Header Ads

Hukum Menonton Bola di Stadion

Boleh nggak kita nonton bola di stadion? (Ikhwan, Bogor)

Jawab:
Sampai saat ini saya belum mendapatkan dalil tentang keharaman secara langsung menonton bola di stadion. Tetapi Nabi SAW. pernah melihat orang Habasyah bermain di masjid, lalu beliau mengatakan: “Merendahlah, wahai Bani Arfidah!” Tetapi kalau bermain dalam keadaan membuka aurat seperti paha sebagaimana dilakukan oleh para pemain (zaman sekarang) atau meninggalkan sholat, ikhtilath (bercampurbaurnya lelaki dan perempuan yang bukan mahram) dan meninggalkan sebagian perintah, maka ini sebuah kemungkaran. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait hukum menonton sepakbola di stadion:

1.     Seluruh Permainan selama tidak ada unsur syirik dan tasyabbuh bil kuffar hukumnya mubah.
2.     Semua bentuk olah raga selama tidak menimbulkan fasad bagi diri sendiri atau orang lain hukumnya mubah bahkan dianjurkan.
3.     Menonton sesuatau yang mubah juga hukumnya mubah.
4.     Hanya kita wajib berhat-hati ketika kita dilalaikan oleh yang mubah hingga meninggalkan sesuatu yang diwajibkan, maka perbuatan seperti itu menjadi haram.
5.     Permainan sepak bola yang sudah lazim di dunia saat ini menampakkan aurat(paha). Menampakkan aurat dan melihat aurat hukumnya haram.
6.     Fakta menunjukkan bahwa sepak bola semakin mengokokohkan rasa nasionalisme, kalau ini yang terjadi dikawatirkan ummat ini akan semakin jauh dari kebangkitan seperti yang diharapakan. Saya hanya akan memberi nasehat dengan sabda Rasulullah SAW. “Dua kenikmatan yang kebanyakan manusia melupakannya, sehat dan waktu lapang.” (Hadits ini hanya diriwayatkan oleh Al Bukhari dari Ibnu Abbas di Kitab Ar Riqooq no. 6412)

Dari uraian di atas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa menonton sepakbola secara langsung di stadion jelas diharamkan terkait aktivitas kemungkaran yang menyertainya. Mulai dari aurat yang dipertontonkan, adanya ikhtilat, memupuk sikap nasionalisme (ashobiyah), dan melalaikan kewajiban lain seperti shalat atau berdakwah.
Waktu dan umur itu adalah modal utama seorang manusia. Maka ambillah faidah dari umur tersebut. Sebagian ulama’ ada yang mengatakan: “Andaikata waktu itu bisa dibeli, maka aku akan membeli waktu itu dari mereka (yaitu sebagian manusia yang tidak memperhatikan waktunya).”


Saudaraku, selama seseorang bisa mengontrol dirinya untuk senantiasa taat kepada Allah tentu orang tesebut tidak akan menyia-nyiakan waktunya hanya untuk menonton bola. Dia akan berfikir produktif karena ummat ini sedang menantinya dan dia juga akan berfikir bahwa ketika kelak kembali kepada Allah dengan tidak membawa amalan-amalan yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain maka inilah kerugian yang nyata. Wallahu a’lam.[]
di muat di majalah drise edisi 09
Diberdayakan oleh Blogger.