Header Ads

The Most Ancur Nation

Haduh... D’RISE bener bener geleng-geleng kepala nih melihat segala kebobrokan moral yang terjadi di dunia. Akhirnya karena kebanyakan geleng-geleng, kita jadi dapet ide untuk mencari tau bangsa mana sih sebenernya yang paling ancur moralnya?

Setelah melakukan penelitian intensif selama bertahun-tahun di laboratorium yang canggih dan dan higienis (gudubrak..! emangnya iklan susu!), akhirnya semakin terbukti bahwa peradaban barat yang dimotori oleh Amerika merupakan peradaban yang paling ancur moralnya.

Nggak heran kali yah, kalo masyarakat Amerika dan barat pada umumnya mengalami degradasi moral. Hal ini bahkan diakui sendiri oleh rakyat Amerika. Menurut polling yang diadakan oleh majalah Newsweek, 76 % rakyat negeri Paman Sam tersebut meyakini bahwa Amerika tengah mengalami moral decline.

Niel Postman, seorang kritikus sosial Amerika, mendeskripsikan fenomena kebobrokan moral adalah ketika “rasa malu, harga diri, dan kesucian telah kehilangan warna dan nilainya”. Hilangnya rasa malu ini salah satunya disebabkan oleh gencarnya pornografi melalui berbagai media. Saat ini Amerika adalah produsen pornografi nomor satu di dunia. Setiap tahunnya, hollywood memproduksi 11.000 film bokep, hampir 20 kali lebih banyak dari produksi film lainnya, yang itupun sudah banyak sisipan adegan “horor”nya (LA Times Magazine, 2002).

Di Amerika, orang-orang bisa menikmati pornografi di layar televisi. Hampir semua perusahaan TV kabel ternama seperti Comcast, Time Warner dan Cablevision menyajikan chanel yang berisi konten “dewasa” kepada pelanggannya. Padahal, 29 juta pelanggan TV kabel terdiri dari anak-anak dan remaja. Rata-rata remaja Amerika menghabiskan 3 - 4 jam nongkrong di depan layar kaca setiap harinya, dan 83% program yang ditonton berisi materi seksual. Bukan cuma di layar televisi dan internet, wabah pornografi juga melanda ranah musik. Sebanyak 42% lagu dalam CD-CD top-selling berisi lirik-lirik yang menjurus ke arah seksual, 41 % diantaranya terkategori sangat vulgar. Waduh!

Sebagai akibat dari merajalelanya pornografi di Amerika, 38% rakyat amerika meyakini bahwa melihat gambar porno adalah hal yang wajar, 59% persen rakyat Amerika merasa wajar bila seseorang mempunyai pikiran mesum, dan 38% persen bercaya bahwa nggak ada yang salah dengan pornografi. (Morality Continues to Decay. Barna Research Group, 3 November, 2003.).

Serbuan pornografi yang gencar ini semakin mendorong rakyat Amerika untuk melakukan hubungan seks yang bebas. Mereka lebih senang melakukan hubungan seks ilegal di luar pernikahan. Berdasarkan penelitian dari News And World Report, setiap dua anak amerika, satu diantaranya adalah hasil hubungan zina, sementara anak haram yang belum sempat brojol karena keburu diadopsi eh diaborsi, sejak tahun 1973 sampai saat ini jumlahnya hampir mencapai 50 juta jabang bayi. (National Right-to-Life website).Ya ampyun…!

Fenomena kemerosotan moral ini juga diiringi dengan meningkatnya frekuensi kejahatan kelamin. Di Amerika, 1,3 wanita diperkosa setiap menit! Jumlah ini sama dengan 78 perkosaan yang terjadi setiap jam, 1.872 perkosaan tiap hari, 56.160 perkosaan tiap bulan dan 683.280 yang terjadi setiap tahun. Dari 3 orang wanita amerika, satu diantaranya diperkosa setidaknya sekali seumur hidup. Menurut survey, satu dari 12 orang pelajar laki-laki melakukan pernah melakukan perkosaan atau percobaan perkosaan. (http://oak.cats.ohiou.edu/). Busyet dah..



Begitulah D’RISEr, negara yang disanjung-sanjung sebagai superpower, ternyata faktanya superancur. Bukan cuma menghadapi masalah moral extinction yang sangat serius, Amerika juga dibikin pusing dengan tingkat kriminalitas yang meningkat, penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, korupsi yang merajalela, dan utang negara yang semakin menumpuk. Makanya, (menurut seorang aktivis anti perang Irak) Amerika menyatakan perang terhadap Irak supaya rakyat Amerika bisa melupakan masalah sosial mereka sendiri, supaya rakyat bisa melupakan korupnya politisi negara mereka sendiri. Tapi tentu saja perang ini nggak akan jadi solusi buat Amerika. Semakin hari, langkah Amerika ke liang kuburnya semakin pasti saja. Sudah banyak lho pakar-pakar yang memprediksikan runtuhnya Amerika dalam waktu dekat. Karena itu, masa iya sih kita masih percaya kalo negeri Paman Sam layak jadi panutan? Yang bener aja! [Ihsan]

BOX:
Lagu Mesum Mendorong Seks Bebas

Nggak bisa disangkal, sebuah lagu ternyata bisa mempengaruhi perilaku pendengarnya. Apalagi remaja, yang kata orang, sedang dalam masa pancaroba, masa puber, serba ingin tahu dan serba ingin mencoba! Sebuah penelitian menunjukkan bahwa remaja yang sering mendengarkan lagu-lagu yang liriknya menjurus ke tema seksual, ternyata cenderung untuk melakukan seks bebas lebih awal daripada remaja yang Ipod nya dipenuhi lagu-lagu lain. Nah lho!

Lagu-lagu yang banyak mengekspos tema seks memberi pesan tertentu tentang seks, sehingga banyak mempengaruhi cara pandang remaja mengenai hubungan seks. Anak cowok belajar menjadi play boy, dan anak cewek diarahkan untuk menjadi objek seksual belaka, begitu kata Steven Martino, peneliti Rand Corp, Pittsburg.

Banyak remaja yang beranggapan bahwa apa yang mereka dengar dalam lirik lagu tersebut adalah sesuatu yang normal alias wajar. Padahal, banyak banget lagu yang liriknya ekstrim banget, ada lirik yang ngajak melacur, sampe ngajak merkosa anak orang. Kan gawat tuh…

Kasihan banget yah, remaja Amerika, diserbu pornografi dari mana-mana. Moral dibantai, etika dibasmi. Mudah-mudahan Indonesia nggak jadi kaya’ Amerika. Amin banget![sumber:msnbc.com]


Diberdayakan oleh Blogger.