Header Ads

PERCAYA PADA PERAMAL BOLEHKAN?

assalamu'alaykum..mau  tanya  pak  Ustadz. Saudara saya tengah ditimpa  musibah, adiknya sudah  beberapa  hari  menghilang.  Ada  yang  menyarankan  pergi  ke  orang  pinter/paranormal karena usaha dan  doa belum membuahkan hasil. Tadz,  bolehkah  percaya  kepada  orang  pintar  tersebut  karena  istikhoroh  belum ada jawaban?  dari Driser di  bumi Allah


Keti ka  saudara  dri ser  menghadapi  musibah  tersebut  dengan berdoa dan mohon petunjuk  kepada Allah, ia  sudah menempuh  jalan yang disyari'atkan dalam agama  kita. Namun perlu dipahami bahwa  terkabulnya  doa  adalah  hak  perogratif  Allah. Adakalanya  Allah  mengabulkannya  di  dunia  sesuai  dengan permintaan kita. Adakalanya Allah mengabulkan doa dengan cara  meghindarkan kita dari keburukan  dan malapetaka yang akan menimpa  kita.  Dan  bisa  juga  Allah  tidak  mengabulkan permohononan kita di  dunia,  tapi  mengabulkannya  di  Akhi rat  nanti   (sebagaimana  dijelaskan  dalam  hadits  sahih).  Karena itu kita diperintahkan untuk  selalu positif thinking terhadap Allah.  

Dalam hadits Qudsi dinyatakan “Aku  ini ada pada persangkaan hamba-Ku  kepada-Ku”.  Ketika doa belum terkabulkan  atau istikharah belum ada jawaban,  bukan berarti jalan sudah tertutup.   Pada  kondi si   seperti   i tu,  sesungguhnya  kita  sedang  diuji,  untuk selalu bersabar dalam berdoa  dan memohon petunjuk Allah, agar  kita semakin dekat dengan-Nya. Jika  pada akhirnya ternyata orang yang  hilang itu  belum ditemukan  juga.  Padahal  usaha  sudah  dilakukan  secara  maksimal,  maka  yakinilah  bahwal hal itu  adalah Qadha dari  Allah. 

Kewajiban  kita  adalah  mengimaninya  dan  menerimanya  meski tidak sesuai dengan perasaan  kita.  Pergi  dan  percaya  kepada  paranormal bukan solusi. Justru akan  menimbulkan masalah baru. Jangan sampai kita menyelesaikan masalah  dengan menempuh jalan yang salah,  sehi ngga  masal ah  semaki n  bertambah. Islam telah memberikan  rambu-rambu bahwa :

Pertama:  tidak  ada  yang  mengetahui perkara ghaib (segala hal  yang tidak tampak di depan mata)  kecuali Allah. Rasul sekali-pun tidak  mengetahui  yang  ghaib,kecuali  setelah diberitahui olah Allah.
“(Dia  adalah  Tuhan)  Yang  Mengetahui  yang  gaib,  maka  Dia  tidak  memperlihatkan kepada seorang pun  tentang yang gaib itu.Kecuali kepada  rasul yang diridai-Nya  (QS.al-Jinn :  26-27).   

Kedua,  Islam  melarang  kita  mempercayai  siapa  saja  yang  mengkl ai m  bahwa  di ri nya  mengetahui yang ghaib atau ia bisa  mengetahui  keberadaan seseorang  yang  tidak  hadir  di  hadapannya.  Termasuk di dalamnya juru  ramal  atau paranormal.  Ada beberapa utusan pernah  datang  ke  tempat  Nabi  mereka  menganggap  bahwa  Nabi  adalah  salah  seorang  yg  mengaku dapat  mengetahui   perkara  ghai b.  Kemudian mereka menyembunyikan  sesuatu  di tangannya dan berkata  kepada Nabi “ Tahukah tuan apakah ni?  Maka Nabi menjawab dengan  tegas :

“Aku bukan seorang  tukang  tenung sebab sesungguhnya tukang  tenung dan pekerjaan tenung serta  seluruh tukang tenung di neraka.” Nabi  juga  pernah  bersabda:  “Barangsiapa datang ke tempat juru  ramal  kemudian bertanya tentang  sesuatu dan membenarkan apa yg  dikatakan  maka  sembahyangnya  tidak  akan  diterima  selama  40  hari.”(HR.Thabrani).

 dalam riwayat  Thabrani yang lain dalam Mu'jam al-Kabir  :  Rasulullah  bersabda:  Barangsiapa mendatangi jururamal  kemudian bertanya tentang sesuatu,  maka  akan  dihalangi  darinya  pertaubatan selama 40 malam. Jika  ia mempercayai ucapannya maka ia  menjadi kafir..  


Dengan demikian, mendatangi  dan bertanya (meski  dengan SMS)  serta  mempercayai  paranormal,  adalah perbuatan Syirik yang bisa  mengakibatkan  kekufuran.  Namun  sayang, di negeri ini praktek seperti  itu dibiarkan tumbuh bagaikan jamur  di musim penghujan. Semoga kita  bisa terhindar darinya dan semoga ke  depan ada  kekuasaan  yang  akan  memberantas segala praktek syirik  yang membahayakan akidah umat.[ 
Diberdayakan oleh Blogger.