Header Ads

NgeBisnis?? siapa Takut!!

Teringat sabda Rasul bahwa sepuluh pintu rezeki,  sembilan di antaranya adalah rezeki yang datang dari  berjualan atau berniaga. Kentara banget, orang yang  berbisnis (enterpreneur) punya tempat tersendiri di jagad  ini. Apalagi kalo yang coba-coba bisnis itu anak muda,  wahhh,.... keren banget! ”Anak muda yang berjiwa entrepreneur adalah sosok  yang tidak cengeng dengan satu masalah pelik yang ada  di depannya, dan punya daya tahan yang kuat dari  ketergantungan pada seseorang yang lain, dari sinilah  kemudian dia bisa eksis dengan menciptakan al-hal  (sesuatu yang bisa menghantarkan rizky dari Allah  dengan cara yang halal) karena 'ar-rizqu biyadillahi  wahdah'.”  Hemm.. kata-katanya ajaib punya kan! Cuplikan  kalimat di atas merupakan hasil investigasi kita ngulik  Bang Andiy.

Si Abang enterpreneur yang satu ini pentolan  S-1 Seni Rupa UNESA, yang sekarang aktif menjadi staff  pengajar seni budaya di salah satu sekolah SMA di jawa  timur.  Sebelum benar-benar byurr..! terjun berbisnis seperti  sekarang, Bang Andiy ternyata emang udah punya jiwa  enterpreneur sedari bangku kuliah. Si Abang  memberanikan diri menjual lukisan kaligrafi dengan  masuk rektorat, menemui Rektor tercinta. Dasar jiwa  petarung kali ya. Meski rektor tidak ada di tempat,  pembantu Rektor pun dibabat. So, dengan gaya beliau  yang persuasif, beliau panas-panasin sang pembantu  rektor untuk membeli lukisannya. Tanpa diduga, sang  pembantu rektor merasa respect karena baru kali ini ada  mahasiswa seni rupa yang berani menawarkan lukisan  pada pihak rektorat. Rizqiminallah, lukisan Bang Andiy  pun terjual. Kaga tanggung-tanggung

D'RISEr!! Dua buah  lukisannya diborong saat itu juga. Subhanallah... Untuk jadi enterpreneur emang nggak gampang.  Penuh onak duri, halang rintang menghadang. Itu juga  yang dialami Bang Andiy. Ada 5 huruf yang sering kali  jadi penghalang para pebisnis: ”M O D A L”. Mau dapat  modal dari mana? Sekarang ini pinjam kemana-mana,  susaaaahhh banget terbebas dari bunga riba. Bang Andiy  sempat kecewa juga, karena banyak kalangan nganjurin  hutang ke bank sebagai solusi meraih modal. Arggghhh!!! Kebentur modal, nggak membuat Bang Andiy patah  arang. Salah satu keinginan Bang Andiy yakni  membangun bisnis warnet.

Kala itu Si Abang belum  punya modal, tapi beliau tetap keukeuh untuk bikin  banner bin spanduk yang bertuliskan WARNET di depan  rumahnya. Urusan cemooh warga, itu perkara belakang.  Tak sedikit yang mengganggap Bang Andiy “gila”. Karena  orang kecil seperti Bang Andiy nggak mungkin punya  duit untuk ngebangun usaha warnet yang butuh  modal gede. Akhirnya, Bang Andiy terus berjuang sampai titik  darah penghabisan untuk mendapatkan modal buka  usaha.

Caranya? Usaha yang bisa beliau mulai  adalah dengan melukis (mural) tembok sekolah yang  sangat luas dgn pemandangan. Allah ta'ala  mendengar doa-doa beliau, sang pejuang. Tak lama  setelah terkumpul sedikit modal, akhirnya ada orang  yang berbaik hati untuk meminjamkan beliau modal  tanpa bunga. Ya! Akhirnya didirikanlah usaha warnet  barokah tersebut, insyaallah.

 Eitss.. apa berhenti sampai di situ? Tidak sodara-sodara, karena Bang Andiy juga merambah bisnis  jaket, pin, kaos, dan lainnya yang bertemakan Islam  ideologis. Wow! Berikut petikan wawancara D'RISE  dengan Bang Andiy. Tanya: Gimana sih awalnya kok bisa nyemplung ke  dunia nge-pin, buat jaket, dll?  Jawab: Ada tiga faktor , pertama; Penasaran ajah!  Hemm, usai mengundurkan diri dari perusahaan,  akhirnya nyemplung di dunia usaha meski kecil-kecilan. Kedua; Pemenuhan hobby, dari kecil suka  menggambar dan melukis serta men-desain. Ketiga;  memenuhi gharizah tadayyun, maksudnya begini,  saya pengen usaha/bisnis yang tidak gampang bikin  resah, tidak gampang stress karena ada unsur  ruhiyyah, maka harus ada satu aktifitas yang mewakili  hal itu semua, yakni bikin usaha tapi yang ideologis,  jadilah pin ideologis, jaket ideologis, rompi ideologis  dll (Hehehe... aminnn). Tanya; Bang, punya pesan-pesan khusus nggak untuk  D'RISEr ?

 Jawab: Remaja muslim sekarang hampir semuanya  disetting oleh sistem kapitalisme bermental pekerja,  bermental punya jiwa yang terjajah, hingga  kemandirian dan keberanian nyaris musnah di dada  mereka. Remaja muslim saatnya ikuti halaqoh-halaqoh seperti halaqohnya Rasulullah SAW, karena  ISLAM dan SYARIAH wajib tegak di bumi ini... Bisnis  alias jadi entrepreneur bukan tujuan, tapi itu hanyalah  bagian dari kita untuk mempertahankan diri dari sikap  meminta-minta, dari lilitan hutang yang membuat kita  tertunduk malu "terjajah" dari sang peminjam. Untuk  D'RISEr, semoga tetep istiqomah dan eksis  menyuarakan ISLAM, SYARIAH sampai benar-benar  negara KHILAFAH terbit bak fajar Shubuh dari  gelapnya malam-malam kehidupan yang sangat  kelam.


 [duet manis Alga Biru+Hikari Inqilabi] 


di muat di majalah remaja islam drise edisi 02
Diberdayakan oleh Blogger.