Header Ads

BEYOND THE INSPIRATION

“Buku ini mencoba untuk mengajak  pembacanya  berpikir lebih dari out of the box,  namun berpikir beyond of the box. Diharapkan  bisa memberikan lebih dari sekedar inspirasi,  beyond the inspiration”

******

Itulah sekerat harapan yang dengan  gamblang dituangkan oleh penulis buku luar  biasa ini, Felix Y Siauw di lembaran  muqoddimah. Bahwa apa-apa yang coba  dibagikan di dalamnya lebih dari sekedar upaya  'keluar dari kotak' tempurung pikiran kita  selama ini. Begitu gencarnya propaganda  orang-orang kafir dan munafik  menyembunyikan kekuatan ideologi Islam,  sampai-sampai kita nggak  kenal agama kita  yang sebenarnya. Jangan tanya deh kondisi  umat Islam saat ini: Miris! Udah kere,  terbelakang, kelilit hutang, burem, belet, dan  selalu berada di bawah ketiaknya orang kafir.  Kalau diceritain tentang kegemilangan Islam,  remaja muslim kebanyakan melongo. Kalo kaga  melongo, ujung-ujungnya kepala bakal kena  jitak, trus bilang:
 “Ya ampuuunn pren, itu kan  masa lalu. Ngga usah bawa-bawa masa lalu  deh. Ngga usah repot-repot ngomong khilafah.  Utopis!”.


 Hikz… Hikz… Padahal kemenangan  Islam itu niscaya. Sekarang pertanyaannya,  kamu mau jadi yang mana: Pejuang ato  pecundang ? Penonton ato pemain ?  Kepecundangan, kepengecutan, pesimis,  pasif adalah hal-hal yang coba dibuang jauh-jauh di dalam buku ini. Agar kita memilih  dengan segenap kesadaran jalan yang benar  dan peran yang handal demi dunia dan akhirat.  Hal itu keliatan banget dari konten buku yang  aduhaii.... Life is Choice, Get The Guidance  Easier, The Way of Belief, The True Testify, As  Allah Assign, Beyond The Inspiration, Living The  Afterlife.

 Itu tadi deretan tajuk bab dari buku  Beyond The Ispiration. Selain unik dari sisi  judul, isi dan penyampaian, buku ini juga punya  nilai plus dari sisi lay-out dan gambar-gambar  yang unik. Gambar bukan cuma jadi hiasan alias  pajangan. Di beberapa bab, justru jadi petunjuk  dan bukti otentik yang memang sengaja  dihadirkan untuk keakuratan data.

Wuiihh…  pokoknya salut dah. Ngga ngebosenin. Ngga  bikin ngantuk, buku ini ogah lepas dari  genggaman. Punya daya pikat yang keren  banget. Tiap bab disajikan dengan lugas, khas-nya  Felix Siauw yang udah malang merintang  sebagai Islamic inspirator, yang biasa  memompa gemuruh semangat di dada anak-anak muda akan kemenangan Islam. Kita tidak  hanya sekedar temukan semangat modal  dengkul, tapi kesadaran yang mengepul  berdasarkan dalil dan bukti. Baik yang tampak  maupun yang tersembunyi. Segala  dalil dituangkan, agar tak ada hujjah  lagi bagi siapa pun di dunia ini untuk  mengambil jalan kepecundangan dan  pragmatis.

Contoh aja di bab yang paling  sederhana untuk dicerna, Life is  Choice. Hidup adalah pilihan, maka  segala sesuatu yang telah terjadi,  yang sedang terjadi, dan akan terjadi  adalah hasil daripada pilihan kita   Hidup ini hanya sebentar, hanya  sekali. Hidup seperti apa yang akan  kita pilih. Hayoo… mulai terbuka deh  tabir selama ini. Kalau kita lihat Felix  Siauw bisa nulis buku segini bagus,  jangan melongo mulu. Coba  bayangkan investasi seperti apa yang sudah beliau  tanam untuk karya terbaik. Jalan seperti apa yang  akhirnya dipilih hingga Allah anugerahkan tulisan  itu lahir ke dunia.

Karena apa yang terjadi saat ini  adalah akumulasi dari pilihan-pilihan di masa lalu.  Semakin besar pilihan seseorang, maka semakin  besar pula pengorbanan yang harus dia berikan,  semakin besar pula investasi, konsekuensi dan  risikonya. Dari salah satu bab di buku ini  (saya ngga mau  nyebutin bab yang mana, biar makin penasaran,..  hehe), banyak dikisahkan tentang Muhammad Al  Fatih (Muhammad II the Conqueror). Dialah sang  penakluk Konstantinopel, pemuda gagah berani  berumur 23 tahun dan bertaqwa kepada Allah  yang melumuri kapal-kapal untuk kemudian  berlayar di daratan!! (Betul sodara-sodara, DRISE  ngga salah cetak.... !!!!!

Untuk pertama kali dalam  sejarah umat manusia, kapal berlayar di daratan  yang medannya terjal, berbukit-bukit dan sulit.  Namun itu tidak sedikit pun membuat orang-orang beriman berputus asa atau mengurungkan  niat untuk mengemban dakwah dan jihad ke  Konstantinopel. Mereka adalah para pembebas  yang selama 825 tahun mau bersabar dan  menjaga keyakinan mereka akan hadis Rasulullah  yang berbunyi:
”Ketika kami duduk di sekeliling  Rasulullah SAW untuk menulis, lalu beliau SAW  ditanya tentang kota manakah yang akan  dibebaskan terlebih dahulu, Konstantinopel atau  Roma?'.

 Rasulullah SAW menjawab: Kota  Heraklius (Konstantinopel) terlebuh dahulu” Padahal kala itu tak ada pertanda apa pun  hingga Rasul berkata demikian. Namun  sekelompok orang yang yakin pada janji Allah dan  Rasul-Nya, pada tahun 1453 menjalankan misi  penaklukkan Konstantinopel dengan penuh  perencanaan. Segala persiapan fisik maupun  mental dikerahkan. Di bawah komando  Muhammad Al-Fatih, kota itu ditaklukkan dengan  spektakuler.

Di buku ini, kisah Muhammad Al-Fatih dan para pembebas yang mulia itu tidak  hanya diceritakan dengan cuap-cuap warung kopi  ato dongeng Robin hood. Di sinilah dengan  nyata kita akan bangga memiliki pendahulu  segagah Al-Fatih. Bagaimana prajurit kaum  muslimin mempersiapkan jumlah pasukan,  strategi, persenjataan dan kekuatan ruhiyah  demi meninggikan kalimatullah, menyambut  bisyarah.  Itulah penaklukkan Konstantinopel.

Nahh..  sekarang masih ada satu kabar gembira lagi  loh buat kita. Roma menanti kita, Khilafah ala  Manhaj Nubuwwah tinggal sejengkal lagi.  Meski seringkali orang-orang mengejek,  mencaci dan mengatakan itu utopis.  Jauhhh.... (yeehhh... belom tau dieee! Ama  Allah kok ragu? Ama Obama kok percaya?)  Walhasil, inilah sesungguhnya Beyond The  Inspiration. Meyakini janji Allah bahkan  sebelum semua itu bisa kita lihat, dengan  mata kita.

Meyakini janji Allah lebih dari pada  yang lain-lain. Meyakini Allah yang telah  menjanjikan kepada kita akan kebangkitan  kaum Muslim yang kedua dengan kembalinya  Khilafah sebagai pelindung kaum muslimin.  Supaya kita yang 'yatim piatu' tanpa Khilafah  di sisi, memiliki bunda kembali sebagai bagian  dari janji-Nya yang agung. Biar pulau memisahkan saya dengan  buku ini,  biar ratusan sungai harus dilewati, meski  cuaca buruk, meski duit tinggal sereceh-receh, buku ini telah sampai di tangan!  (Alhamdulillah...) Buku yang layak sebagai  cetak biru misi kita di muka bumi.  So... masih belom ngiler??? Gleg~[]

Penulis : Felix Y.Siauw

Penerbit : Khilafah Press
Diberdayakan oleh Blogger.