Header Ads

CEWE’ BIGOS ?!

majalahdrise.com - Kalau cewe-cewe lagi ngumpul, makan bareng, atau belajar bareng, biasanya adaaaaa aja yang diomongin. Entah ngomongin artis sampe ngomongin kecengan baru. Bahkan guru killer pun jadi bahan obrolan yang ngga ketinggalan. Ihh…. Dasar cewe! Emang paling pinter nyerocosss. Walhasil, cewe selalu diidentikkan dengan tukang gosip. Emang bener?


“Ya sih, banyak yang bilang gitu. Cewe identik dengan gosip. Kalau ditanya kenapa suka gosip, entahlah ya. Ngga ada kerjaan laen kale. Itu sih tergantung ama cewenya. Ada yang suka, ada juga yang kaga. Bahayanya, waktu kita terbuang percuma. Masa sih kita mau hidup percuma. Apalagi yang diceritain itu belum tentu kebenarannya” (Rahmadini, Medan, 19 tahun)

kenapa cewe suka gosip ya?? Mungkin karena gosip terkesan seru. Mulai dari ngomentarin penampilan orang, pacar orang, entah orang itu dikenal atau ngga kenal sama sekali. Hemm,…. menurut gw sih, bisa jadi kurang kerjaan. Bayangin aja, kadang buat ngegosip tuh butuh waktu berjam-jam loh. Ketimbang gitu, mending belajar, ngerjain PR, ngembangin hobi, atau hal-hal lain  yang lebih bermanfaat. Ato bisa juga, bergosip biar dikata anak gaul gitu, selalu tau berita hangat dan up to date. Kalo jarang ngegosip, jarang ngumpul, bisa dikata ngga gaul. (Farida, Surabaya, 24 tahun)

Apa sih bahaya ngegosip? Bahaya euy, aib orang bisa kebongkar. Apalagi kalo sampe ketahuan orangnya. hehe (Wulan, Bandung, 23 tahun)

Heumm,… sampai ada sebuah ungkapan nyindir yang bilang: ”Kalo mulut seorang laki-laki cuma satu, perempuan punya empat mulut dalam hidupnya”. Itu menggambarkan betapa ramainya ‘sang mulut’ beraksi. Ngga masalah kalo isi percakapannya berbobot, tapi kalau bisanya cuma ngomongin kejelekan dan aib orang lain, kayanya perlu di-rem tuh.
GOSIP = GHIBAH !

      Driser,  ternyata selama ini banyak dari kita yang tanpa sadar sudah menyantap bangkai yang menjijikkan dari saudara kita sendiri. Bukan cuma sekali, dua kali bahkan udah jadi hobi alias kebiasaan sehari-hari. Kok bisa?! Allah swt berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka , karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya...."  (QS Al-Hujurat:12)
Iya, karena banyak dari kita yang doyan ngebicarain aib-aib, kelemahan dan kejelekan sodara kita. Thats ghibah sist! Ghibah alias menggunjing udah diterangkan dalam hadist rasulullah. Rasul SAW bersabda :

"Tahukah kamu apa ghibah itu ?” Jawab sahabat : Allahu warasuluhu a'lam (Allah dan Rasulullah yang lebih tahu). Kemudian Nabi SAW bersabda: “Menceritakan hal saudaramu yang ia tidak suka diceritakan pada orang lain”. Lalu Sahabat bertanya: Bagaimana jika memang benar sedemikian keadaan saudaraku itu ? Jawab Nabi SAW lagi : "Jika benar yang kau ceritakan itu, maka itulah ghibah, tetapi jika tidak benar ceritamu itu, maka itu disebut buhtan (tuduhan palsu, fitnah) dan itu lebih besar dosanya".

      Hii…. Bahaya banget kan. Orang lain yang kita omongin bisa sakit hati dan ngerasa terganggu lahir-batin. Bayangin deh ngga enaknya kalo kekurangan kita diumbar-umbar ke khalayak. Malu dan batin bo! Nahh… Lebih bahaya lagi jika ternyata yang kita gunjingkan itu adalah dusta, bisa berbuah fitnah. Ingat, fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Sakit tubuh bisa diobati, sakit hati dibawa sampai mati. (brrrr…..). Wajar, kalau ghibah disebut juga dosa ganda. Kenapa? Karena bukan saja bersalah kepada Allah tapi juga manusia. Maka, selain meminta ampunan pada Allah, kita minta maaf kepada manusia yang sudah dipergunjingkan. Disinilah indahnya islam dalam menjaga kehormatan dan kemuliaan.

      Ghibah terlanjur jadi hobi, pasti sulit untuk mengubah kebiasaan yang satu ini. Susah, tapi bisa kok!! Tiap kali godaan untuk gossip datang, ingat-ingatlah ‘ngga enak’-nya. Baik di dunia maupun di akhirat. Ada kabar baik bagi kita yang mampu menahan diri dari ghibah, Rasul saw bersabda: “Barang siapa yang mencegah terbukanya aib saudaranya niscaya Allah akan mencegah wajahnya dari api neraka pada hari kiamat nanti.(HR. At Tirmidzi)

      Kita udah nahan-nahan supaya ngga ngegosip, tapi biang gosip tetap aja membawa kabar gosipnya kepada kita. Katakan tidak! Kalau sekiranya kita belum sanggup, mending jauhi aja deh. Daripada kita kecipratan dosanya. Betul kaga??  Semoga kita mampu menjaga lisan dan hati kita ya. Say no to ghibah, sist ! Kita rintis gaya hidup minus ghibah.  Yukkk…. ! [Alga Biru]
BOX:
*Ghibah Yang Diperbolehkan*
1.      Mencari solusi agar orang lain terbebas dari kesalahan. Diceritakannya kejelekan dalam rangka amar ma’ruf nahi mungkar. Misal: Ada temen nyebeliiiiiinnn banget, udah dibilangin tapi tetap ngeyel. So, boleh meminta bantuan kepada kakak atau teman terdekat orang tersebut agar sifat nyebelinnya bisa diatasi. Beres deh!
2.      Menceritakan kejelekan dalam rangka mencegah beredarnya kejahatan atau keburukan yang lebih luas. Misal: Kita punya guru di sekolah, trus si guru suka ngajarin hal-hal yang salah dan aneh-aneh. Maka, boleh menceritakan hal tersebut dan menasehatinya agar tidak menjadi kefasikan yang merajalela.
3.      Mengkritisi penguasa yang dzholim. Di era kapitalis saat ini, dimana hukum-hukum Allah dilecehkan dan kekufuran justru ditegakkan oleh kroni-kroninya. Maka menegur penguasa dengan menjelaskan kepalsuan dan kedzholimannya adalah diperbolehkan. Diungkapkan dengan cara yang baik dan tanpa menambah-nambahi perkara, agar terlihat mana yang haq dan batil. Gitu lohhh….[]


di muat di majalah remaja islam drise edisi 10
Diberdayakan oleh Blogger.