Header Ads

Muslimah Idol Emang Afdol

Kata orang, cewek  sekarang murah. Obral  muntah dah! Mau  dibawa kesana-kemari  juga pada mau aja.  Modal kembang lima  ribu plus gombal dikit,  tuh cewe mau diajak  makan siang di kantin  sekolahan. Kalau yang  ngajak cowo borju,  wahh... selusin cewe-cewe ngiler pengen  diajak kencan.  Jahiliyah!  Alhamdulillah, biar  kata dunia makin edan,  masih ada kok cewe-cewe alias perempuan  baek-baek yang  merintis jalan kebaikan.  Perempuan baik,  mengajak kepada  kebaikan, adem ketika  berada di dekatnya.  Gimana nggak adem?!  

Udah sholehah,  bersahaja, pinter,  simple, supel, tuturnya  lembut, anti kuper,  pinter nge-'dongeng'  alias cuap-cuap, dan  peduli sesama.  Perempuan alias  akhwat kaya gini  emang jadi inceran.  Baik oleh teman se-habitatnya (sesama  akhwat), untuk  dijadikan kawan curhat.  Diincer juga sama  spesies seberang (para  ikhwan), untuk  dijadikan sahabat  seperjuangan di dalam  dan luar rumah....  amiin.  Kalau kita lihat  ajang idol di televisi,  yang nama 'idol' identik  dengan penampakan  fisik. Ya bibir seksi,  rambut model baru,  pakaian modis, atau  penampilan nge-tren.  Namun bagi 'muslimah  idol', hal-hal yang  berbau outer beauty  cuma ”aksesoris”  doang geto loh.  

Bahkan meski sekedar  aksesoris, batasannya  adalah halal-haram.  Apa saja yang  dihalalkan oleh Syara'  maka boleh diambil,  yang terlarang mutlak  ditinggaklkan. Karena  orientasi bagi muslimah  idol adalah reward di  akhirat kelak. Secara,  mau apa sih yang  dibanggakin di dunia  ini? Titel seisi lemari  bakal ditinggaklkan.  Tubuh semampai ketika jasadnya  udah mati bakal jadi makanan  cacing  juga kok. Lantas apa dong yang jadi  andalan muslimah idol?

Waahhh...  buanyak sobat! Banyak tapi seru,  karena mengajak pada jalan  taqwa. Seorang kawan yang  disinyalir sebagai 'idol-nya akhwat'  berkata begini: ”ciri khasnya  perempuan amat gemar  berdandan. Bagi muslimah yang  ideal, kosmetiknya adalah al-qur'an. Rasa malu adalah pemoles  pipinya. Jilbab dan khimar menjadi  pakaian taqwa atasnya, dakwah  adalah gerak terbaik. Aura  perjuangan menjadi pelembab  harian baginya. Maka betapa  cantiknya ia”.

Subhanallah.....  Mantap kuadrat!! Patut ditiru!! Saya pernah mendengar sebuah  kisah. Yakni dongeng hikmah  tentang makhluk yang kesakitan,  berteriak-teriak karena terkurung di  dalam cangkang, tersembunyi di  dasar laut yang dalam. Tak ada  yang mampu menggakpainya  selain orang-orang yang berani  dan sudi. Mahluk di dalam  cangkang itu menjerit mengaduh:  ”Duhai, Cangkang.... Sakit! Sakit!  Keluarkan aku dari sini”. Namun,  cangkang tidak mengubris pekikan  tersebut. Cangkang masih terus  membuka dan menutup lagi  mulutnya.

Membiarkan mahluk di  dalamnya kesakitan, kemasukan  pasir dan mineral-mineral bawah  laut. Begitu seterusnya hinggak  sekian lama. Maka, Cangkang pun  kelelahan. Namun makhluk yang  terkurung di dalamnya bertambah  kekuatan. Makhluk yang biasanya  menjerit-jerit telah berubah  menjadi mutiara yang putih  berkilau. Putih bersih, kuat seperti  gading.

Makhluk di dalam  cangkang tersebut bernama  'mutiara'. Sebaik-baik perhiasan  umat manusia, dan hanya  penyelam yang berani saja mampu  mengambilnya. Lain halnya  dengan kerang rebus, semua  dapat memegangnya bahkan  memakannya berhubung harganya  murah. Semua orang dengan  mudah bisa menawar dan  membuangnya begitu saja. Nah...

Muslimah idol itu ibarat  kerang mutiara. Butuh waktu, dan  usaha yang keras untuk  membentuknya. Perlu komitmen  diri dalam menempuh segala  prosesnya. Karena menjadi yang  Ibarat Mutiara ideal bukan perkara gampang. Ideal dari  ujung rambut sampai ujung kaki alias ideal  menyeluruh. Maksod lo?! Ginih.... Misal:  Cara berpakaian. Kalau perempuan ala  'kerang rebus', ya model pakaiannya se-enak'e dewe alias suka-suka. Ya Hot  pants, atasan u-can-see, maka seperti  namanya semua orang bebas melihatnya.  Jangan salahkan jika ada yang terangsang  untuk mencoleknya.

Kerang rebus  getoooohhhh! Islam telah memuliakan kaum  perempuan, termasuk dalam masalah  pakaian. Agar tiap perempuan islam  tumbuh semulia mutiara. ”Hai Nabi  katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang  mukmin: 'hendaklah mereka mengulurkan  jilbabnya ke seluruh tubuh mereka'. Yang  demikian itu supaya mereka lebih mudah  dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.  Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi  Maha Penyayang” (TQS. Al-Ahzab [33]:  28). Indahnya.....mau?! ”
Muslimah idol, modal kerudung dan jilbab?  Ya kagaklah, pren.... Nggak sampai disitu  aja. Aktif dan inovatif, peduli dengan nasib  umat. Itu baru jempolan! Nggak sekedar  masuk kuliah terus tidur-tiduran di kost.  Mengisi hari-hari dengan semangat  perjuangan, dan langkah para pejuang.  Kuliah Okey, Berjuang Okey! Study jalan,  Insya Allah... Dakwah?? Siapppp grakk!!! Kok mesti dakwah sih?? Allah swt udah  ngingetin kita:

”Siapakah yang lebih baik  perkataannya dibanding orang yang  berdakwah kepada Allah, mengerjakan  amal shalih dan berkata: Sesungguhnya  aku termasuk orang-orang yang berserah  diri (kepada Allah)” (TQS. Fushshilat [41]:  33)


Yup, bener banget!! Perkataan mana  lagi sih yang lebih baik ketimbang para  penyeru kebenaran. Perkataan biang  gosiiipp?? Ya ampun, itu sih mengundang  murka. Dengernya aja udah bikin kuping  panas. Bumbunya bikin asem. Beda ama  bumbu dakwah, isinya pasti bikin adem.  Memuaskan akal dan sesuai fitrah.  Muslimah Idol, Dakwahnya Getol! [Alga &  Hikari] 
Diberdayakan oleh Blogger.