Header Ads

MAJALAH DRISE EDISI 10 : Find the True Love

MAJALAHDRISE.COM - Asal masuk bulan Februari maunya ngobrolin cinta melulu. Bulan ini udah didaulat jadi bulan cinta sedunia karena di sana ada perayaan hari kasih sayang alias Valentine Day (V-day). Padahal beberapa sumber menyebutkan bahwa V-day adalah hari peringatan kematian seorang pendeta. Sumber lain menyatakan bahwa V day adalah perayaan hari kesuburan bangsa pagan Romawi. Jadi perayaan V-day sebenarnya nggak terlalu berhubungan dengan cinta kasih.

Yup, kali ini D'RISE nggak akan terlalu banyak bahas V-day karena udah banyak banget pihak yang mengungkap apa sebenarnya V-day itu, D'RISEr pasti udah pada tahu. Sekarang kita akan bahas abis-abisan soal cinta. Sejenis makhluk apakah cinta itu? Mari kita kuliti bersama-sama. Lets cekimprot…

The Meaning of Love
Nah ini dia pertanyaan terbesar sepanjang masa, apakah cinta itu? Tapi sebelumnya mari kita samakan dulu persepsinya, cinta yang lagi kita bahas sekarang adalah cinta dengan lawan jenis ya, bukan cinta kepada orang tua, sodara, atau yang lain. Oke…

“Cinta itu kalo kata d'Bagindas mah C, I, En, Te, A,” halah. Itu kata Panji, kawan kita dari salah satu SMA Negeri di Sukabumi. Katanya cinta itu adalah suatu anugerah yang sangat luar biasa, tapi susah didefinisikan.

Lain lagi yang diungkapkan Irwan. Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta ini bilang bahwa cinta itu harus saling menyayangi, memahami dan mengerti.  “Nggak pandang fisik atau materi, kudu bisa nerima apa adanya.” Waaahhh anak mahasiswa jawabannya berbobot banget.

“Cinta itu adalah rasa suka dalam hati kepada lawan jenis. Biasanya ada keinginan untuk memiliki. Tapi kadang cinta juga jahat, jadi aku nggak terlalu suka sama cinta,” kata Gita, kawan kita dari Medan. Wah nggak suka sama cinta? Ah yang beneeerrr, hehe.

“Cinta adalah sebuah gaya tarik menarik yang dipengaruhi oleh besarnya frekuensi dan kuantitas gelombang yang menggetarkan hati, dan melambungkan harapan elemen positif, sehingga berimplikasi pada aplikasi di dalam sebuah mekanisme pikiran, perasaan, dan suatu aturan yang mendasarinya,” euleuh panjang banget, ilmiah lagi, itu kata Adit, kawan kita dari Cianjur. Kayanya dia cucunya Einstein. Huhu…

Lebih parah lagi, “cinta itu BULLSH*T”, kata Yuanita, kawan kita yang juga dari Medan. Adoyyy, jangan ngamuk di sini Buuu.

Wah ternyata makna cinta itu banyak dan relatif, sekaligus subjektif. Tergantung siapa yang ngomong, dan tergantung bagaimana latar belakang pemikiran, lingkungan, dan pandangan hidup orang yang ngomong. Orang barat malah bilang bahwa cinta adalah hubungan seks. Makanya mereka mengistilahkan hubungan seks dengan istilah making love (membuat cinta). Padahal kan nggak gitu juga.
Yang lebih kacau lagi, Panglima Tian Feng alias Pat Kay bilang “cinta, deritanya tiada akhir”. Makin parah.!!


Korban Cinta Semu
Parahnya, makna-makna cinta yang beredar di tengah remaja adalah makna cinta yang nggak jelas bahkan keliru. Karena makna cinta yang salah itulah akhirnya remaja salah langkah dalam mengekspresikan cintanya. Remaja jadi getol pacaran, bahkan yang nggak punya pacar alias jomblo dianggap aneh dan dipandang sebelah mata alias ketinggalan jaman. Ada yang bela-belain cari pacar lewat biro jodoh, ramalan cinta, internet dan situs jejaring sosial, bahkan ada juga yang hunting sampe ke desa-desa. Nyari bunga desa gitu loh, karena yang di kota udah banyak yang nggak orisinil. Hahay.
Dengan kenyataan seperti ini, tanpa disadari sebenernya remaja sedang mengambil makna cinta menurut orang barat yang pandangan hidupnya adalah liberalisme (kebebasan) dan hedonisme (maunya enak doang), yang emang sekarang ini lagi jadi mainstream (arus utama). Asalkan udah saling mencintai lantas boleh berbuat apapun dengan orang yang dicintainya. Hal ini biasanya sering dijadikan senjata untuk merampas keperawanan anak cewek. “Kalo emang cinta buktikan dong, mau ML nggak?” Basi banget. Yang merebak kemudian adalah perilaku yang sangat berbahaya.

Berbagai riset udah banyak mengungkapkan bahwa sebagian besar remaja udah pernah berhubungan intim sebelum menikah. D'RISE aja ngeri banget pas baca hasil risetnya. Udah parah banget. Demi cinta semu gampang banget remaja menggadaikan keperawanan dan keperjakaannya. Kalo baru ciuman bibir mah belum seberapa, udah banyak yang sampe bercumbu, necking, dan bahkan berzina. Nauzubillah.

Fenomena ini juga kelihatan banget pada saat perayaan pergantian tahun kemaren. Pergantian tahun diwarnai dengan pelepasan keperjakaan dan keperawanan. Serem banget. Di beberapa kota seperti di Jombang dan Yogyakarta persentase penjualan kondom meningkat sampe seratus persen di berbagai apotek. Seorang kawan yang kerja di sebuah perusahaan ritel terkemuka –yang udah sukses mematikan warung-warung kecil- juga cerita bahwa orang-orang pada bolak-balik beli kondom pas tahun baru. “Masa anak kecil disuruh beli kondom, kang,” tandasnya. Haduuuuhhhh.
Ya Allah selamatkanlah kami dari itu semua. Amin…

The True Love
Pandangan tentang cinta emang subjektif, tergantung dari sudut pandang, pola pikir, dan pandangan hidup masing-masing orang. Karena itulah kalo ditanyakan ke masing-masing orang kemungkinan jawabannya akan beda-beda. Kesalahan dalam memaknai cinta akan berakibat pada kesalahan bersikap dalam mengekspresikan cinta. Kalo udah begini nanti yang datang adalah bencana buat diri kita sendiri.
Terus gimana dong makna cinta yang sesungguhnya? Nah ini dia. Karena kita muslim, tentunya definisi cinta dalam Islam yang kudu kita ikutin dan kudu kita aplikasikan. Karena dengan cinta yang islami inilah kita akan selamat dalam mencintai pasangan kita dalam keridhoan Allah dan RasulNya.

D'RISE beruntung banget sempat baca sebuah tulisan yang berjudul The Vision of Love, buah karya seorang penulis muda yang bentar lagi insya Allah akan meluncurkan dwilogi novelnya. Walaupun judulnya pake bahasa Inggris, ternyata tulisan itu adalah visi cinta yang islami banget, yang dia persembahkan buat pujaan hatinya yang insya Allah bentar lagi bakal dia nikahi (katanya tolong doain). Poin awal dari tulisan itu ternyata adalah definisi cinta lho. Waaaahhh…

Katanya, “cinta adalah ketaatan kepada Allah dan RasulNya.” Dia menyandarkan definisi cintanya itu kepada surat Ali Imran ayat 31, “Katakanlah jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku (Rasul).” Dia menjelaskan, berdasarkan ayat tersebut kegambar banget bahwa cinta itu adalah ketaatan kepada aturan Allah dan RasulNya. Kalo kita sungguh-sungguh mencintai pasangan kita, maka cara mencintainya haruslah dengan menaati aturan Allah dan RasulNya, yaitu dengan menikah. Kalo di luar itu –kaya’ pacaran- bukan cinta namanya. Dengan kata lain kalo kita mencintai bukan dengan syariat Allah dan RasulNya sebenernya itu cuman cinta semu, yang akan menyisakan luka dan dosa di hati.

Hal senada juga disampaikan oleh Ust. Shiddiq al-Jawi, “Bagi saya cinta sejati adalah cinta yang didasarkan pada keimanan kepada Allah dan dilaksanakan sesuai tuntunan syariah. Inilah cinta sejati yang ada dalam Islam. Selain itu, yang ada hanya cinta gadungan, yaitu cinta palsu yang sebenarnya hanya tipu daya syaitan, atau hawa nafsu, atau cinta ala binatang.” Catet tuh bro!

Nah itulah dia cinta sejati, cinta yang dibangun di atas kecintaan dan ketaatan kepada aturan Allah dan RasulNya, syariat Islam. Untuk mengetahui secara mendalam bagaimana Islam mengajarkan caranya mencintai dan dicintai pujaan hati, nggak ada cara lain selain dengan ngaji. Hayo ngaji… biar cinta tetep bersemi demi meraih ridho illahi...yuk![sayf]




Box
Love Detector

Karena sekarang banyak beredar cinta semu dan cinta gila, D'RISE mau ngasih tips dan trik bagaimana mendeteksi cinta. Lets rockin’.

  1. Kalo doi nembak trus ngajak pacaran, tandanya doi nggak serius dan mau menjadikan kamu sebagai pelampiasan tamasya syahwatnya. Wajib ditolak.
  2. Kalo doi ngajak berduaan alias mojok, tandanya doi lagi menjerumuskan kamu kepada murka Allah. Inget, kalo cowok sama cewek udah berdua-duaan yang ketiganya pasti setan. Jadi wajib ditolak.
  3. Kalo doi minta bukti cinta dengan ngajak berhubungan intim, itu juga cuman akal-akalan dia untuk melampiaskan nafsunya sama kamu. Nggak pake lama, wajib ditolak.


Waspadalah, waspadalah…

DI MUAT DI MAJALH DRISE EDISI 10
Diberdayakan oleh Blogger.