Header Ads

RANCANGAN KARIR SEORANG PENGUSAHA RINDU SYARIAH

Pengusaha Rindu Syariah,  
Seperti biasa agar asa selalu ada bergelora,  kita mulai dengan … apa kabar hari ini?  Alhamdulillah…Luar Biasa…Allahu Akbar!!!  Alhamdulillah, tetap penuh syukur atas nikmat  Iman, Islam dan predikat “Sebaik-baik  Penciptaan” lengkap dengan seluruh potensi  kehidupannya (QS. At Tin : 4).

 Luar Biasa,  selalu penuh doa dan cita agar bisa mewujud  diri menjadi Muslim Terbaik (QS. Al Fushilat :  33)

dan membangkitkan umat menuju  predikat Umat Terbaik (QS. Ali Imran : 110).  

Allahu Akbar, gelora penuh takbir karena  semua ini terjadi atas izin-Nya. Jangan lupa,  ketika menjawab lengkapi dengan ekspresi  penuh semangat!  Pengusaha Rindu Syariah,  Pengusaha Rindu Syariah sejatinya adalah  pengusaha yang sekaligus pengemban  (aktivis) dakwah Islam, yaitu sosok  pengusaha yang mampu mencurahkan  seluruh pemikiran (aqliyah) dan jiwa  (nafsiyah) yang ada dalam dirinya untuk  dakwah Islam. Dakwah baginya merupakan  poros seluruh aktivitas kehidupannya.  Dengan kata lain dakwah menjadi  pertimbangan utama dalam seluruh aktivitas  yang telah, sedang, dan akan dilakukannya.  Allah swt berfirman,

“Siapakah yang lebih  baik perkataannya daripada orang yang  menyeru kepada Allah, mengerjakan amal  yang sholeh dan berkata : 'Sesungguhnya  aku termasuk orang-orang Muslim (berserah  diri) ?'” [TQS. Fushshilat : 33].

 Namun sayangnya, tidak jarang dan tidak  sedikit diantara mereka yang kemudian  tumbang berguguran di tengah jalan. Semasa  kuliah, ia semangat dakwah bersama teman-temannya. Tetapi seiring perjalanan waktu  dan tantangan riil dalam hidup yang  dihadapinya, sedikit demi sedikit ghirah  (semangat) dan idealisme keumatannya pun  menipis dan akhirnya hilang !

 Fenomena  umum…. DR. Fathi Yakan dalam bukunya, “Yang  Terpuruk di Jalan Dakwah” mensinyalir salah  satu penyebabnya adalah karena  kekhawatiran akan nasib pribadi dan  keluarganya di masa depan. Barangkali ini  kenyataan yang dinubuwahkan Rasul dalam  haditsnya yang menjelaskan, bahwa umat  Islam akan banyak tapi tidak berdaya (seperti  buih laut yang terombang-ambing) dan itu  disebabkan oleh dua hal :
takut mati dan cinta  dunia. Wallahu'alam. Oleh karenanya, penting bagi seorang aktivis  dakwah untuk menyiapkan masa depannya  dengan membuat rancangan 'karir' hidupnya  dengan baik. Dengan itu, maka kemungkinan  futur dari dakwah tidak akan terjadi.  Disamping dia akan menjadi mandiri  sehingga izzah (kemuliaan) dirinya terpelihara  di hadapan umat. Bukan sebaliknya, menjadi  orang yang mudah ditekan dan dipengaruhi  hanya karena hidupnya tergantung pada  orang lain.

Lalu apa yang harus dilakukan oleh para  pengemban dakwah dalam menyiapkan  rencana karir hidupnya? Berikut langkah-langkahnya. Semoga bisa menjadi inspirasi  dan penambah semangat. Miliki dan Tanamkan Visi Masa Depan Visi merupakan pandangan ke depan untuk  melihat dan merencanakan apa yang perlu  dilakukan serta tujuan yang ingin dicapai  yang dibangun diatas paradigma tertentu  (aqidah Islam).
Kejelasan visi akan membuat  kita efektif dan efisien dalam menggunakan  seluruh potensi dan energi yang dimiliki  kepada tujuan yang fokus dan jelas. 

Tentu  saja visi seorang pengemban dakwah adalah  visi yang mampu menyatukan impian  hidupnya dengan idealisme dakwahnya.  Misalnya, saya ingin menjadi seorang expert  di bidang komunikasi pemasaran syariah  yang punya kontribusi mengembangkan  bisnis syariah sekaligus menjadi bagian  penting dalam mengkomunikasikan syariah  dan khilafah pada masyarakat.  Buat Perencanaan Perencanaan akan membantu mengarahkan  apa yang harus kita lakukan, tujuan yang kita  inginkan, dalam kurun waktu tertentu.  

Sehingga seluruh sumberdaya yang dimiliki  bisa digunakan secara optimal meraih tujuan  itu melalui tahapan-tahapan yang jelas. Tingkatkan Kompetensi dan Keterampilan Siapapun akan membutuhkan kita selama  kita memiliki kompetensi dan keterampilan  yang sesuai. Semakin kuat dan spesifik  kompetensi dan keterampilan yang kita miliki,  semakin besar peluang untuk menjadi expert.  Oleh karenanya, pilih dan tentukan  kompetensi dan keterampilan yang kita  senangi atau paling kita kuasai. Terus belajar  dan bergaul dengan komunitas yang  mendukung. Hasilkan karya (agar bisa  mengukur diri dan memberikan motivasi  bagi kita).

Kemudian tantang diri kita untuk  mengerjakan pekerjaan yang lebih sulit.  Dan akhirnya, buatlah perbedaan atau  kekhasan (diferensiasi). Lakukan sinergi Esensi dari sinergi menurut Steven Covey  (The 7 habits) adalah kemampuan  menghargai perbedaan (bukan dalam hal  aqidah tentunya)-menghormatinya,  membangun atas dasar kekuatan dan  menutup kelemahan untuk menghasilkan  karya besar. Konsisten dan Bersabar Salah satu penyebab kegagalan yang  kerap terjadi dalam kehidupan kita adalah  kurangnya konsistensi dan kesabaran.  

Konsistensi merupakan kekuatan untuk  selalu fokus pada tujuan dan  mengusahakannya. Sedang kesabaran  merupakan penyeimbang atas semua  'ambisi' hidup kita agar bisa melalui proses  kehidupan step by step hingga selesai.  'Pelaut yang handal tidak akan pernah  lahir dari lautan yang tenang', begitu orang  bijak berkata. Semoga bermanfaat, dan  always keep on dakwah wahai pengusaha  rindu syariah. Insya Allah.


[Taken From Komunitas Pengusaha Rindu  Syariah yang diasuh oleh Ust. Karebet  Widjajakusuma]. 
Diberdayakan oleh Blogger.