Header Ads

Lapis Legit Perjuangan

Irsan tak hanya sibuk memperbaiki diri, tapi juga aktif berdakwah di tengah masyarakat. Dakwahnya sering tertolak. Cibiran kerap datang. Masalah pribadi pun turut membebani. Kemiskinan memaksanya berhenti melanjutkan studidi perguruan tinggi. Jangankan untuk biaya kuliah, bisa makan aja udah sukur. Meskti begitu, baginya tak ada kata lari dari dakwah karena alasan terhimpit, terjepit, atau hidup morat-marit. Karena dia yakin, skenario Allah bagi para pejuang sangat tidak biasa, pasti luar biasa!!!

Sementara Eka melewati masa SMA-nya dengan keringat dan air mata. Ia lebih memilih dakwah sebagai kegiatan hariannya dibanding having fun bareng teman-teman. Ia lebih enjoy dengan jilbab dan kerudung yang menutup auratnya daripada tren busana pengumbar aurat yang digandrungi kawan-kawannya. Hal itu membuat dirinya dicap sebagai ’murid bermasalah’ sehingga sering keluar masuk ruang BP (Bimbingan dan Penyuluhan) di sekolahnya untuk menjalani ’terapi’. Meski begitu, dia yakin kalo keringat dan air matanya kelak menjadi saksi kestiqomahannya dalam dakwah yang meringankan dosanya saat menjalani Hari Perhitungan (yaumul hisab). 


Kisah Irsan dan Eka diatas, cukuplah mewakili lika-liku dakwah yang mewarnai hidup para pengembannya. Memang, menjadikan islam sebagai way of life (jalan hidup) tidaklah mudah. Apalagi di tengah kehidupan sekuler seperti sekarang ini. Tapi Irsan dan Eka pikir, ”daripada capek-capek ngejar dunia dan hanya mendapat setitik, mendingan ngejar akhirat yang abadi dan lebih menjanjikan”. Seperti digambarkan rasul dalam sabdanya: ”Perbandingan dunia dan akhirat itu seperti salah seorang dari kalian memasukkan jarinya di laut, kemudian perhatikanlah apa yang menempel ketika ia angkat (itulah dunia)” (HR. Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah). Biar deh bersakit-sakit dahulu, bersenang-riang kemudian. (Berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian. Daripada pake rakit mending naik speedboard. Ehh, nyambung ga sih? hehehe)

Duhai kawan... Ketahuilah, bumi terus berputar pada porosnya! Siang dan malam datang silih berganti. Tak ada satu jalan pun yang bebas hambatan. Lurus belum berarti mulus. Begitu pun jalan dakwah. Hidup sebagai pejuang islam lumayan sensi. Gerah rasanya kalo liat yang ngga sesuai syariat. Memendam kebenaran justru lebih berat ketimbang dapat siksaan akibat menyampaikannya. Rasa takut terkucil dari pergaulan atau dijauhin teman nggak bikin ngeper. Di benaknya, ia ingat sabda Rasulullah: Rasa takut terhadap manusia jangan sampai menghalangi kamu untuk menyatakan apa yang sebenarnya jika memang benar kamu melihatnya, menyaksikannya atau mendengarnya (HR. Ahmad). Apalagi Allah swt ngasih bayaran yang sepadan buat para pengemban dakwah. Rasul saw bersabda: ”Apabila Allah memberi hidayah kepada seseorang melalui upayamu, itu lebih baik bagimu daripada apa yang dijangkau matahari sejak terbit sampai terbenam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Luar biasa! Begitulah janji Allah pada hamba yang berupaya menyampaikan hidayah. Makanya dRiser, perjuangan itu nikmat. Ya, nikmat yang berlapis-lapis. Ketika meniti di jalan perjuangan ini, rasa pahit menjadi manis, berat menjadi ringan, dan sesuatu yang mahal terasa murah. Ibarat kue lapis legit, sekali gigit susah ngelupain nikmatnya. Berapa lapis? Ratusaannn.... Berapa lapis nikmatnya perjuangan? Ratusaannnn... LEBIH ! So, udah ngga jamannya lagi berdiam diri apalagi cuma mikirin diri sendiri. Ayo, kita bulatkan tekad untuk ikut berdakwah!. [Alga Biru]

Untuk sahabat-sahabatku,...
Jalan ini memang tak mudah
Perih, tapi indah
Seperti jalan para pencinta yang haus dan rindu
Mau lagi dan lagi
Seperti kue lapis legit
Lapis demi lapis kan kita habisi, kita telusuri jalan ini...
Jangan berhenti, konsistenlah di jalan dakwah!
I Love you coz Allah*

-000-

Foot note: kue lapis legit merupakan oleh-oleh khas dari Medan Sumatera Utara. Rasanya macem-macem. Dominan coklat, ada yang ditaburin keju juga. Enak!! Mau ??? ^_^



BOX... BOX... BOX...
JUJITSAH!
(Jurus Jitu Istiqomah dalam Dakwah)

1. Mantapkan Aqidah
D’Riser... Aqidah itu ibarat fondasi seorang muslim. Jadi kalau fondasinya ngga kuat, bakalan gampang goyah. Jangankan menghadapi syahid, dikasi cobaan kecil aja bisa rontok. Betul ?? Yuukkk...

2. Pertajam pemikiran dan rajin mengkaji
Mengkaji itu PBB! Penting Banget Bow! Selain sebagai bahan bakar dalam perjuangan, usaha pengkajian juga diperlukan dalam rangka membersihkan isi pikiran kita dari ide-ide kufur yang mungkin saja menyusup. Karena area perjuangan kita adalah ’mahluk tak terlihat’ dalam ghozwul fikri (perang pemikiran) dimana kita kerap bersinggungan dengan ide-ide kufur. Diam-diam merasuk. So, bersihkanlah.

3. Sabar 
Rasulullah bersabda: ”Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang bersabar pada agamanya diantara mereka seperti orang yang menggenggam bara api” (HR. At-Tirmidzi). Jika kita gunakan akal sehat, mana ada yang sanggup dengan menggenggam ’bara api’. Tapi itulah luar biasanya Allah, dengan sabar sebagai obat, kita menjadi orang-orang yang kuat ! Superman aja lewaaattt... 

4. Perkuat amalan sunnah
Hemm, d’Riser.. Berhubung tugas dakwah itu memang berat, jadi kita harus dekat dengan Sang Penguat. Semakin kita berpegang pada-Nya, energi dan kualitas kita akan semakin rekat. Dan yang menguatkan hubungan itu adalah amalan nafilah (sunnah). Amalan itu bisa dalam wujud memperkencang tilawah, puasa sunnah, shalat tahajjud, dan lain-lain. [Alga Biru]

Dimuat di majalah drise edisi #001
Diberdayakan oleh Blogger.