Header Ads

Adakah Kau Lupa

Adakah kau lupa/Kita pernah berjaya
Adakah kau lupa/Kita pernah berkuasa
Memayungi dua per tiga dunia Merentas benua melayar samudera….


Bukan cuman hentakan musiknya yang memompa semangat. Lirik lagu Alarm Me dari Soundtrack film Saladin di atas juga tokcer buat menggedor umat Islam yang tengah tertidur lelap. Bener banget. Banyak dari kita selaku umat Islam yang terhanyut dalam kehidupan sekuler. Sinyal syariah Islam seolah nggak ketangkep di tempat kerja, dalam lingkungan pergaulan remaja, atau di atas panggung pemerintahan. Islam dengan kelengkapan aturan-Nya lebih banyak ditemui dalam buku-buku Islam di banding dalam kehidupan nyata. Atau paling banter, jadi bahan diskusi antar cendekiawan dan politisi muslim. Abis itu, bablas. Udah aja. Gak ada tindak lanjutnya.

Padahal nih, Islam jelas-jelas bukan sekadar agama ritual. Boleh deh bandingin ama agama laen. Cuman Islam yang punya aturan pemerintahan, politik, sosial, ekonomi, pendidikan, peradilan, pertahanan, atau keamanan yang khas dan mulia tanpa kontaminasi dari ide kapitalis sekuler atau sosialis komunis. Semua aturan itu bukan untuk dijadikan bahan diskusi atau  pelajaran di lembaga pendidikan. Tapi untuk diterapkan dalam keseharian. Karena syariah Islam itu praktis. Bukan teoritis.  

Ketika syariah Islam diterapkan oleh negara seperti pada masa Rasulullah saw, khulafa’ur Rasyidin, hingga kehilafahan utsmaniyah, ketinggian peradaban Islam gak ada duanya. Ilmuwan Barat pun mengakuinya. Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi (Jacques C. Reister). Cukup beralasan jika kita menyatakan bahwa peradaban Eropa tidak dibangun oleh proses regenerasi mereka sendiri. Tanpa dukungan peradaban Islam yang menjadi ‘dinamo’-nya, Barat bukanlah apa-apa (Montgomery Watt).



Allah swt menurunkan ajaran Islam bukan cuman untuk penduduk di Timur Tengah. Tapi bagi seluruh umat manusia. Inilah yang mendorong aksi jihad penyebaran Islam ke seluruh penjuru dunia. Tercatat dalam tinta emas sejarah penaklukan negara-negara Eropa oleh para mujahid untuk menyebarkan Islam. Thariq bin Ziyad berhasil membuka jalan penyebaran Islam di negeri Matador setelah menaklukkan Andalusia. Namanya pun diabadikan untuk menyebut pebukitan karang di pantai tenggara Spanyol yang terkenal, Gibraltar atau Jabal Thariq. Selain Thariq, ada juga nama besar Muhammad al-Fatih. Panglima muda yang sukses menaklukkan wilayah Konstantinopel yang merupakan simbol kekuasaan negaraBizantium (Romawi Timur) pada abad pertengahan.  Dan masih banyak lagi aksi-aksi heroik penyebaran Islam ke pelosok dunia.


D’riser, saatnya kita mengenal Islam lebih dalam. Tak hanya berkecimpung dalam proses perbaikan diri, geluti juga usaha perbaikan masyarakat dengan penerapan syariah Islam. Tak sekadar menyerukan boikot produk negara-negara penjajah, kampanyekan juga tegaknya khilafah yang akan melindungi, mengayomi, dan menaungi seluruh umat manusia. Adakah kau lupa? Bahwa Islam pernah berjaya dan berkuasa untuk kebaikan manusia. Kini, giliran kita untuk membawa kembali kejayaan itu di tengah hadangan ide-ide sekuler barat yang menyesatkan. Rise..rise..khilafah!![341]
Diberdayakan oleh Blogger.