuturkan sihir  seperti ini dalam redaksi celaan  dan mengkatagorikannya sebagai  kekufuran (QS. Al-Baqarah: 101-103). Terhadap sihir seperti ini  Ibnu Hayyan menjelaskan “tidak  halal mempelajari dan  mengamalkannya”. (lihat Tafsir  Rawa'I al-Bayan Juz I,hal: 83-84).  Rasulullah Bersabda: Jauhilah  tujuh perkara yang merusak. Para  Sahabat berkata: Apa saja tujuh  perkara itu, Ya Rasulullah?. Beliau  menjawab: Menyekutukan Allah,  Sihir, Membunuh jiwa yang  diharamkan Allah, Memakan Riba,  Memakan harta anak yatim, lari  dari medan perang, dan menuding  berzina kepada wanita yang  menjaga diri (HR.Bukhari-Muslim).  


Karena itu seharusnya pemerintah  tidak mengijinkan pertunjukan-pertunjukan sulap yang terlarang.  Masyarakat harus kritis, tidak  boleh membiarkannya, karena  bisa merusak akidah umat.  Wallahu a'lam bis shawab.[  
Diberdayakan oleh Blogger.