Header Ads

Revolusi, Pasti Terjadi!

Majalahdrise.com - Jazirah Arab bergejolak. Tak disangka, aksi bakar diri seorang penjual sayur di Tunisia itu membakar amarah rakyat terhadap ketidakadilan di negeri itu. Bola revolusi pun bergulir. Zine el-Abidin ben Ali sang pemimpin korup itu pun kabur ke Saudi Arabia. Bak bola salju, revolusi itu makin membesar dan meluas di negara-negara Arab dan Afrika utara. Tak lama kemudian, Mesir pun menyusul Tunisia, menendang bokong penguasa untuk segera hengkang dari singasananya. Seolah jadi tren, kini hari-hari di Jazirah Arab dihiasi dengan demonstrasi anti pemerintah.

Meletusnya gerakan revolusi di timur tengah bukan tanpa sebab. Karena saat ini, kebanyakan negeri Arab diperintah oleh pemimpin diktator yang otokratis, korup, represif, penindas rakyat. Apalagi keadaan semakin diperparah dengan harga-harga yang melonjak naik, pengangguran yang meningkat, inflasi terus meroket, dan kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin semakin melebar. Wajar kalau rakyat ngamuk-ngamuk.

Cuma sayang, revolusi yang terjadi lebih didorong oleh urusan perut, bukan revolusi ideologis. Sehingga arah perubahan yang ditawarkan pun akhrnya nanggung. Sebatas tambal sulam sistem pemerintah yang sudah ada. Padahal, penyebab segala kebangkrutan, kemelaratan dan kebobrokan yang terjadi adalah diterapkannya sistem kapitalisme oleh pemerintah untuk ngatur rakyatnya. Jadi, selama kapitalisme masih diterapkan, kebangkrutan, kemelaratan dan kebobrokan itu akan terus berlanjut, bahkan jadi lebih parah. Dan ketika kesabaran rakyat sudah sampai batas boiling point, akhirnya rusuh lagi deh. Seolah revolusi tak punya arti demi meraih perubahan hakiki yang dinanti. Mau begitu sampai kapan?


Karena pemerintah kita tingkahnya gak jauh beda dengan para penguasa di Tunisia atau Mesir, tidak mustahil revolusi yang serupa akan terjadi di Indonesia. Tinggal tunggu waktu aja. Makanya, kita sebagai kaum muslim mesti siap menawarkan konsep revolusi total, yaitu dengan menerapkan syariat Islam secara kaaffah oleh negara. Karena hanya itu satu-satunya harapan menyelamatkan kehidupan manusia di Indonesia dan di seluruh dunia. So, mari sambut datangnya revolusi dengan konsep Islam ideology. The world can’t wait![]
Diberdayakan oleh Blogger.