Header Ads

Muhibah Dakwah D'rise ke papua

Dari tanggal 12 – 19 Maret 2010, Pimpinan Umum  D'Rise, Ust. Ir. Muh. Adhi M Harapan berkesempatan  melaksanakan Muhibbah Dakwah di pulau paling  besar sekaligus paling timur Nusantara, Papua.  Berikut liputan ringkasnya…

Subbhanallah… kalimah itu terus terucap ketika  dengan kecepatan pesawat 800-900 km/jam, di  Sketinggian sekitar 30.000 kaki terlihat indahnya  alam ciptaan Allah SWT.  Astaghirullah… dalam ketinggian seperti itu kita  menyadari, betapa tak berdayanya jika terjadi sesuatu  tak mungkin manusia kan selamat. Betapa tak  berdayanya kita yang sangat kecil ini dibanding  besarnya bumi Allah.
Alhamdulillah… setelah melewati perjalanan sekitar 6  jam, pesawat mendarat di Bandara Sentani Jayapura.  Lega. Ya, Bogor-Jayapura sebenarnya nyaris sama  dengan jarak Bogor Tokyo. Meski agak lelah dan sedikit kaget karena  perjalanan menembus waktu '2 jam lebih cepat'  namun ketika Tim Dakwah Remaja Papua  menyambutnya, segala penat hilang diganti rasa  syukur dan semangat karena berbagai  rencana dakwah siap dijalankan.

Ya, 3 hari di  Jayapura dan 4 hari di Sorong menjadi target  Muhibbah Dakwah ini. Dengan mengusung  Konsep “IMT4T” alias  ”Islamic Motivation  Training for Teens” Muhibbah dakwah ini  telah direncanakan akan digelar bersama  Hizbut-Tahrir Indonesia Daerah Papua, Tim  D'Rise Pusat dan bekerja sama dengan lebih  dari 100 DKM dan Rohis SMA/K di Jayapura  dan Sorong. Di Jayapura Sessi perdana dimulai di Mesjid  Al-Askar, Entrop Jayapura.

Di tempat  dataran tinggi ini, dengan keindahan  pemandangan alamnya, Training  IMT4T ini berjalan baik, mulai bada  Ashar hingga pukul 9 malam. Meski  peserta tak terlalu banyak, karena  bentrok dengan jadwal Ujian UTS,  namun sekitar 30 remaja mengikuti  Training dengan semangat dari awal  hingga akhir dan berkomitmen kuat  untuk melanjutkan dakwah di Papua.  Besoknya acara lebih besar  dilaksanakan di Mesjid Al-Ahkam,  Furia Jayapura. Disini, lebih dari  100 remaja ikut acara dari pukul 9  pagi hingga pukul 4 sore. Bukan  hanya semangat tapi komitmen  dakwah juga mulai terbangun  dalam benak mereka. Allahu  Akbar!.

Besoknya, Training dilanjutkan di  Mesjid Al-Aqsho di samping danau  Sentani yang indah, diikuti sekitar  30 an remaja. Di sela-sela waktu Pelatihan, tim  Dakwah Remaja Papua  melanjutkan dengan diskusi-diskusi  pengembangan dakwah remaja disana. Tak  terasa, sudah 3 hari aktivitas di Jayapura dan  besoknya kita mesti terbang ke Sorong. Menuju Sorong Perjalanan Jayapura di pojok timur  Papua menuju Sorong di pojok barat Papua,  mesti pake pesawat, karena belum ada jalan  darat yang menghubungkan kota-kota  disana. Sekitar 1,5 jam perjalanan pesawat dengan  transit sebentar di Manokwari, akhirnya sampai  juga di Bandara Sorong.

Disambut teman-teman  Tim Dakwah Remaja Sorong Papua, kita menuju  tempat istirahat yang nyaman yaitu mihrob mesjid  Muhajirin Sorong. Di Sorong Tim Dakwah Remaja langsung tancap  gas dengan menggelar Training Dakwah Remaja,  Ceramah Umum, Training Mahasiswa Pendidikan,  Pengajian Orang Tua dan tentu saja diskusi-diskusi  menarik soal Dakwah Remaja dan pengembangan  Dakwah ke depan.  Training IMT4T dilaksanakan di  Masjid Quba, Masjid Al-Jihad dan  Masjid Al-Azhar dengan total peserta  mencapai lebih dari 250 remaja dari  berbagai sekolah dan remaja mesjid.  Training Singkat Motivasi juga  dilaksanakan di STKIP  Muhammadiyah Sorong dengan  peserta lebih dari 70 mahasiswa.  Ceramah Umum, Khutbah Jumat dan  Pengajian Orang Tua juga  dilaksanakan di Mesjid Quba, Mesjid  Al-Jihad dan Mesjid Al-Islah  Perumahan Harapan Indah dan  Mesjid Muhajirin Sorong, dengan  peserta masing-masing mencapai  lebih dari 50-an jamaah.

Ruarr biasa,  inilah sekilas ringkas perjalanan  Muhibbah Dakwah Papua sebagai  awal dari gerak dakwah lanjutan  yang akan semakin besar-besar dan  terus membesar demi tegakkan  'Izzatul Islam wal Muslimin'. Luruskan Histori Papua Papua sebenarnya bukan daerah  baru dalam literatur dan sejarah  emas umat Islam. Bahkan jika mau  jujur, agama pertama yang datang ke  Papua justeru agama Islam yang  telah mulai masuk Papua sekitar  abad ke 12 M melalui kesultanan  Ternate dan Tidore (bandingkan  dengan agama nashroni yang datang  mulai abad ke 15 M). Bahkan sejak  abad ke-12 itu, pulau Papua ini  dikenal oleh para Pelaut dan  Pendakwah Islam dengan nama  Pulau Nuwaar. Nuwaar adalah  bentuk jamak dari Nuur (cahaya).  


Dinamai demikian karena memang  inilah pulau paling t timur, dimana  'cahaya matahari' pertama  menyinari bumi nusantara  Indonesia. Namun sayang sejak  penjajah Belanda datang ke  Indonesia sekaligus membawa para  misionaris, sejarah pulau Nuwaar ini  dibelokkan dan dibangun image  seolah pulau papua itu pulau non  Muslim! Inilah kejahatan sejarah  yang terus membekas hingga kini.  Karenanya sudah menjadi keharusan  para D'Riser dan generasi muda  lainnya untuk 'meluruskan sejarah'  dengan mengembalikan kejayaan  Islam yang penuh rahmat di seluruh  penjuru bumi; khususnya di daerah  yang dikenal dengan nama Papua  ini… Allaahu Akbar! Maju Remaja  Islam! [AM] 
Diberdayakan oleh Blogger.