Header Ads

Bahaya MSG

MSG atau Monosodium Glutamat,  kita kenal sebagai bumbu masak  yang sangat penting. Sekarang  sayur udah pake garam aja belum sempurna  lho, kalo belum pake penyedap rasa,  sekarang kan ada macem-macem merek  penyedap rasa. Sayangnya hampir  semuanya pake MSG.

Sebenernya dari mana  sih MSG tuh? Manfaat MSG sebagai  penyedap rasa baru diketahui pertama kali  pada tahun 1908 oleh seorang ilmuwan  Jepang bernama Dr. Kikunae Ikeda. Dr. Ikeda  pertamanya mah merasa kuatir sama  kondisi fisik rakyat Jepang masa itu. Dr,  Ikeda belajar ilmu kimia di Jerman dan saat  belajar itulah dia membandingkan postur  fisik orang Jepang dengan orang Jerman  yang gede-gede dan jangkung-jangkung. Dia  juga mengamati makanan orang Jerman  yang menurutnya memiliki kesamaan cita  rasa dengan makanan orang Jepang.

Saat  pulang kampung ke Jepang, dia memulai  penelitiannya dengan mengamati kaldu  tradisional Jepang yang terbuat dari rumput  laut (kombu). Dia berhasil mengisolasi  sumber rasa unik tersebut, yaitu asam  glutamat. Rasa ini kemudian diperkenalkan  dalam bahasa Jepang sebagai rasa “umami”  (kalo di Indonesia mah gurih). Belakangan ini telah terjadi pro kontra yang  berkaitan dengan MSG. Ternyata MSG  berbahaya bagi kesehatan. Ini dia 8 rahasia  di balik pro kontra bahaya MSG terhadap  kesehatan: 

 1.Sejumlah peneliti di Amrik telah  menyimpulkan dan menyatakan bahwa  MSG adalah Exicotoxin yang bila dikonsumsi  dalam jangka panjang berpotensi  menyebabkan timbulnya lesi (jaringan  abnormal) di otak, kerusakan otak dan  obesitas.

2.MSG tidak hanya ditambahkan kedalam  masakan Tionghoa saja, tetapi pada amat  banyak makanan dalam kemasan, makanan  cepat saji(KF….  katanya juaranya), salad  dressing,berbagai snacks, hampir semua  makanan dalam kaleng, ramen dan mie  instan dsb.

3. Akibat buruk terhadap anak anak dan  bayi yang mengkonsumsi makanan yang  mengandung MSG terus menerus, baru  akan terlihat ketika mereka memasuki masa  pubertas.

4. Akibat buruk jangka pendek MSG tidak  hanya dilaporkan oleh studi FASEB tetapi  juga oleh Mayo Clinic.

5.Gejala Chinese Restaurant Syndrome  (CRS) amat mirip dengan gejala serangan  jantung. Penderita penyakit jantung yang  mengkonsumsi makanan yang mengandung  MSG bisa terkecoh oleh gejala ini. Mereka  bisa menyangka telah terkena CRS padahal  sebenarnya sedang terkena serangan  jantung. Peringatan bagi penderita penyakit  jantung!

6.Para produsen makanan (termasuk  restoran)yang menggunakan MSG sebagai  penyedap rasa (taste enhancer) mengakui  bahwa motif mereka melakukan hal itu  semata-mata hanya untuk meningkatkan  penjualan. Tamak!

7. Janin, bayi, dan anak-anak di bawah usia  3 tahun adalah yang paling rentan terhadap  bahaya mengkonsumsi MSG.  

Ini yang paling penting: Hampir semua  studi yang menyimpulkan bahwa MSG aman  bagi kesehatan ternyata dilakukan oleh para  peneliti yang disponsori industri  produsen/pemakai MSG, dan di dalam studi  tersebut, “control group” (kelompok obyek  penelitian yang tidak mengkonsumsi MSG)  diberikan Placebo yang mengandung  Aspartame yang diketahui memberi kesan  dan akibat yang sama dengan MSG. Studi  yang dilakukan oleh FASEB, yang ditugaskan  oleh U.S.FDA dianggap melenceng dari  tugas yang dibebankan kepada FDA sebagai  otoritas tertinggi di bidang Obat dan  Makanan di Amrik, karena 4 dari 8 orang  anggota panel FDA yang mensupervisi kerja FASEB ternyata  mempunyai konflik kepentingan, sehingga  studinya tidak komprehensif.


Dimana  integritasnya ya? Nah lo, masih mau  mengkonsumsi MSG lagi? Tampaknya sulit dihindari 100% ya karena  alasan yang saya jelaskan pada butir 2 di  atas.Kita hanya bisa menguranginya saja.  Solusinya ? Eat in moderation, hindari  pemberian makanan dalam kemasan yang  mengandung MSG kepada bayi (ibu-ibu  muda ber repot-repotlah sedikit), kepada  anak-anak dibawah 3 tahun dan kepada ibu  yang sedang hamil serta makanlah hanya di  restoran yang bebas MSG. Semoga bermanfaat bagi teman-teman. TETAP MAKAN ENAK DAN TETAP SEHAT![] 
Diberdayakan oleh Blogger.