Header Ads

The oldest house of worship

Majalahdrise.com - Siapa yang tak kenal Ka’bah atau Baitullah. Setiap muslim pasti mendambakan suatu saat dirinya bisa melakukan tawaf mengelilingi rumah suci tersebut. Bahkan setiap hari milyaran umat muslim di dunia bersujud ke arah yang sama yaitu Ka’bah.  Tahukah D’Riser bahwa Ka’bah merupakan tempat ibadah tertua di dunia?

Allah berfirman dalam QS Ali Imran : 96, “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia”.
Menurut Firman Allah dalam QS Al-Baqarah ayat 125, bangunan Ka’bah ditinggikan oleh Nabi Ibrahim AS., dan Nabi Ismail AS.. Menurut hadits, pondasi Ka’bah sebenarnya sudah ada sebelum manusia dikirim ke bumi, yang dibangun dan digunakan sebagai tempat ibadah oleh malaikat. Setelah nabi Adam AS. dan istri beliau iturunkan ke bumi, Ka’bah dijadikan tempat ibadah yang pertama kali oleh beliau dan keturunannya hingga saat ini. Dengan demikian Ka’bah merupakan bangunan pertama di bumi yang digunakan untuk menyembah Allah SWT.
Walaupun berbagai peradaban datang silih berganti, fungsi Ka’bah sebagai pusat peribadatan tetap dipertahankan. Bahkan ketika kesucian Ka’bah dikotori oleh berhala kemusyrikan sekalipun. Pada saat Nabi Muhammad SAW masih di Mekkah dan 16 bulan setelah beliau hijrah ke Madinah, tak kurang dari 360 berhala berada di sekeliling Ka’bah. Bahkan arah kiblat shalat pun sempat dialihkan ke Masjidil Aqsha untuk sementara. Akhirnya ketika Nabi SAW menaklukkan Makkah, semua berhala yang ada dihancurkan  dan Baitullah dibersihkan dari segala bentuk kemusyrikan.
Nah, D’Riser, sudah sepatutnya kita bangga sebagai seorang muslim atas kiblat kita yang luar biasa. Bukan hanya dari segi kemukjizatannya saja, kita juga harus bangga bahwa umat Islam adalah umat yang kompak, semuanya bersujud ke arah yang sama. Karena itu sudah sewajarnya umat Islam di seluruh dunia bersatu, tanpa disekat-sekat oleh nasionalisme, hanya disatukan oleh Islam saja. Siplah! []
BOX
Ka’bah dan Keajaiban Ilmiah
Selain keistimewaan-keistimewaan Ka’bah yang disebutkan oleh dalil naqli, rupanya Ka’bah juga menyimpan keajaiban-keajaiban yang bersifat ilmiah. Disebutkan bahwa daerah sekitar Ka’bah berada tepat di antara kutub utara dan selatan, dimana pengaruh medan magnet kedua kutub sama kuat sehingga kompas tak akan bekerja sebagaimana mestinya. Karena itu daerah ini disebut zero magnetism area. Hal ini juga berpengaruh pada fisik manusia yang tinggal di sekitar Mekkah yang cenderung lebih bugar. Banyak jemaah haji yang di negerinya ringkih, setelah menginjakkan kaki di Mekkah malah berasa  full of energy. Wah!

Penelitian lain membuktikan Ka’bah merupakan golden ratio point atau rasio emas dari planet bumi. Golden ratio point bernilai 1,618 dan dilambangkan dengan simbol phi. Dalam matematika, rasio ini terdapat dalam deret Fibonacci. Rasio emas ini disebut ajaib karena proporsi yang sama hampir selalu ditemukan dalam segala hal. Mulai dari hal yang sederhana seperti pola spiral pada cangkang keong, hingga hal-hal rumit seperti spiral DNA bahkan desain alam semesta. Karena itulah golden ratio point juga disebut divine proportion, karena diyakini sebagai rancangan Sang Khaliq dalam menciptakan alam semesta.

Keajaiban rasio ini sebenarnya sudah diketahui sejak zaman dahulu. Di Yunani kuno rasio emas diaplikasikan dalam berbagai hal seperti arsitektur. Bahkan konstruksi piramida sekalipun diduga menggunakan aplikasi dari rasio emas. Para pelukis dan mematung dari zaman renaissance juga menerapkan rasio emas ini dalam karya-karya mereka.  Misalnya dalam lukisan ikonik vitruvian man  karya Leonardo da Vinci, yang  menggambar anatomi tubuh manusia secara proporsional. Karya-karya yang menerapkan rasio ini diakui sebagai karya yang unggul.

Sedangkan kaitannya dengan Ka’bah, bila jarak antara Ka’bah dengan kutub selatan (12348,32 km) dibagi dengan jarak antara Ka’bah dengan kutub utara (7631,68 km) maka voila, hasilnya 1,618! Begitu pula jika jarak antara dua kutub (19980 km) dibagi jarak antara Ka’bah dengan kutub selatan (12348,32 km), hasilnya pun genap 1,618. Subhanallah. Yang lebih mencengangkan lagi, ternyata rasio emas ini juga muncul di satu-satunya ayat Al Qur’an yang menyebut kata Makkah (Bakkah), yaitu QS Ali Imran ayat 96 yang dikutip di atas.


Jumlah huruf dalam ayat tersebut adalah 47 huruf, bila dibagi 1,618, hasilnya adalah 29. Ternyata 29 huruf pertama ayat tersebut berakhir tepat pada kata “bibakkata” yang artinya “di Bakkah (Makkah)”. Subhanallah![]

di muat di majalah drise edisi 09
Diberdayakan oleh Blogger.