Header Ads

Hari Moekti: ‘Ngaji Sekarang Juga, Jangan Tunggu Esok…!’

Julukan ‘si kutu loncat’ melekat erat saat aksi panggungnya memukau jutaan penikmat blantika musik nusantara di era tahun 80-an. Rocker dengan nama asli Haridi Wibowo ini kini udah nggak lagi manggung untuk bernyanyi. Sejak tahun 1996, dunia gemerlap selebritis yang pernah membesarkan namanya dia tinggalkan setelah mengenal Islam lebih dalam. Jalan dakwah pun kini dijalaninya. Kang Hafidz, berkesempatan ngobrol banyak dengan kang Hari Moekti dalam perjalanan ngisi ke daerah Lubang Buaya. Simak deh kutipannya.

Gimana ceritana kang hari banting setir dari musisi menjadi da’i?
Tahun 1996, sekitar 15 tahun lalu. Tahun 1996 itu masa kebangkitan saya. Selama itu (selama jadi artis) terperosok dalam lumpur kemaksiatan, dunia yang gelap, bahagia yang semu, kekayaan fatamorgana, kesenangan yang menipu. Ketika terbuka pemikiran saya, saya bangkit meninggalkan dunia itu (dunia entertain) dan saya bahagia. Bahagia banget dengan segala kekurangan dan aktifitas yang saya lakukan serakang ini saya ngerasa hidup lebih bermakna. Alhamdulillah senang sekali, dan tidak tergiur untuk balik lagi ke sana.

Padahal banyak orang pengen jadi selebriti kang?
Ya itu…itu kan fatamorgana. Oh airr…begitu didatangin gak ada. wah kaya, terkenal, begitu ngerasain celaka dia. Stress. Seperti minum air laut, haus terus, akhirnya membunuh dia. Tahun 1984, saya mulai terkenal, duit banyak. Tapi makin gelisah hidup ini. Terus menerus selama bertahun-tahun. Tahun 1995, saya baru dapat pamahaman. Dalam pandangan Islam, bahagia itu mendapat ridho dari Allah. Ketika saya pelajari, ternyata saya tidak diridhoi, saya tinggalkan. Agar mendapat ridho Allah.
Gimana tanggapan orang-orang dekat dengan perubahan kang Hari?

Orang dekat, teman semua menjauh. Bahkan keluargapun memfitnah. Tapi sekarang, mereka menganggap benar. Mereka melihat saya bahagia. Berat meyakinkan keluarga. Kalo keimananya sedikit emang berat. Tapi kalo keinginannya kuat, enteng-entena aja. Keinginan untuk berubah, keinginan untuk mendapat ridho Allah. Cara memperkuat keinginan itu dengan ngaji. Dengan ngaji kita dapat kekuatan baru, semangat baru, dan setiap saat beratmbah. Makanya ngajinnya pun harus tiap saat. Seminggu sekali itu paling tidak. Sehingga keimanan kita makin tebel, makin kuat.

Banyak artis juga yang berhenti dari dunia artis tapi kurang aktif berdakwah seperti kang Hari?
Nah itu…saya tidak berkaca pada teman-teman yang berhenti dari dunia artis, langsung tidak ada aktifitas. Wirid aja, mendekam aja, baik untuk dirinya. Nggak gitu. Saya meneladani para sahabat nabi. Seperti Umar bin khatab, tetep aja beringas. Tapi beringasnya beda.

Tapi kang, ada yang ngerasa belum layak berdakwah karena ilmu islamnya masih dikit?
Dulu saya mikir juga begitu. Perbaiki diri dulu baru berdakwah. Tapi ustadz saya bilang ‘mas Hari Jangan berbuat 2 kesalahan’. Dakwah itu wajib. Memperbaiki diri , menambalh ilmu, menambah tsaqofah itu wajib. Kalo aku mau ngaji dulu deh tapi tidak berdakwah, itu salah. Dua kesalahan, udah nggak berdakwah, nggak ngaji lagi. Nah, ketika saya ngaji baru dapat satu dua ilmu langsung saya dakwahkan. Saya tau sekuler aja, saya dakwahkan. Tiap minggu ngaji bertambah ilmunya dan terus meningkat. Orang yang merasakan.


Tapi kayanya konten dakwah kang Hari agak ‘beda’, bukan cuman perbaikan diri?
Ya, memperbaiki umat. Kalo memperbaiki umat tuh otomatis harus memperbaiki sistem umat. Bukan individunya aja. Secara individu emang harus ada perubahan, menjadi takwa dengan ngaji secara internsif. Juga mengajak masyarakat bertakwa juga nengan berjamaah. Dengan berjamaah ini kita mengajak umat menerapkan sistem. Karena kalo berdakwah nggak ke sistem gak bisa. Bagaikan menggarami laut. Jadi memperbaiki diri untuk merubah sistem. Gak puas dengan perubahan diri. Jadi saya kalo berdakwah ya menakwahkan perubahan sistem.

Emang sistem sekarang udah rusak?
Bukan rusak, tapi sistemnya ini kufur. Sistem kufur dipake jadi yang makenya rusak terpengaruh sistem. Makanya pake sistem Islam.

Kenapa ngotot harus pake sistem Islam?
Iyaa dong. Manusia itu kan diciptakan oleh Allah. Yang tahu aturan tentang kehidupan manusia itu ALLAH. Ketika aturan Allah diterapkan, pasti mulia manusia.

Tapi banyak yang utopis kang dengan penerapan sistem Islam?
Iya sih, gak ada yang mikir Indonesia merdeka. Tahun 1928 aja orang mencibir. Mana mungkin Indonesia merdeka, mana mungkin bisa melawan Belanda. Tapi kenyataannya, merdeka tuh. Karena keyakinan dalam diri perjuang-pejuang kemerdakan itu bakal meredeka. Saya tuh punya keyakinan itu dalam memperjuangkan Islam. Apalagi banyak yang memperjuangkan. Yang utopis itu justru yang mengharapkan hukum lain untuk kesejahteraannya. Khayalan itu. Mana ada hukum lain yang bisa mensejahterakan.

Sistem Islam apa yang dimaksud kang?
Kalo bicara islam, bicara khilafah. Khilafah itu kesatuan kepemimpinan yang satu untuk umat islam sedunia. Pemimpinnya khalifah, ulil amri, amirul  mukminin. Khilafah sebagai institusi yang menerapkan hukum Allah dan yang menjalankannya khalifah.

Remaja penting gak sih kang tuk tahu dan tentang konsep syariah dan khilafah?
Penting, sangat penting. Karena mereka nanti jadi tulang punggung kekuatan negara dan pengurus umat. Seperti pada masa Rasulullah. Membina 40 orang pemuda, seperti Sa’ad bin abi Waqas atau Ali bin Abi Thalib. Dari para pemuda ini muncul pemimpin-pemimpin yang gagah. Seperti Khalid bin Walid atau Muhammad al-Fatih. Sekarang, remaja diserang dengan budaya barat. Remaja kita dikasih diskotik, Missing Liryc, Take Me Indonesia, atau film dan sinetron murahan. Karena remaja dianggap berbahaya kalo paham islam, maka dihancurkanlah generasinya. Ini yang bisa bikin lost generation beberapa tahun ke depan kalo remaja tidak dikembalikan lagi memahami Islam.

Apa pesan kang hari untuk para pembaca drise?
Wahai adik-adikku, anak-anakku. Mengaji adalah modal dari dakwah. Nggak ada orang yang ke Surga kecuali orang yang bertakwa. Ngaji sekarang juga, jangan tunggu esok! [341]


Diberdayakan oleh Blogger.