Header Ads

INTERVIEW IR HJ EMMI KHAIRANI

Tanggal 21 April kemaren, katanya ada acara akbar  semacem kongres para mubalighah se-indonesia gitu ya bu,  yang digelar sama MHTI di Istora Senayan-Jakarta? Apa  nama acaranya? Tema?

Jawab: “Ya, betul. Nama acaranya : Muktamar Muballighoh  Indonesia. Temanya: Satukan Langkah, Songsong Khilafah  Islamiyah.” 

Ibu salah satu penyelenggaranya? Saya lihat di majalah Al-Wa'ie edisi Mei 2010 lalu,  ibu jadi salah satu pembicara  gitu ya? Fokus bahas apa?

Jawab: “Saya tidak terlibat dalam kepanitiaan. Tetapi  sebagai salah satu pembicara. Saya membahas tentang  peran utama perempuan sebagai pendidik generasi.” Apa tujuan dari diselenggarakannya MMI?
Jawab: “Untuk menyatukan langkah para muballighoh agar  fokus mendakwahkan perjuangan  tegaknya hukum-hukum  Allah dalam seluruh aspek kehidupan, baik dalam ranah  kehidupan pribadi, keluarga maupun Negara, dibawah  kepemimpinan seorang kholifah.  Karena tanpa  kepemimpinan seorang kholifah ummat islam tidak punya  kekuatan untuk menegakkan hukum-hukum Allah dimuka  bumi ini. Juga tidak akan mampu meninggikan Islam, supaya  cahaya Islam bersinar menerangi peradaban manusia di  seluruh dunia.”


Kalo menurut pandangan ibu, gimana nasib perempuan di  negeri kita?

Jawab: “Nasib perempuan di negeri ini memprihatinkan.  Mereka tidak lagi dimuliakan sebagai ibu generasi dan  sebagai pilar Negara. Mereka dihalau agar bertarung  dengan laki-laki bekerja di ranah publik. Karena ranah publik  di negeri ini diatur oleh sistem kapitalis, yang mementingkan  keuntungan materi sebanyak-banyaknya, maka tidak jarang  kehormatan perempuan pun diabaikan dan dikorbankan saat  tenaga perempuan maupun kecantikannya dieksploitasi  untuk menghasilkan keuntungan materi yang  sebesar-besarnya”  

Sekarang banyak lho bu remaja putri yang lebih tertarik  untuk gali potensi demi meniti karir, wajar gak tuh bu?

Jawab: “Karena remaja putri sekarang kebanyakan ikut arus  sistem sekuler kapitalis yang berlaku di negeri ini. Apalagi  mereka belajar disekolah puluhan tahun  (mulai SD-SMA = 12  tahun) yang dipelajari mayoritas pemikiran sekuler-kapitalis ,  bukan pemikiran Islam. Wajar kalau cara berfikirnya sekuler-kapitalis, dan jauh dari cara berfikir Islam. Agar para remaja  putri cara berfikirnya islami,  mereka harus dibekali dengan  banyak tsaqofah Islam untuk menggantikan ilmu sekuler  yang selama ini  mereka pelajari. Perempuan boleh saja  meraih ilmu setinggi tingginya dan menjadi pakar dibidang  tertentu, tetapi dia tidak boleh meninggalkan peran  utamanya sesuai arahan Penciptanya, Allah SWT.”

Emang sebenernya peran utama  perempuan tuh apa seh bu?

Jawab: “Peran utama perempuan adalah  sebagai ummun wa robbatul bait, yakni  sebagai ibu dan manager rumah tangga.  Apabila peran ini dijalankan dengan baik  oleh seluruh perempuan di negeri ini maka  akan harmonis dan bahagialah kehidupan  rumah tangga, dan selamatlah generasi  dari kehancuran. Selanjutnya akan  berdampak pada meningkatnya kinerja  bangsa di ranah publik untuk berkarya  menghasilkan sesuatu yang berguna bagi  kehidupan banyak manusia.”

 Kolot gak kalo Islam menempatkan  perempuan sebagai Ibu dan pengurus  rumah tangga?

Jawab: “Tentu saja tidak. Tugas itu sangat  mulia. Bahkan secara politis sangat  strategis untuk mewujudkan kemajuan  sebuah bangsa. Sebab peran perempuan  sebagai ibu, akan mampu melahirkan  generasi pemimpin. Bagaimana tidak, sang  anak yang ada dalam kandungan telah  mendapatkan pengajaran yang baik  apabila sang ibu rajin melantunkan ayat-ayat Allah, rajin berdzikir kepada Allah dan  senantiasa berbicara dengan bahasa yang  ahsan. Berdasarkan penelitian, janin yang  berusia 4 bulan dalam kandungan telah  bisa mendengar bunyi.

Apabila  pendengarannya dioptimalkan sejak dalam  kandungan akan meningkatkan  kecerdasannya kelak. Demikian pula ketika  ibu menyusui selama 2 tahun, sang anak  telah mendapatkan makanan terbaik yang  membuatnya tumbuh secara optimal.  Selama menyusui, sang anak senantiasa  dalam dekapan ibu, akan memberi rasa  aman, semangat hidup dan rasa percaya  diri yang tinggi bagi si anak karena  senantiasa mendapat perhatian dan kasih  sayang yang tulus.  Kehadiran ibu  senantiasa mendampingi anak akan  membuat anak memiliki rasa percaya diri  yang tinggi karena sang ibu selalu ada  didekatnya ketika sang anak butuh  bantuan.

 Semangat hidup dan rasa  percaya diri yang tinggi akan membuat si  anak senantiasa terdorong  untuk  mempelajari hal-hal yang baru. Inilah yang  membuat sang anak kelak punya rasa  percaya diri untuk berkarya, kemandirian  yang tinggi untuk menyelesaikan  masalahnya. Bila kelak ia menjadi  pemimpin, baik pemimpin keluarga   maupun pemimpin Negara dia punya rasa  percaya diri yang tinggi menyelesaikan  sendiri persoalan bangsanya tanpa  tergantung pada bangsa lain. Generasi seperti inilah yang akan  membawa perubahan bagi sebuah bangsa  menjadi bangsa yang maju, bukan bangsa  terjajah.”

Sebenernya, apa seh masalahnya bu  sampe banyak pihak yang  mengkampanyekan emansipasi wanita?  Apa dengan emansipasi wanita bisa bebas  dari diskriminasi?

Jawab: “Tidak sulit untuk mengetahui  sejarahnya bahwa arus emansipasi ini  dibawa oleh bangsa barat, yang menganut  paham sekuler-kapitalis. Bahkan mereka  mendanai banyak proyek agar ide ini  dikampanyekan khususnya di negara-negara  berkembang, yang notabene negeri-negeri  muslim. Mereka mengkampanyekan ide  emansipasi di negeri-negeri muslim agar para  muslimah tidak fokus dalam menjalankan  peran utamanya sebagi ibu, pengatur rumah  tangga dan pendidik generasi dengan  pendidikan Islam. Perempuan juga disibukkan  untuk terjun di ranah publik, dan mengabaikan  peran domestik. Dampaknya, banyak keluarga  yang tidak stabil dan goyah. Karena mereka  tidak punya waktu banyak untuk berbincang  bersama membicarakan masa depan keluarga.  Akhirnya akan berdampak pada kinerja laki-laki dan pergaulan laki-laki  dan perempuan di  ranah publik.”  

Gimana Islam beresin masalah perempuan?

Jawab: “Islam menyelesaikan masalah  perempuan dengan cara memposisikan  perempuan sebagai makhluk ciptaan Allah  yang paling mulia,  karena Allah telah  menganugerahkannya akal. Perempuan  diperlakukan sesuai kadarnya manusia dan  sebagai perempuan. Perempuan dimuliakan  karena dia makhluk yang dimuliakan Allah.  Laki-laki yang mulia adalah laki-laki yang  memuliakan perempuan. Laki-laki yang  merendahkan, melecehkan, menghinakan, dan  menzholimi perempuan adalah laki-laki yang  hina. Oleh karena itu bila ingin perempuan  dimuliakan (sebagaimana Allah dan Rasul NYa  telah memuliakan mereka), dan kehadirannya  berharga untuk memajukan bangsa menjadi  terdepan dan mulia dihadapan bangsa-bangsa  lain, tidak ada jalan lain mari kita perjuangkan  Islam tegak di muka bumi sebagai sebuah  system kehidupan yang mengatur kehidupan  pribadi, keluarga, bermasyarakat dan  bernegara.”

Pesan ibu buat remaja putri?

Jawab: “Pelajarilah tsaqofah Islam sepanjang  hidupmu, karena hanya itu yang bisa  mencerdaskanmu menjalani kehidupan ini  selamat di dunia dan akhirat. Jangan mudah  terperdaya dengan rayuan maut iklan  kehidupan bebas dan mewah yang dipenuhi  hawa nafsu, karena itu akan menjerumuskan  dan terhina di dunia dan akhirat.


Semoga  Allah senantiasa memberikan taufik dan  hidayahNya kepada kita agar akal kita  senantiasa tertunjuki menerima kebenaran  dan meringankan langkah kita melaksanakan  kebenaran. Amiin ya robbal 'alamiin.”[] 
Diberdayakan oleh Blogger.