Header Ads

Komet Tanda Kiamat?

Di jaman kiwari (jaman dulu) kemunculan komet sering dianggap sebagai penyampaian pesan dari langit sehingga dijadikan sebuah mitos. Bangsa Babilonia mentafsirkan komet adalah objek langit yang kehadirannya menyebarkan rasa takut seperti dalam film ‘Epic of Gilgamesh’ yang di dalamnya mendeskripsikan kehadiran api dan banjir yang menyertai kehadiran komet di angkasa Bumi. Bangsa Mongolia kuno juga menyebut komet sebagai “saudara perempuan iblis” yang memberi peringatan tentang kehancuran, badai, dan musim dingin yang membeku ketika objek ini mendekati Bumi.

Padahal secara ilmiah, komet adalah ‘hanyalah’ benda tata surya kecil yang mengelilingi matahari. Pada saat mendekati matahari, komet menghasilkan atmosfir yang terlihat seperti sebuah ekor. Ekor ini sendiri adalah es-es pada permukaan komet yang mulai menguap saat mendekati matahari dan membawa banyak debu. Inti komet terdiri dari batu, debu, air beku, dan gas-gas beku kayak CO, CO2, Metana atau Amonia. Besar Inti komet bervariasi dengan luas 100 meter persegi hingga 30 kilometer persegi dan biasanya bergerak dengan kecepatan 150.000 km/jam.  Fakta yang menarik adalah inti komet sebesar kacang bisa menghasilkan ekor sebesar lapangan sepakbola.
Amerika pernah di kejutkan dengan spekulasi The New York Times Tahun 1881. Seorang astronom dari analisa spektral menemukan bahwa ekor sebuah komet mengandung gas mematikan yang disebut Cyanogen (dari asal kata sianida). Tadinya berita ini tak terlalu menarik hingga seseorang menyadari bahwa lintas bumi akan berpotongan dengan ekor komet Halley di tahun 1910. Kebayang dong gimana paniknya penduduk bumi kalo bener gas mematikan dalam ekor komet Halley mampir di permukaan bumi. Sampe diramalkan saat itu kiamat sudah dekat. Ternyata tidak terbukti. Karena sampe detik ini kita masih bisa menikmati sajian Tabloid Remaja D’Rise yang kamu sayangi ini sambil cekakak-cekikik-cekukuk. Narsis Mode: ON!
Sebenarnya komet terbagi  2 jenis:
a.       Komet Periode singkat
Komet periode singkat berasal dari Kuiper belt. Disebut periode singkat karena komet-komet  ini hanya butuh kurang dari 200 tahun untuk menyelesaikan orbitnya mengelilingi matahari. Batuan-batuan es ini sebenernya mengelilingi matahari dengan lambat dan lembut. Namun ketika mereka bertabrakan satu sama lainnya, membuat salah satu dari mereka terpental ke dalam tarikan gravitasi matahari dan menjadi komet
b.      Komet Periode panjang
Komet periode panjang berasal dari daerah di ujung tata surya kita. Atau Awan Oort. Komet-komet ini membutuhkan waktu dari 200 sampai jutaan tahun untuk mengelilingi matahari. Awan Oort adalah daerah berbatu2 yang berjarak sekitar 7,5 trilyun km dari matahari. Awan Oort dipercaya terbentuk saat pembentukan tata surya kita. Batu-batu ini adalah puing-puing yang terpental saat pembentukan planet-planet di tata surya kita. Puing-puing itu sekarang mengambang jauh di angkasa namun masih terikat gravitasi matahari. Yang membuat batuan awan oort menjadi komet bukanlah tabrakan, seperti pada kuiper belt.
Drise, semoga penjelasan tentang kornet, eh komet di atas membuka mata dan hati kita. Cuman mereka yang nggak beriman pada Allah swt aja yang nyangkutin komet dengan datangnya kiamat. Padahal komet adalah fenomena alam yang menjadi bagian dari kebesaran Allah. Dan nggak ada yang tahu selain Allah swt datangnya hari kiamat termasuk ramalan kiamat seorang Nostradamus pada 09-09-09 ata suku Ingca yang menyatakan kiamat 2012. So, beli kornet di warung Mang Mamat, ada komet belon tentu kiamat. Watau! [Ridwan]

BOX
Mitos-mitos Komet
1.       Tragedi terbunuhnya sang penguasa besar bangsa Romawi, Julius Caesar. Hal itu berkenaan dengan kemunculan si “Rambut Panjang” di langit sebelum terjadinya peristiwa mengenaskan tersebut.
2.       Di daratan Inggris, komet Halley juga dikaitkan dengan peristiwa kelam “Black Death” kematian besar-besaran akibat wabah sampar yang menyerang daratan Eropa.
3.       Bangsa Inca di Peru. Penampakan komet telah menggiring mereka ke ladang pembantaian yang dilakukan pasukan penjelajah asal Spanyol di bawah pimpinan Francisco Pizarro.
4.       Bangsa Cina di zaman dinasti Han sudah membuat atlas komet karena dalam keyakinan mereka kaisar yang tidak lain adalah Putra Langit harus melangsungkan pemerintahan di Bumi dalam keharmonian dengan keteraturan yang teramati di angkasa. Karena itulah, setiap fenomena yang terjadi senantiasa dipahami sebagai persetujuan ataupun ketidaksetujuan dari penguasa di langit.

5.       Munculnya komet Ikeya-Seki pada tahun 1965 di kaitkan dengan terjadinya pemberontakan bersenjata di akhir masa berkuasanya Orde Lama.
dimuat di majalah remaja islam drise edisi 10
Diberdayakan oleh Blogger.