Header Ads

Bagaimana Agar Cepat Paham & Lupa

Assalamu'alaikum
Teh, boleh brtanya?Klw d izinkan, ingin brtanya, apa sja yg bisa membuat pikiran Qta itu menjadi lbih cpat dalam menangkap yg d sampaikan oleh guru maupun orang lain, dan apa yg bisa mmbuat ilmu Qta itu, menjadi lupa bgitu sja? (San_ Purwakarta)"


Wa’alaikumussalam Wr.Wb.            
                         
Dik San yang cerdas

Kemampuan seseorang menangkap dan memahami sesuatu berbeda-beda, ada yang cepat dan sebaliknya. Sesuatu yang disampaikan guru atau orang lain baik materi pelajaran atau informasi lebih cepat ditangkap jika kita sungguh-sungguh memperhatikannya (berkonsentrasi). Rasulullah mencontohkan cara memberikan perhatian. Saat berbicara dengan seseorang, Rasulullah menghadap ke arah orang tersebut sebagai kesungguhan beliau memperhatikannya. Kesungguhan memperhatikan terwujud jika kita menyadari apa yang disampaikan adalah hal penting untuk dipahami. Disinilah perlunya pencermatan yaitu tidak hanya mendengarkan, akan tetapi berusaha memahami makna di balik apa yang disampaikan. Ini bisa terjadi jika kita mempunyai informasi awal, tentunya diperoleh dengan banyak membaca, misalkan di rumah mempelajari materi pelajaran sebagai persiapan sebelum esoknya diterangkan guru. Suasana hati (mood) juga berpengaruh dalam menerima pelajaran. Jagalah suasana hati dengan menganggap belajar sebagai kegiatan menyenangkan, karena dengan belajar akan memiliki banyak pengetahuan, dan masa depan lebih cerah.   

Dik San yang cerdas


 Ilmu merupakan harta berharga yang dengannya Allah meninggikan derajat seseorang (QS 58:11), akan tetapi sering seseorang lupa dengan ilmunya. Selepas ujian (UTS/UAS) dan mendapat nilai lepas juga ilmu yang dipelajari selama ini. Ini terjadi karena proses belajar di sekolah selama ini bersifat teoritis. Guru menerangkan teori tanpa mengkaitkan dengan fakta sehari-hari, sehingga kita hanya mengetahui teori, hafal materi pelajaran, akan tetapi tidak memahaminya, apalagi mengamalkan. Dalam proses belajar seharusnya ilmu lil amal yaitu ilmu untuk diamalkan, contohnya saat pelajaran agama guru menjelaskan bahwa kita harus berbakti kepada ortu, maka harus dipraktekkan dalam keseharian dengan mentaatinya selama tidak menyuruh berbuat dosa. Begitu pula dengan ilmu lain, misalkan dalam pelajaran kimia kita mengetahui makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya bagi tubuh, maka kita harus berhati-hati dengan menjauhi makanan berpengawet. Dengan menggunakan ilmu dalam keseharian akan menjadikan ilmu kita hidup, tidak hanya sebatas teori yang tersimpan di memori otak yang mudah dilupakan. Begitu dik San, semoga bermanfaat.[]
Diberdayakan oleh Blogger.